SELAMAT DATANG DIBLOG BEJOSENTOSO
Kamis, 12 Januari 2012
Filter Rokok Terbuat Dari Darah Babi
Peristiwa larangan terhadap rokok di Indonesia telah diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia. Namun belum begitu diindahkan oleh para penikmat rokok atau mungkin merupakan hal yang sulit akibat kecanduan,Seiring dengan peraturan tersebut, muncul juga berita ekstrim bahwa filter rokok dibuat dari darah babi. Benarkah?.
Berita ini dikutip dari Vivanews, Seorang peneliti di Australia melansir penelitian mengenai rokok , diduga mengandung darah babi. Kandungan babi yang diharamkan umat muslim ini ditemukan pada filter rokok.
Profesor di bidang Kesehatan Publik, Universitas Sydney, Simon Chapman, menunjuk pada riset terbaru yang mengidentifikasi 185 penggunaan bagian dari babi, termasuk dalam pembuatan filter rokok. Penemuan ini, kata Chapman kepada News.com.au berdampak pada kelompok Islam dan Yahudi.
“Komunitas Yahudi jelas akan menilai masalah ini sangat serius dan komunitas Islam akan menilainya sangat mengganggu,” kata Chapman, Rabu 31 Maret 2010. Muslim dan Yahudi keduanya memiliki ajaran melarang mengkonsumsi daging Babi.
Hasil studi baru-baru ini, hemoglobin babi, protein darah, digunakan pada pembuatan filter rokok, dan lebih efektif berfungsi sebagai perangkap bahan kimia berbahaya sebelum asap rokok masuk ke paru-paru konsumen rokok. Chapman mengatakan tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti merek mana yang menggunakan darah babi.
Jika anda seorang perokok, dan anda seorang Muslim atau Yahudi, rokok yang anda isap mengandung unsur hemoglobin darah babi. Tapi sejauh ini tidak ada cara untuk mengetahuinya karena perusahaan rokok tidak transparan dan merahasiakan bahan-bahan yang digunakannya, serta aspek legalitas perusahaannya, ujar Chapman
Rokok
Jika ada hal yang sangat merugikan dan bahkan juga bisa mematikan … namun tetap sangat digemari dan kerugiannya dianggap sangat sepele … mungkin hanya rokok yang jadi jawaranya … Secara medik sudah dibuktikan bahwa merokok sangat mengganggu kesehatan … bukan hanya bagi perokok-nya saja … namun juga bagi orang-orang di sekitarnya yang secara tidak sengaja (atau lebih tepatnya terpaksa) ikut menghisap semburan asap rokok dari para perokok ini … Namun sayangnya … justru saat ini Indonesia adalah Pemegang Gelar Juara Tiga Merokok Sedunia … meskipun jumlah penduduknya hanya menempati peringkat empat dunia di bawah Amerika Serikat dengan selisih sekitar 67 juta jiwa … Peraturan yang membatasi kegiatan merokok di tempat umum … iklan anti rokok yang memberitahukan kerugian merokok
Kriminalisasi Poligami Sebagai Refleksi Keangkuhan Para Pendukungnya
Masih ingat dengan Aa Gym … ? … Da’i kondang ini langsung terpuruk kepopulerannya begitu beliau memutuskan untuk berpoligami … Bahkan pernikahan Aa Gym yang kedua ini membuat Presiden SBY tergerak untuk memanggil secara khusus Seskab Sudi Silalahi, Menneg Pemberdayaan Perempuan (PP) Meutia Hatta, dan Dirjen Bimas Islam Depag Nazaruddin Umar untuk membahas soal revisi UU Perkawinan dan PP Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi PNS (baca di sini) … karena poligami telah dianggap sebagai perbuatan yang meresahkan (lihat juga di sini) … Sikap anti poligami juga terlihat jelas misalnya pada artikel-artikel yang dimuat di Perspektif Online … Poligami bukan hanya dianggap sebagai perbuatan kriminal yang keji … tapi (konyolnya) juga dianggap terkait dengan tindak pidana korupsi (lihat tulisan berjudul “Pejabat yang Poligami Tidak Layak Memimpin” yang ditulis oleh Hayat Mansur) dengan menyatakan bahwa pejabat yang berpoligami tidak layak memimpin negera karena semua pejabat yang berpoligami adalah koruptor….
Bagi saya … pandangan-pandangan yang mengkriminalisasi poligami seperti tersebut di atas (nampaknya) lebih mengedepankan emosi dan kebencian karena telah membuat pernyataan-pernyataan yang bersifat menuduh dan memvonis meskipun tidak didukung dengan data-data yang valid dan dapat dipertanggung-jawabkan … Sebagai contoh … tidak ada bukti-bukti yang dapat ditunjukkan oleh Hayat Mansur mengenai keterlibatan pejabat-pejabat yang ‘polygamist’ dalam kasus korupsi untuk mendukung pernyataannya bahwa semua pejabat ‘polygamist’ itu adalah koruptor … Selain itu … tulisan tersebut juga tidak menunjukkan data-data yang dapat dijadikan sebagai indikator ada tidaknya keterkaitan antara poligami dengan tindak pidana korupsi … seperti misalnya data-data mengenai perbandingan antara jumlah (atau persentase) pejabat ‘polygamist’ yang koruptor dengan pejabat ‘monogamist’ yang juga koruptor … Tanpa didukung dengan data-data seperti tersebut di atas … rasanya tidak etis untuk langsung memvonis bahwa pejabat ‘polygamist’ adalah koruptor … Karena itu yang patut dipertanyakan adalah … apa yang menjadi dasar dari pernyataan bahwa semua (100%) pejabat ‘polygamist’ adalah koruptor … ? … Adakah bukti yang dapat menunjukkan bahwa pejabat yang ‘monogamist’ itu pasti lebih anti korupsi dibanding dengan pejabat ‘polygamist’ … ? … Mungkin bisa ditanya ke KPK … dari para koruptor yang sudah terbukti (atau yang diduga) melakukan tindak pidana korupsi … lebih banyak yang ‘polygamist’ atau yang ‘monogamist’ … ??? …
Selain dikaitkan dengan tindak pidana korupsi … poligami juga dikaitkan dengan kekerasan terhadap kaum perempuan (dan anak … ???) … Meskipun demikian … sama sekali tidak terdapat bukti-bukti yang dapat mendukung keterkaitan antara poligami dengan kekerasan … Saya tidak mendapatkan data-data mengenai perbandingan jumlah (atau persentase) pelanggaran dan kekerasan yang dilakukan oleh ‘polygamist’ dan ‘monogamist’ terhadap kaum perempuan (dan juga anak) … Namun hal yang tidak bisa dipungkiri adalah bahwa tidak sedikit kekerasan/pelanggaran yang merendahkan/ melecehkan martabat kaum perempuan (dan anak) justru dilakukan oleh ‘monogamist’ … Jadi (menurut saya) potensi kekerasan terhadap kaum perempuan (dan anak) di dalam keluarga itu akan tetap ada … tidak terkecuali pada keluarga yang monogami juga … Karena itu menurut saya … tidak ada kaitan antara poligami (atau monogami) dengan tindak kekerasan/pelanggaran terhadap kaum perempuan (dan anak) … tapi (mungkin) kekerasan dan pelanggaran seperti itu lebih terkait pada ahlak dan moral para pelakunya … Ahlak dan moral ini juga yang (mungkin) lebih menentukan apakah seseorang akan menjadi koruptor atau tidak … terlepas dari apakah yang bersangkutan itu ‘polygamist’ atau bukan …
Jika mengacu pada aturan-aturan hukum yang berlaku di negara ini … maka berdasarkan UU perkawinan no. 1 tahun 1974 … poligami diizinkan selama segala persyaratannya telah dipenuhi … Karena itu … poligami jelas bukanlah kejahatan atau perbuatan melawan hukum … Meskipun saat ini ada pihak-pihak yang menginginkan UU perkawinan tersebut diamandemen dengan tujuan menghapuskan pasal-pasal yang memungkinkan poligami (bisa dilihat di sini) … namun sampai saat ini baru berbentuk usulan … yang artinya poligami masih tetap diakui sebagai salah satu model bentuk rumah-tangga …
Dalam ajaran agama-agama samawi pun … jika yang menjadi acuan atau pedomannya adalah kitab suci masing-masing … maka (menurut saya) tidak ada ayat-ayat yang dapat dijadikan sebagai landasan untuk mengharamkan poligami … Sebagai gambaran … dalam kitab suci Al Qur’an (yang yang menjadi pedoman umat Islam) … aturan mengenai poligami dapat dilihat pada ayat-ayat berikut ini … :
QS.4 :3
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita- wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.
QS.4 :129
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil diantara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
lihat : Al Qur’an Online
Berdasarkan ayat-ayat tersebut … saya lebih cenderung menganggap bahwa poligami itu adalah sebuah alternatif/pilihan yang dapat diambil selama segala persyaratannya terpenuhi … Dan (saya rasa) persayaratannya itu sangatlah berat karena orang sekaliber Ali bin Abu Thalib saja tidak diizinkan Rasulullah untuk berpoligami … yang tercermin dalam hadist berikut :
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Miswar bin Makhramah r.a, berkata:
Ia mendengar Rasulullah SAW bersabda ketika berada di atas mimbar:
Sesungguhnya bani Hisyam bin Al-Mughirah meminta kebenaran dariku untuk mengawinkan anak perempuan mereka dengan Ali bin Abu Thalib.
Aku tidak membenarkannya dengan mengulanginya tiga kali kecuali sekiranya Ali bin Abu Thalib menceraikan puteriku.
Ketika itu ia bisa mengawini anak perempuan mereka.
Anak perempuanku adalah sebagian dari diriku.
Aku merasa gembira sekiranya ia gembira dan aku merasa susah sekiranya ia menderita.
lihat : Pustaka Muslim Indonesia
Berdasarkan ayat-ayat Al Quran dan hadist di atas … maka (menurut saya) hukum Islam sendiri memang tidak mengharamkan poligami namun menetapkan persyaratan yang sangat berat untuk dapat dilaksanakan … Karena itu … tidak ada hak ataupun alasan yang dapat dibenarkan untuk mencegah orang (yang merasa mampu memenuhi segala persayaratan tersebut) untuk berpoligami (dosa ditanggung sendiri jika ternyata yang bersangkutan tidak mampu memenuhi persyaratan tapi memaksakan diri untuk berpoligami) … sebagaimana juga tidak ada alasan untuk menganggap bahwa poligami itu merupakan sunnah bagi umat Islam (lihat juga http://www.ardifa.com/) … Sangatlah berlebihan jika seseorang mengaku berpoligami dengan alasan mengikuti sunnah Nabi … namun motivasi sebenarnya lebih untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri … Jika memang benar-benar berkeinginan mengikuti sunnah Nabi … tentu mau dong menikahi seorang janda miskin berusia 65 tahun dan tidak ada yang mengurusinya sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW …
Dalam kitab-kitab Perjanjian Lama seperti yang terangkum di dalam Bible (dan juga Torah) … jelas tergambar bahwa poligami adalah hal yang umum dilakukan dan bukan merupakan perbuatan yang dilaknati Tuhan … Banyak orang-orang yang dimuliakan Tuhan (seperti seperti Abraham, Daud, Solomo, Moses dan masih banyak yang lainnya) juga melakukan poligami … Bahkan jika mengacu pada kitab 2 Samuel 12 : 7-8 … terkesan bahwa (justru) Tuhan yang memberikan jalan kepada Daud untuk berpoligami dengan memberinya isteri-isteri … Berikut kutipan ayat-ayatnya … :
2 Samuel
12:7
Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: “Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul.
12:8
Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu.
sumber : http://sabdaweb.sabda.org/
Begitu pun di dalam Perjanjian Baru … saya tidak dapat menemukan adanya ayat-ayat yang mengharamkan poligami (mohon dikoreksi jika saya salah) … Menurut wikipedia dalam artikel yang berjudul “Polygamy in Christianity” … diinformasikan bahwa pada awalnya … poligami adalah hal yang lumrah/biasa dilakukan oleh umat Kristen … Atas dasar itu kemudian Kaisar Valentinian I (pada abad ke-empat) mengizinkan penganut Kristen untuk mempunyai dua istri … Bahkan menurut sumber lain (misalnya : “History of Monogamy” atau “The History of Catholic Celibacy”) … pada masa lalu bukanlah hal yang tabu dan terlarang bagi seorang pastur Katolik untuk menikah dan (bahkan) juga berpoligami …
Tidak adanya larangan berpoligami menurut Alkitab juga diakui oleh pendiri aliran Protestan, Martin Luther yang mengatakan : “I confess that I cannot forbid a person to marry several wives, for it does not contradict the Scripture. If a man wishes to marry more than one wife he should be asked whether he is satisfied in his conscience that he may do so in accordance with the word of God. In such a case the civil authority has nothing to do in the matter. (lihat kembali : “Polygamy in Christianity”/ Historical perspective) … Karena itu … meskipun secara umum gereja-gereja Kristen (seperti Katolik, Protestan, Orthodoks) pada masa sekarang ini sangat menentang poligami … kita tidak dapat mengabaikan argumen-argumen dari kelompok Kristen lainnya yang menyatakan bahwa larangan berpoligami itu sebenarnya tidak ada dalam Bible … Argumen-argumen yang dimaksud misalnya dapat dilihat pada situs-situs seperti : Biblical Polygamy, Bible Polygamy …
Uraian di atas jelas menunjukkan bahwa berpoligami bukanlah kejahatan atau perbuatan yang melanggar hukum … baik menurut hukum yang berlaku di negara ini maupun juga menurut agama … Apalagi faktanya tidak semua kaum perempuan anti poligami (sekedar untuk referensi … bisa dibaca berita seperti Empat Istri Tinggal Serumah: Suami-Istri Bergelar Doktor, Women of Bountiful Defend Polygamous Lifestyle atau Teens Defend Polygamy at Utah Rally) … Selain itu … adalah fakta juga bahwa tidak sedikit kekerasan dan pelanggaran yang merendahkan martabat kaum perempuan justru terjadi pada keluarga yang monogami … Karena itu (menurut saya) … upaya-upaya mengkriminalisasi poligami sebenarnya salah kaprah dan tidak relevan sama sekali jika yang ingin diperjuangkan itu adalah untuk membela kepentingan kaum perempuan … seperti meminimalkan (potensi) kekerasan dan perbuatan sewenang-wenang terhadap kaum perempuan di dalam rumah-tangga …
Menurut saya … jika memang konsisten ingin memperjuangkan dan melindungi kepentingan kaum perempuan (di dalam rumah tangga) … maka masih banyak cara lain yang lebih tepat dan elegan dibandingkan sekedar mengkriminalisasi sesuatu yang sebenarnya bukan kejahatan … Misalnya saja dengan memperjuangkan hukuman yang lebih berat kepada para pelaku kekerasan di dalam rumah tangga … atau juga upaya-upaya yang dapat memperkuat posisi kaum perempuan dalam menghadapi suami yang (ketahuan) berselingkuh dan berzina dengan perempuan lain … Bukankah sudah menjadi rahasia umum bahwa tidak sedikit laki-laki yang merendahkan martabat kaum perempuan dengan melakukan zina … ? … Meskipun tidak mungkin didapat data-data yang valid mengenai berapa banyak laki-laki yang sudah mempunyai istri tetapi juga melakukan zina (karena banyak pelaku yang tidak ketahuan) … namun seandainya saja manusia adalah mahluk yang tidak bisa berbohong … maka saya yakin akan banyak sekali perbuatan zina yang terungkap …
Namun yang cukup mengherankan saya adalah … mengapa mereka yang begitu menggebu-gebu untuk mengkriminalisasi poligami (yang terkesan) demi membela kepentingan kaum perempuan … kok (sepertinya) kurang atau mungkin malah tidak berminat (sama sekali) membahas masalah zina … ??? … Padahal baik menurut hukum negara (lihat pasal 284 KUHP) maupun hukum agama … zina itu jelas-jelas merupakan perbuatan melanggar hukum dan bahkan dalam beberapa agama dianggap sebagai perbuatan keji yang dapat diganjar dengan hukuman yang sangat berat … Apalagi sekarang ini telah berkembang pemikiran yang menganggap zina sebagai bagian dari hak asasi manusia … seperti tergambar pada situs open subscriber … Mengapa sesuatu yang tidak salah menurut hukum harus diributkan dan diprotes … tapi yang jelas-jelas melanggar hukum malah didiamkan saja … ? … Apakah para pembela kepentingan kaum perempuan yang sangat anti poligami itu juga beranggapan bahwa zina itu bukanlah kejahatan atau pelanggaran (yang melecehkan) hak-hak dan martabat kaum perempuan … ??? …
Karena itu … sulit bagi saya pribadi untuk percaya bahwa upaya-upaya untuk mengkriminalisasi poligami itu (benar-benar) untuk membela dan melindungi kepentingan kaum perempuan … Saya tidak mau berspekulasi mengenai motif yang sebenarnya dari upaya mengkriminalisasi poligami karena saya percaya bahwa hanya Allah dan mereka sendiri-lah yang mengetahuinya niat sebenarnya … Namun terlepas dari apapun niat dan tujuannya … saya lebih melihat upaya-upaya mengkriminalisasi poligami itu sebagai refleksi keangkuhan (sekelompok) manusia (yang merasa dirinya hebat) dari pada sebagai upaya tulus untuk membela kepentingan kaum perempuan) …
Keangkuhan jelas terlihat ketika mereka mengabaikan fakta-fakta (seperti yang telah disebut di atas) bahwa tidak semua kaum perempuan itu anti poligami … Aspirasi mereka yang mendukung poligami ini diabaikan begitu saja meskipun telah disampaikan dengan cukup jelas dan tegas melalui demo … seperti yang dilakukan aktivis Hizbut Tahrir misalnya … Mereka yang anti poligami itu juga mengabaikan kenyataan bahwa di zaman sekarang ini masih ada keluarga yang menerima poligami dengan baik … sebagaimana mereka mengabaikan fakta bahwa tidak sedikit kekerasan dan pelanggaran terhadap kaum perempuan yang justru terjadi pada keluarga yang monogami … Bagi mereka (yang anti poligami itu) … rumus yang berlaku adalah “MONOGAMI = BAIK … POLIGAMI = PASTI KRIMINAL DAN HARUS DIKRIMINALKAN” … Dengan bersikap seperti itu … bukankah justru menunjukkan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang tidak bisa menghormati hak orang lain untuk menentukan pilihan-nya dalam membentuk keluarga … ? … Begitu sulit-kah untuk bisa menghormati hak-hak individu orang lain dalam menentukan bentuk keluarga-nya sendiri … ???
Selain dengan melanggar hak-hak orang lain dalam menentukan pilihan bentuk keluarga-nya … sikap arogan juga ditunjukkan dengan sikap (yang secara sadar atau tidak) menganggap dirinya lebih hebat dari Tuhan … di mana mereka tidak segan-segan menghujat Tuhan dengan cara mencela ketentuan-Nya … Bukankah dengan begitu (secara langsung maupun tidak langsung) mereka telah menganggap Tuhan sebagai pendukung perbuatan kriminal … ? … Bagi saya … ini adalah salah satu bentuk kesombongan terbesar dari manusia yang merasa dirinya hebat … yang sungguh aneh jika dilakukan oleh orang-orang yang mengaku beriman …
Saya tidak heran jika ini terjadi di negara-negara yang menganut paham liberalisme, sekularisme atau atheisme … Tapi bukankah kita adalah warga dari sebuah negara yang menjadikan “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai dasar (yang pertama) dalam kehidupan bernegara (lihat : UUD 1945) … ??? … Dengan begitu … bukankah seharusnya kita sebagai warga negara mengakui eksistensi dan kebesaran Tuhan dan tidak mungkin melecehkan dan menghujat segala ketentuan-Nya … ? … Dengan begitu … bukankah wajar bahwa selama Pancasila yang masih menjadi dasar negara … selama itu pula segala aturan dan undang-undang yang berlaku juga memperhatikan standar moral ajaran Ketuhanan … ? … Atau mungkinkah sekarang ini Pancasila (terutama sila pertama) sudah (harus) diabaikan karena dianggap sudah tidak relevan lagi dalam kehidupan bernegara … ? … Jika benar demikian … kok (nampaknya) tidak (belum) ada yang berani mengajukan usulan untuk mengamandemen-nya yah … ??? …
Bagi teman-teman yang muslim dan muslimah … saya hanya ingin mengajak untuk tidak ikut-ikutan menghujat Allah dan segala ketentuan-Nya … Saya tidak percaya ada orang yang (benar-benar) beriman (meskipun iman-nya hanya seujung kuku) berani kurang ajar menghujat Tuhan-nya … Jika tidak ridho dipoligami … itu adalah pilihan yang menjadi urusan pribadi masing- masing … dan itu bisa disampaikan langsung kepada pihak-pihak yang terkait (seperti suami/calon suami atau keluarga sendiri) tanpa mencela atau mengkriminalisali poligami (yang memang tidak diharamkan) sebagai sebuah pilihan yang dalam membentuk rumah-tangga … Dengan demikian … mudah- mudahan umat Islam tidak mudah dipecah belah … apalagi hanya karena masalah pro-kontra poligami saja … Amin …
Selasa, 10 Januari 2012
[KISAH POHON APEL] Untuk kedua orangtuaku: Maafkan Aku
Dahulu kala, ada sebuah pohon apel besar. Seorang anak kecil suka datang dan bermain-main setiap hari. Dia senang naik ke atas pohon, makan apel, tidur sejenak di bawah bayang-bayang pohon apel ... Ia mencintai pohon apel iu dan pohon itu senang bermain dengan dia. Waktu berlalu ... ....
Anak kecil itu sudah dewasa dan dia berhari-hari tidak lagi bermain di sekitar pohon. Suatu hari anak itu datang kembali ke pohon dan ia tampak sedih. "Ayo bermain dengan saya," pinta pohon apel itu. Aku bukan lagi seorang anak, saya tidak 'bermain di sekitar pohon lagi. "Anak itu menjawab," Aku ingin mainan. Aku butuh uang untuk membelinya. "" Maaf, tapi saya tidak punya uang ... .. tapi Anda bisa mengambil buah apel saya dan menjualnya. Maka Anda akan punya uang. "Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua apel di pohon dan pergi dengan gembira. Anak itu tidak pernah kembali setelah ia mengambil buah apel. Pohon itu sedih.
Suatu hari anak itu kembali dan pohon itu sangat senang. "Ayo bermain-main dengan saya" kata pohon apel. Saya tidak punya waktu untuk bermain. Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Dapatkah Anda membantu saya? "Maaf tapi aku tidak punya rumah. Tetapi Anda dapat memotong cabang-cabang saya untuk membangun rumahmu. "Lalu, anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting dari pohon dan pergi dengan gembira. Pohon itu senang melihatnya bahagia, tapi anak itu tidak pernah kembali sejak saat itu.
Pohon itu kesepian dan sedih. Suatu hari di musim panas, anak itu kembali dan pohon itu begitu gembira. "Ayo bermain-main dengan saya!" Kata pohon. "Saya sangat sedih dan mulai tua. Saya ingin pergi berlayar untuk bersantai dengan diriku sendiri. Dapatkah kau memberiku perahu? "..." Gunakan batang pohonku untuk membangun perahu. Anda dapat berlayar jauh dan menjadi bahagia. "Lalu anak itu memotong batang pohon untuk membuat perahu. Dia pergi berlayar dan tak pernah muncul untuk waktu yang sangat panjang.
Akhirnya, anak itu kembali setelah ia pergi selama bertahun-tahun. "Maaf, anakku, tapi aku tidak punya apa-apa untuk Anda lagi. Tidak ada lagi apel untuk ananda. ... "Kata pohon" ... ..
"Saya tidak punya gigi untuk menggigit" jawab anak itu.
" "Tidak ada lagi batang untuk Anda untuk memanjat".
"Saya terlalu tua untuk itu sekarang" kata anak itu. "
"Saya benar-benar tak bisa memberikan apa-apa ... .. satu-satunya yang tersisa adalah akar sekarat "kata pohon apel dengan air mata.
"Aku tidak membutuhkan banyak sekarang, hanya sebuah tempat untuk beristirahat. Saya lelah setelah sekian tahun. "Anak itu menjawab.
"Bagus! Akar Pohon Tua adalah tempat terbaik untuk bersandar dan beristirahat di situ. "" Ayo, ayo duduk bersama saya dan istirahat "
Anak itu duduk dan pohon itu sangat gembira dan tersenyum dengan air mata.
... ... ... ... ... ... ... ... ..
Ini adalah cerita untuk semua orang. Pohon adalah orang tua kita. Ketika kita masih muda, kita senang bermain dengan Ibu dan Ayah ... Ketika kita tumbuh dewasa, kita meninggalkan mereka ... hanya datang kepada mereka ketika kita membutuhkan sesuatu atau ketika kita berada dalam kesulitan. Tidak peduli apa pun, orang tua akan selalu berada di sana dan memberikan segala sesuatu yang mereka bisa untuk membuat Anda bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak laki-laki itu kejam kepada pohon tapi itu adalah bagaimana kita semua memperlakukan orang tua kita.
[Cerita motivasi] Kisah Wortel, Telur, dan Kopi
Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.
Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.
Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.
Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia menemukan sebuah telur rebus yang mengeras.
Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, Ayah?"
Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi 'kesulitan' yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.
Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sulit dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.
"Kamu termasuk yang mana?," Tanya ayahnya. "Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi? "Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu. "
"Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar tampak sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?. "
"Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. "
"Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik."
"Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri"
kisah menyentuh hati
Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya memiliki tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi
Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: "Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi
Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati "
Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya
Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi
Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan "Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya"
Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman
Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan
Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya
Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba
Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang
Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat
Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah
Tahukah Anda apa yang terjadi?
Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng
Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya
cerita menyentuh hati. ibu maafkan aku
Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.
Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.
Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah toko bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan.
Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk memiliki uang.
Pemilik toko melihat Ana berdiri cukup lama di depan tokonya, lalu berkata "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?"
"Ya, tetapi, aku tdk membawa uang" jawab Ana dengan malu-malu
"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik toko. "Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu".
Tidak lama kemudian, pemilik toko itu mengantarkan semangkuk bakmi.
Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
"Adaapa nona?" Tanya si pemilik toko.
"Tidak apa-apa" aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi!, Tetapi, ...
ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah "
"Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri" katanya kepada pemilik toko
Pemilik toko itu setelah mendengar kata Ana, menarik napas panjang dan berkata
"Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi utukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya "
Ana, terhenyak mendengar hal tsb.
"Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia mnguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya.
Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya.
Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas.
Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang"
Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.
Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.
BAGAIMANA mensikapi KEGAGALAN] KISAH MENDORONG BATU ...!!!
Seorang laki-laki sedang tertidur di bawah pohon besar. Kemudian dia bermimpi ada cahaya terang mendatanginya. Dia bermimpi bertemu Tuhan.
Tuhan berkata kepadanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukannya. Lalu Tuhan menunjukkan kepadanya sebuah batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa ia harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya.
Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Berbulan-bulan ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya sering menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia.
Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblispun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya "Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa memindahkannnya. "
Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki itu bahwa tugas itu sangat tidak masuk akal dan salah. Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah semangat.
"Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?" Pikirnya.
"Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup baik."
Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan mengadu segala permasalahannya itu kepada Tuhan.
"Tuhan," katanya "Aku telah bekerja keras sekian lama dan menjalankan perintah-Mu, dengan segenap kekuatanku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa?
Mengapa aku gagal? '
Tuhan berkata, "Hambaku, ketika aku memintamu untuk melaksanakan perintah-Ku dan kau menyanggupi, Aku berkata bahwa tugasmu adalah mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu seperti yang telah kau lakukan. Tapi tidak sekalipun Aku berkata bahwa kau harus menggesernya. Kamu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi apakah benar? "
"Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus-menerus, dan kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah tumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi ketaatanmu adalah menurut dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmah yang akan Kuberikan kepadamu. "
Pria itu tiba-tiba terbangun dari mimpinya, dan bersujud syukur karena ia merasa dan paham bahwa ia telah mendapatkan hidayah-Nya.
Terkadang, ketika kita mendengar perintah Allah, yang pertama kali kita gunakan cenderung pikiran dan nafsu kita untuk menganalisa keinginannya, bukan keimanan dahulu yang kita utamakan. Padahal perintah itu jelas kebenarannya.
Sesungguhnya apa yang Allah inginkan adalah hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan taat kepadaNya. Dan yakinlah itu adalah kebutuhan kita. Allah tidak butuh ibadah kita. Demi Allah, ketika semua makhluk berpaling dari Nya, maka tidak akan mengurangi sedikitpun kebesaran dan kemulyaan Allah. Dan sebaliknya ketika semua makhluk beribadah kepada Nya, tidak akan menambah sedikitpun kebesaran dan kemuliaan Allah Tuhan kita.
Satu sisi terkadang kita salah menilai sebuah kegagalan ... Padahal dibalik sebuah kegagalan banyak pelajaran penting yang kita dapatkan ..
Kiat sukses dunia akhirat dari Nabi
Dari Sayyidina Khalid bin Al-Walid Radiallahu’anhu telah berkata : Telah datang seorang arab desa kepada Rasulullah S.A.W yang mana dia menyatakan tujuannya : Wahai Rasulullah! sesungguhnya kedatanganku ini adalah untuk bertanya kepada engkau mengenai apa yang akan menyempurnakan diriku di dunia dan akhirat. Maka baginda S.A.W telah berkata kepadanya Tanyalah apa yang engkau kehendaki :
Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang alim
Baginda S.A.W menjawab : Takutlah kepada Allah maka engkau akan jadi orang yang alim
Dia berkata : Aku mau menjadi orang paling kaya
Baginda S.A.W menjawab : Jadilah orang yang yakin pada diri engkau maka engkau akan jadi orang paling kaya
Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang adil
Baginda S.A.W menjawab : Kasihanilah manusia yang lain sebagaimana engkau kasih pada diri sendiri maka jadilah engkau seadil-adil manusia
Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang paling baik
Baginda S.A.W menjawab: Jadilah orang yang berguna kepada masyarakat maka engkau akan jadi sebaik-baik manusia
Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang istimewa di sisi Allah Baginda S.A.W menjawab : Banyakkan zikrullah niscaya engkau akan jadi orang istimewa di sisi Allah
Dia berkata : Aku mau disempurnakan imanku Baginda S.A.W menjawab : Perelokkan akhlakmu niscaya imanmu akan sempurna
Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan orang yang muhsinin (baik)
Baginda S.A.W menjawab : Beribadatlah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya dan jika engkau tidak merasa begitu sekurangnya engkau yakin Dia tetap melihat engkau maka dengan cara ini engkau akan termasuk golongan muhsinin
Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan mereka yang taat Baginda S.A.W menjawab : Tunaikan segala kewajipan yang difardhukan maka engkau akan termasuk dalam golongan mereka yang taat
Dia berkata : Aku mau berjumpa Allah dalan keadaan bersih daripada dosa Baginda S.A.W menjawab : Bersihkan dirimu daripada najis dosa niscaya engkau akan menemui Allah dalam keadaan suci daripada dosa
Dia berkata : Aku mau dihimpun pada hari qiamat di bawah cahaya Baginda S.A.W menjawab : Jangan menzalimi seseorang maka engkau akan dihitung pada hari qiamat di bawah cahaya
Dia berkata : Aku mau dikasihi oleh Allah pada hari qiamat Baginda S.A.W menjawab : Kasihanilah dirimu dan kasihanilah orang lain niscaya Allah akan mengasihanimu pada hari qiamat
Dia berkata : Aku mau dihapuskan segala dosaku Baginda S.A.W menjawab : Banyakkan beristighfar niscaya akan dihapuskan( kurangkan ) segala dosamu
Dia berkata : Aku mau menjadi semulia-mulia manusia Baginda S.A.W menjawab : Jangan mengesyaki sesuatu perkara pada orang lain niscaya engkau akan jadi semulia-mulia manusia
Dia berkata : Aku mau menjadi segagah-gagah manusia Baginda S.A.W menjawab : Sentiasa menyerah diri (tawakkal) kepada Allah niscaya engkau akan jadi segagah-gagah manusia
Dia berkata : Aku mau dimurahkan rezeki oleh Allah Baginda S.A.W menjawab : Sentiasa berada dalam keadaan bersih ( dari hadas ) niscaya Allah akan memurahkan rezeki kepadamu
Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan mereka yang dikasihi oleh Allah dan rasulNya Baginda S.A.W menjawab : Cintailah segala apa yang disukai oleh Allah dan rasulNya maka engkau termasuk dalam golongan yang dicintai oleh Mereka
Dia berkata : Aku mau diselamatkan dari kemurkaan Allah pada hari qiamat Baginda S.A.W menjawab : Jangan marah kepada orang lain niscaya engkau akan terselamat daripada kemurkaan Allah dan rasulNya
Dia berkata : Aku mau diterima segala permohonanku Baginda S.A.W menjawab : Jauhilah makanan haram niscaya segala permohonanmu akan diterimaNya
Dia berkata : Aku mau agar Allah menutupkan segala keaibanku pada hari qiamat
Baginda S.A.W menjawab : Tutuplah keburukan orang lain niscaya Allah akan menutup keaibanmu pada hari qiamat
Dia berkata : Siapa yang terselamat daripada dosa?
Baginda S.A.W menjawab : Orang yang sentiasa mengalir air mata penyesalan,mereka yang tunduk pada kehendakNya dan mereka yang ditimpa kesakitan
Dia berkata : Apakah sebesar-besar kebaikan di sisi Allah? Baginda S.A.W menjawab : Elok budi pekerti, rendah diri dan sabar dengan ujian ( bala )
Dia berkata : Apakah sebesar-besar kejahatan di sisi Allah? Baginda S.A.W menjawab : Buruk akhlak dan sedikit ketaatan
Dia berkata : Apakah yang meredakan kemurkaan Allah di dunia dan akhirat ? Baginda S.A.W menjawab : Sedekah dalam keadaan sembunyi ( tidak diketahui ) dan menghubungkan kasih sayang
Dia berkata: Apakah yang akan memadamkan api neraka pada hari qiamat? Baginda S.A.W menjawab : sabar di dunia dengan bala dan musibah
Kamis, 05 Januari 2012
Satu Kesulitan VS Dua Fasilitas
Percayalah pada janji Allah. Pun disaat kita diamuk gulana.
Semuanya sudah termaktub dalam lembaran ayat suci-Nya. Bacalah surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6: "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. "(QS Al-Insyirah: 5-6).
Tentu ayat di atas sudah tak asing lagi bagi kita. Kita seringkali mendengar ayat ini, namun kadang hati kita masih saja lalai, sehingga tidak benar-benar merenungkannya. Atau mungkin kita pun belum memahaminya. Padahal jika ayat tersebut benar-benar direnungkan sungguh luar biasa manfaat yang dapat kita petik. Jika kita benar-benar mentadabburi ayat di atas, sungguh berbagai kesempitan akan terasa ringan dan semakin mudah kita pikul.
Percayalah ...
"Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan."
'Abdullah bin Mas'ud RA pernah berkata, "Seandainya kesulitan masuk ke dalam suatu lubang, maka fasilitas pun akan mengikutinya ..."
Yakinlah saudaraku ...
Bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan yang begitu dekat. Mungkin di awal-awal kesulitan, belum datang pertolongan atau jalan keluar. Namun ketika kesulitan semakin memuncak, semakin di ujung tanduk, maka setelah itu datanglah fasilitas. Mengapa demikian ya? Itu karena di puncak kesulitan, hati sudah begitu sangat pasrah. Segala suatu telah diserahkan seluruhnya pada Allah, Rabb tempat bergantung segala urusan. Itulah yang dinamakan hakekat dari tawakkal.
Kuncinya adalah sabar. Sabar menanti adanya kelapangan adalah solusi paling ampuh dalam menghadapi masalah, bukan dengan mengeluh dan berkeluh kesah.
Imam Asy Syafi'i pernah berkata dalam bait syair,
Bersabarlah yang baik, maka niscaya kelapangan itu begitu dekat.
Barangsiapa yang mendekatkan diri pada Allah untuk lalu dari kesulitan,
maka ia pasti akan selamat.
Barangsiapa yang begitu yakin dengan Allah, maka ia pasti tidak merasakan penderitaan.
Barangsiapa yang selalu berharap pada-Nya, maka Allah pasti akan memberi pertolongan.
Umar dengan Umur
Umar bin Khattab (581-644) adalah khalifah yang telah membentangkan pengaruh Islam di sejumlah wilayah yang berada di luar Arab Saudi. Di masanya, Mesopotamia, sebagian Persia, Mesir, Palestina, Suriah, Afrika Utara, dan Armenia, jatuh ke dalam kekuasaan Islam. Kekuatan sebagai pemimpin sangat luar biasa, hadir berkat tempaan sang pemimpin agung, Muhammad Rasulullah SAW. Namun, dibalik kesuksesannnya sebagai pemimpin negara, Umar tetaplah seorang pribadi yang sangat sederhana. Suatu hari, anak laki-laki Umar bin Khattab pulang sambil menangis. Sebabnya, anak sang khalifah itu selalu diejek teman-temannya karena bajunya jelek dan robek. Umar lalu menghiburnya. Berganti hari, ejekan teman-temannya itu terjadi lagi, dan sang anak pun pulang dengan menangis. Setelah terjadi beberapa kali, rasa ibanya sebagai ayah mulai tumbuh. Tak cukup nasihat, anak itu meminta dibelikan baju baru. Tapi, dari mana uangnya? Umar bingung, gajinya sebagai khalifah tidak cukup untuk membeli baju baru. Setelah berpikir, ia pun punya ide. Umar menyurati baitul mal (bendahara negara). Isi surat itu, (kira-kira bunyinya begini): "Kepada Kepala Baitul Mal, dari Umar. Aku berarti meminjam uang untuk membeli baju buat anakku yang sudah robek. Untuk pembayarannya, potong saja gajiku sebagai khalifah setiap bulan. Semoga Allah merahmati kita semua. " Mendapati surat dari sang Khalifah Umar, kepala baitul mal pun memberikan surat balasan. Bunyinya, kurang lebih begini: "Wahai Amirul Mukminin, surat Anda sudah kami terima, dan kami saran dengan isinya. Engkau mengajukan pinjaman, dan pembayarannya agar dipotong dari gaji kamu sebagai khalifah setiap bulan. Tapi, sebelum pengajuan itu kami penuhi, tolong jawab dulu pertanyaan ini, dari mana engkau yakin bahwa besok engkau masih hidup? " Membaca balasan surat itu, bergetarlah hati Umar. Tubuhnya seakan lemas tak bertulang. Umar tidak bisa membuktikan bahwa esok hari ia masih hidup. Ia sadar telah berbuat salah. Ia bersujud sambil beristigfar memohon ampun kepada Allah. Setelah memohon ampun, ia pun memanggil anaknya. "Wahai anakku, maafkan ayahmu. Aku tak sanggup membelikan baju baru untukmu. Ketahuilah, kemuliaan seseorang bukan diukur dari bajunya, melainkan dari kemuliaan akhlaknya. Sekarang, pergilah engkau ke sekolah, dan katakan saja kepada teman-temanmu bahwa ayahmu tak punya uang untuk membeli baju baru. " Alangkah luar biasanya perhatian dan kewaspadaan seorang pemimpin dan bawahan. Mereka saling memberikan nasihat dan peringatan. Kisah ini menohok kesadaran kita tentang perilaku para pemimpin di negeri ini. Alih-alih mengutamakan kesederhanaan dan kemuliaan akhlak, mereka malah saling berebut kekuasaan dan memperkaya diri dengan perilaku korup. Semua itu dilakukan tanpa rasa bersalah. Bahkan, antara atasan dan bawahan saling menutupi kesalahan satu sama lain. Tak heran bila Allah menimpakan azab demi azab (bencana) untuk menyadarkan kita agar senantiasa takut kepada-Nya. Wallahu a'lam.
Hamba Duniawi
Sebagai seorang muslim tentu kita tahu siapa Tuhan kita. Siapa yang menciptakan kita. Siapa yang pantas kita sembah. Dan juga mengatahui perbudakan kita untuk siapa. Serta kita ini adalah hamba siapa. Namun tahukah engkau wahai saudaraku? Sesungguhnya secara sadar tidak sadar, kita telah menjadi hamba selain Allah SWT. Mau tidak mau kita sudah termasuk orang yang menuhankan tuhan selain Dzat Yang Maha Agung lagi Maha Esa, Allah SWT. Yang kita tuhankan ini bisa juga disebut berhala modern. Sehingga kita seringkali terjerumus dan terjatuh dalam perbudakan kepadanya. Secara tidak sadar dan sadar, kita telah menyembahnya, menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan ini. Kita rela melakukan apapun demi tuhan yang tidak layak kita sembah ini. Materi dan duniawi beserta segala macam isinya seperti popularitas, wibawa, jabatan, dan lain sebagainya. Itu semua adalah tuhan yang kita sembah selain Allah SWT. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu. Rasulullah SAW bersabda, "Celakalah hamba-hamba dinar, dirham, dan kain beludru. Jika diberi ia rela dan jika tidak diberi ia tidak rela ". (HR Bukhari). Imam shon'ani dalam Subulu as Salam syarah Bulughu al-Maram menjelaskan. Bahwasanya yang dimaksud dengan hamba dinar dan dirham adalah orang yang menghambakan dirinya kepada duniawi. Ketika ia menemukan dunia seolah ia adalah hamba dari dunia itu dan dunia adalah sang raja-nya. Serta ia telah benar-benar tenggelam ke syahwat duniawinya. Ia juga menambahkan. Bahwasanya yang tercela dari dunia adalah ketika seorang hamba telah menenggelamkan dan menyibukan dirinya untuk dunia. Sehingga ia melupakan kewajibannnya kepada Allah SWT. Dzat yang lebih berhak diutamakan dari apapun dan siapapun. Marilah kita renungkan bersama akan hal ini wahai saudaraku! 'Abdullah artinya hamba Allah, menuhankan Allah SWT. Dari sini kita bisa juga maknai. Bahwasanya 'abdu ad-dirham dan' abdu ad-dinar, hamba dirham dan hamba dinar. Orang yang menuhankan dirham dan dinar. Dimana dirham dan dinar adalah perlambang dari materi atau duniawi. Ini seperti yang diisyaratkan Imam shon'ani. Namun ia tidak sampai jatuh pada hukum syirik. Ketika kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkan materi. Ketika kita tidak peduli status harta itu. Apakah ia syubhat, haram, atau halal. Yang penting kita mendapatkannya. Bukankah itu sudah termasuk dari perbudakan kepada materi? Menyerahkan diri, melakukan apapun demi materi. Ketika kita berusaha meraih popularitas, dan berusaha mempertahankannya mati-matian. Bahkan tak jarang menempuh jalan mistik yang tidak seharusnya. Dan juga membahayakan diri sendiri dengan konskuensinya. Bahkan tak jarang demi popularitas rela merendahkan diri dengan mengobral aurat misalnya. Atau memperdagangkan diri secara langsung dan tidak langsung. Bukankah itu berati kita sudah menghamba kita untuk pupolaritas, duniawi? Serta mengalahkan Allah SWT Dzat Yang Maha Agung dengan segala aturannya yang sempurna?
Perbedaan Bisnis MLM, Money Game dan Skema Piramid
Apa definisi Anda tentang money game dan skema piramid?
Saya coba bedakan. Kalau money game itu bisa dibilang semacam penggandaan uang. Contohnya kasus QSAR dan Banyumas Mulia Abadi (BMA). Kemudian Probest itu semilah; ada money game-nya, ada piramidnya. Karena, dia menjanjikan uang bisa meningkat delapan kali lipat dalam waktu 15 bulan. Kalau piramid itu adalah suatu proses di mana seseorang dianjurkan untuk merekrut supaya mendapat penghasilan besar dari rekrutnya. Bukan hasil dari penjualan produk. Contoh, arisan berantai, waktu itu Yosihiro, Pentagono yang pernah ramai, dan Goldquest (sekarang Questnet: red).bagaimana cara mengenali money game?
Rasanya, saat ini di Indonesia banyak orang yang tidak bisa membedakan antara iming-iming yang terlalu muluk dengan bisnis yang riil. Sebab, money game itu pasti menjanjikan sesuatu hasil yang aneh, tidak masuk akal. Contoh paling mudah, BMA itu menjanjikan investasi, beli satu paket produk seharga Rp1,5 juta, dalam waktu 21 hari dapat bonus Rp2,5 juta. Artinya, dalam waktu 21 hari bunganya 60 persen. Berarti, setahun berapa itu? Itu nggak logis. Kemudian QSAR dan banyak perusahaan-perusahaan sejenis. Mereka menjanjikan keuntungan pasti 10-15 persen per bulan. Berarti per tahun 120-180 persen. Bisnis apa yang mampu memberikan keuntungan semacam itu secara fixed? Itu jelas tidak ada. Jadi, kalau orang terkecoh, berarti dia kena.
Apa pembanding bagi logis tidaknya bisnis money game ini?
Saya kira, piranti investasi yang paling wajar atau umum ada tiga. Pertama, deposito bunganya 6-8 persen per tahun. Kedua, obligasi, itu memberikan keuntungan sekitar 10-14 persen per tahun. Terakhir, saham. Saham pun menjanjikan keuntungan lebih kurang 12-50 persen per tahun, dengan satu hukum dasar high risk high return, low risk low return. Artinya, kalau kita bermain saham karena berharap keuntungan 50 persen, kita juga punya risiko rugi. Jadi, kalau sudah begitu ada orang menjanjikan keuntungan 120-180 persen, apalagi sampai 800 persen per tahun, saya kira sudah pasti money game.
Dari sisi perangkat hukum?
Kalau investasi jelas ada ya, misalnya Bapepam sebagi badan pengawas. Kalau obligasi juga ada izinnya.
Deposito juga. Tapi kalau money game itu kelihatannya tidak ada. bahkan, cenderung ilegal.
Kalau cara mengenali skema piramid?
Sebetulnya, kalau dibilang skema piramid itu menipu, itu sulit, karena tidak ada undang-undangnya. Dibilang menipu ndak juga, karena aturan mainnya juga jelas. Kalau Anda rekrut Anda dapat duit, kalau Anda tidak rekrut Anda tidak dapat duit. Nah, misalnya Goldquest, di beberapa tempat sampai di-banned. Karena, pemerintah melihat korbannya banyak. Tapi kalau orang ditipu Goldquest, itu ditipu di mananya. Cuma kalau kita ditanya, ciri khas piramid apa, jelas. Satu, biaya investasi atau biaya pendaftarannya tinggi.
Kalau di MLM yang normal, biaya pendaftaran itu kan cuma untuk mendapatkan starter kit, Rp100 ribuan. Tapi INFO APLI Edisi XXXVI/April-Juni 2007 5 kalau di piramid, biasanya jutaan. Kedua, penghasilanitu terutama dari rekrutmen, maka biasanya tidak ada tutup poin. Ketiga, barang itu relatif tidak ada. Kalau
pun ada, biasanya kamuflase. Contoh, Yusihiro, sabunnya murah, dibungkus pakai kertas mas, lalu dijual ratusan ribu.
Kadang-kadang, di MLM yang benar pun bisa dibuat piramid. Misalnya, orang diajak bergabung awal
dengan biaya investasi yang tinggi untuk ambil posisi. Misalnya, biaya normalnya Rp200 ribu untuk jadi member, kemudian dirayu untuk langsung belanja Rp5 juta untuk posisi Manajer. Kemudian, ajak 2-3 orang Manajer, langsung bisa jadi Direktur. Jadi penghasilanutama dari rekrut dan biaya yang tinggi.
Skema piramid prinsipnya cari penghasilan dari rekrut orang. Jika dimainkan di semua bidang, prinsip ini pasti merugikan pihak lain. Jadi, persoalannya mungkin bukan pada besaran uang, tapi pada cara mendapatkan penghasilannya. Pendapat Anda?
Itu memang salah satu indikator piramid. Piramid itu penghasilan utamanya memang dari rekrut. Cuma
dari rekrut itu, kalau piramid yang kecil-kecil itu saya ndak pernah ketemu, lho! Yang Rp100 ribuan…? MLM pulsa itu masuk piramid ndak ya…? Penghasilan utamanya dari rekrut, itu benar… Rp100 ribu untuk gabung, dia dapat fasilitas untuk mentransfer pulsanya dari profider yang satu ke profider yang lain. Jadi, dia bisa jualan pulsa. V-Net itu dapat SIUPL, walaupun masuk APLI ndakboleh. Karena, menurut APLI penghasilan utamanya dari rekrut.
Kalau skema sama, produk sama, tapi nominal uang pendaftaran lebih tinggi?
Di situ harga menjadi tidak wajar. Kalau beli fasilitas Rp100 ribu, itu worth tidak. Kalau fasilitas itu worth dengan Rp100 ribu, maka orang memang beli fasilitas. Kalau kita beli membership golf itu jutaan lho, tapi itu worth, bernilai bagi membernya. Kalau misalnya fasilitas member MLM pulsa itu dijual Rp1 juta sementara pulsa yang didapat hanya Rp50-100 ribu, maka dia sudah masuk kategori money game. Jadi, lihat nilainya, bisa dianggap wajar atau kurang wajar.
Bagaimana seharusnya masyarakat bersikap terhadap money game dan skema piramid ini?
Gara-gara money game ini marak sekali, orang menyamaratakan money game dengan MLM. Akibatnya,
citra MLM jelek. Kalau dengar MLM orang sudah alergi. Kalau kita lihat secara objektif, dengan adanya MLM ini banyak orang bisa dididik dengan baik. Satu, jiwa wiraswastanya. Orang bisa dididik memiliki jiwa bisnis. Lalu, MLM juga melatih orang supaya bisa menjual, merekrut, dan itu suatu pendidikan yang menurut saya sangat bagus. Sekolah untuk jadi pramuniaga itu mahal lho, jutaan….
Juga sikap mental. Orang di MLM dididik bersikap positif, bagaimana menghadapi penolakan dan sanggahan, bagaimana berbesar hati, punya mental baja, dan pantang menyerah. Kita lihat banyak leader terbentuk, yang dulunya nothing jadi something. Pemulung, pengamen, pegawai rendahan, setelah ikut MLM bisa punya posisi bagus dan pendapatan sampai puluhan juta.
Jadi, MLM-nya bagus. Tapi, karena ada piramid dan money game—yang menyebabkan MLM dapat citra jelek—orang jadi alergi. Apalagi, dalam MLM yang baik kadang-kadang ada orang yang membuat sistem dalam sistem. Sehingga, orang disuruh beli posisi, suruhbergabung langsung Manager, rekrut Manager jadi Direktur. Akhirnya, mereka menciptakan paket-paket besar, mengejar uangnya tanpa mengerti manfaat produk, dan tidak tahu cara menjual. Kalau sudah begitu, orang tidak diajari training produk. Orang diajari rekrut orang lain dengan iming-iming hasil besar.
Prinsip bisnis money game dan skema piramid ini bisa dimasukkan ke bisnis apa saja. Bukankah ini akan semakin mengancam
masyarakat?
Di Indonesia, mungkin juga di dunia, piramid ataupun money game ini marak kalau keadannya lagi susah. Kalau kondisi susah, cari duit juga susah. Cari yang halalsusah, maka terpaksa banyak yang cari jalan pintas. Sehingga, kadang-kadang lupa bahwa makin besarhasilnya makin besar pula risikonya. BMA itu marak setelah krisis ekonomi. Ketika krisis, dollar AS dari Rp2.400 jadi Rp15.000, dan orang Indonesia tiba-tiba jadi miskin, maka money game itu marak. Tapi, kalau ekonomi lagi baik, money game tidak marak. Sekarang ini, sejak BBM naik Oktober 2005, sektor riil kita hancur, daya beli turun, banyak orangjadi tambah miskin. Saat ini, menurut saya,menciptakan situasi yang sangat subur bagi tumbuhnya money game dan skema piramid baru.
MAU MENDIRIKAN KHILAFAH
Salah satu yang membuat kita berdecak kagum pada sejarah umat Islam dalam-waktu khilafah Islamiyah adalah presentasi yang diberikan tiap khilafah itu kepada umat manusia. Salah satu pertunjukan yang utama adalah jaminan pendidikan dan kesehatan buat semua orang, bukan hanya umat Islam, tetapi semua pemeluk agama.
Perguruan Tinggi di dunia Islam sejak dulu tidak pernah memungut bayaran dari para mahasiswanya. Sebaliknya, semua mahasiswa malah mendapatkan gaji dan tunjangan dari kampusnya. Baik kampus itu milik negara atau pun milik swasta.
Maka tidak heran kalau dunia pendidikan saat itu sangat maju dan berkualitas. Sebab semua orang yang ingin belajar, mendapatkan bantuan dari semua pihak. Bukan saja dari negara, tapi dari semua elemen masyarakat.
Dan gratisnya pendidikan adalah fitur sebuah khilafah Islamiyah. Kalau hari ini ada keinginan untuk mengembalikan lagi khilafah, rasanya sangat tepat kalau fitur-fitur itu kita mulai lebih dahulu. Agar orang tahu, bahwa mendirikan khilafah itu memang ada manfaatnya yang langsung bisa dirasakan, bukan saja oleh umat Islam, tetapi juga orang pemeluk agama lain.
Sayangnya, nyaris semua kampanye untuk kembali ke khilafah saat ini, berhenti hanya sebagai slogan kosong tanpa makna. Kalau cuma bicara doang, semua orang juga bisa. Tapi yang dibutuhkan adalah bukti nyata, amal, kerja, kinerja, hasil, manfaat yang real. Bukan hanya janji-janji kosong bak calon anggota legislatif. kalau nanti saya terpilih, saya akan begini dan begitu. Kalau nanti khilafah sudah bediri, nanti kita akan begini dan begitu. Kalau ada khilafah nanti kita akan makmur.
Itu terbalik. Ciptakan dulu kemakmuran, setidaknya di kalangan yang terbatas, sehingga semua orang tahu dan melihat langsung buktinya. Baru nanti semua orang akan melirik dan melihat langsung. Kemudian orang akan mengambil kesimpulan. Ooo, mereka itu makmur karena mereka menerapkan syariat Islam, yang kalau semakin besar, akan menjadi khilafah.
Saudara-saudara saya yang sangat getol mengkampanyekan tegaknya khilafah itu rupanya bingung harus mulai dari mana perjuangan mereka itu. Persis orang yang bingung, mana duluan, telur atau ayam.
Padahal contoh dari Nabi SAW itu jelas sekali. Tidaklah Madinah itu didirikan, kecuali kalau sudah ada muhajirin dan anshar. Artinya, tidak mungkin khilafah Islam itu berdiri, kalau tidak ada umatnya.
Loh, 1,5 milyar ini apa bukan umat?
Benar, mereka itu umat. Tapi umat yang tidak berhak memiliki khilafah. Karena mereka umumnya tidak kenal agama Islam yang dipeluknya sejak lahir. Yang mereka kenal sekedar ritual-ritual tanpa makna. Karena faktor keturunan saja mereka sekarang secara formal beragama Islam.
Benar, mereka itu umat. Tapi mereka tidak bersatu seperti 15 juta orang yahudi di seluruh dunia. Mereka lebih suka hidup berkelompok-kelompok sambil asyik saling mengejek dan menjelekkan satu sama lain, sembari membanggakan kelompok mereka sendiri. Setiap partai membanggakan apa yang mereka punya. Setiap jamaah merasa paling unggul dengan kinerjanya. Setidak ormas merasa paling berjasa dengan karyanya. Setiap gerakan merasa paling populer dengan nama besarnya. Setiap murid merasa paling benar dengan fatwa ustadznya.
Benar, mereka umat. tapi mereka juga belum menerapkan syariah dalam pribadi dan keluarga mereka. Bahkan mereka pun belum lagi mengerti detail-detail syariah. Karena mereka tidak pernah belajar ilmu syariah secara serius. Latar belakang pendidikan mereka tidak lain adalah ilmu-ilmu milik orang kafir yang sekuler. Ilmu-ilmu keislaman yang mereka punya sangat terbatas, dangkal, dan sebisa-bisanya saja. Tidak mengambil dari sumber ilmu itu sendiri secara matang dan serius.
Benar, mereka umat. Tapi apa yang mereka makan, tidak tahu halal haramnya. Apa yang mereka minum, juga tidak tahu halal haramnya. Apa yang mereka pakai, juga tidak tahu halal haramnya. Apa yang mereka dapatkan dari rejeki, juga tidak pasti halal haramnya.
Benar, mereka umat. Tapi mereka tidak tahu siapa yang jadi mahram dan siapa yang bukan. Mereka tidak tahu cara untuk waris yang diajarkan Rasulullah SAW. Mereka tidak tahu bahwa mengucapkan talak kepada istri walau cuma main-main ternyata jatuh juga. Mereka tidak tahu kalau wanita yang ditalak suaminya itu ada masa iddahnya dan tidak bisa keluar dari rumah suaminya.
Benar, mereka umat. Tapi mereka tidak tahu bahwa macet di jalanan kota Jakarta itu tidak bisa dijadikan alasan untuk menjama `shalat. Dan bahwa menjama `shalat itu tidak bisa dilakukan setelah sampai di rumah, karena sudah bukan musafir lagi.
Dalam kondisi yang sangat umum dan parah dalam keawaman itu, rasanya masih mimpi kalau kita bicara tentang tegaknya khilafah islam. Sebab keawaman-keawaman seperti itu tidak pernah terjadi di masa tegaknya khilafah Islam selama 14 abad ini. Dan tidaklah khilafah Turki Utsmani runtuh di tahun 1924 yang lalu, kecuali karena umat ini semakin publik dan terlalu publik dengan syariah Islam.
Maka kalau kita bercita-cita ingin mengembalikan lagi khilafah Islamiyah seperti itu, langkah pertama yang harus ditempuh adalah kita wajib menghidupkan kembali ilmu-ilmu keislaman, sehingga seluruh lapisan umat yang 1,5 milyar ini melek syariah. Bukan cuma melek, tapi sampai paham, mengerti, nyambung, tahu, ngeh, dan ngelotok. Kemudian mereka menerapkan syariah itu, minimal mulai dari diri sendiri, kemudian di dalam lingkungan terdekat, yaitu keluarga dan tetangga. Dan seterusnya sampai masyarakat, negeri dan dunia.
Jangan sampai orang yang teriak-teriak mengajak untuk mendirikan khilafah malah tidak mengerti detail syariah Islam. Atau tidak bisa berbahasa Arab, sehingga tidak mampu menunjukkan turats (warisan) ilmu-ilmu keislaman yang asli. Jangan sampai dia malah orang yang masih belajar mengeja huruf Al-Quran, atau baca Quran tidak fasih yang hanya bikin kuping jadi kesemutan.
Katanya mau mendirikan khilafah, lha wong baca Qur'an aja termehek-mehek gitu kok?
Kenapa begitu?
Karena bicara khilafah artinya bicara jutaan bahkan bermilyar pekerjaan besar. Dan semua itu harus sudah dimulai sejak sekarang, bukan menunggu kalau khilafah sudah berdiri, baru mau kerja.
Salah satu pekerjaan rumah itu ya belajar dulu deh baca quran yang fasih, tanpa salah, dan enak didengar. Kalau itu saja masih belum dikerjakan, terus mimpi bikin khilafah, waduh. . .
Pekerjaan lainnya?
Ya, itu tadi. Gimana caranya kita bisa punya kampus dan rumah sakit yang gratis. Sebab di masa khilafah dulu, semua kampus dan rumah sakit memang gratis, baik yang negeri atau yang swasta. Dan untuk punya kampus atau rumah sakit yang gratis, tentu tidak harus menunggu khilafah berdiri dulu. Sebaliknya, justru keberadaan kampus dan rumah sakit gratis itu yang akan membuat orang-orang tertarik ikut mendirikan khilafah. Karena memang ada manfaat yang nyata dan langsung bisa dirasakan umat.
Bukan sekedar kampanye dan omong kosong.
Ketika Salman Al Farisi Melihat Punggung Rasulullah
Seperti biasa, Salman al-Farisi menjalankan tugasnya sebagai seorang budak di Kota Yatsrib. Hari itu dia bertugas di ladang kurma tuannya, seorang Yahudi dari Bani Quraizhah. Tatkala sedang berada di atas pohon kurma, seseorang datang menyampaikan berita dengan nada marah kepada tuannya yang sedang duduk di bawah pohon kurma. "Celakalah Bani Qailah. Sekarang mereka berkumpul di Quba 'menyambut laki-laki dari Makkah yang mendakwakan dirinya Nabi." Salman sudah lama ingin mendengar berita itu. Ia tidak sabar untuk segera menemui Nabi yang baru datang tersebut. Salman segera turun dari pohon kurma dan bertanya kepada tamu itu, "Apa kabar Anda? Coba kabarkan kembali kepadaku!" Tuannya langsung marah dan memukul Salman sambil menghardi,: "Kerjakan tugasmu kembali! Berikut bukan urusanmu!" Salman kembali sadar bahwa dia sekarang berstatus sebagai budak. Bukan orang merdeka. Dia berasal dari Jayyan, Kota Isfahan, Persia. Bapaknya seorang petani kaya yang terpandang dan pemeluk agama Majusi yang taat. Dia ingin putra kesayangannya ini menjadi pemeluk Majusi yang taat. Karena itu Salman dikirimnya ke kuil, menjaga api yang mereka sembah jangan sampai padam. Tapi, jalan hidupnya berubah setelah dia tertarik menyaksikan cara beribadah orang-orang Nasrani di gereja. Akhirnya dia kabur dari rumah bapaknya, dan memulai pengembaraannya dari satu gereja ke gereja lain, belajar agama dari satu pendeta ke pendeta lainnya sampai akhirnya dia bertemu dengan pendeta di Amuria. Setelah guru terakhirnya wafat, dia ikut sebuah kafilah Arab yang berjanji akan membawanya ke tanah Arab. Sebagai imbalannya Salman menyerahkan seluruh ternaknya ke kafilah tersebut. Sayang dia ditipu. Kafilah itu menjualnya sebagai budak kepada seorang Yahudi dari Yatsrib. Sejak itulah Salman tinggal di Yatsrib dan menunggu-nunggu kedatangan Nabi terakhir itu. Besoknya Salman datang ke Quba, menyuguhkan sepiring kurma kepada Nabi dan menyatakannya sebagai sedekah. Nabi menerima kurma dari Salman, lalu membagi habis pada sahabat-sahabatnya. Satu biji pun tidak ia makan. Setelah di Madinah, Salman datang lagi menyuguhkan sepiring kurma kepada Rasulullah, kali ini menyatakannya sebagai hadiah. Nabi segera memakan sebiji kurma lalu mempersilakan para sahabat makan bersamanya. Apa yang dikatakan gurunya dulu tepat, Nabi yang terakhir itu tidak menerima sedekah, tapi menerima hadiah. Salman semakin yakin bahwa ia memang Nabi terakhir yang diutus. Tetapi untuk memastikannya, Salman ingin membuktikan satu hal lagi. Apakah memang di punggung beliau ada tanda kenabian. Kesempatan itu di dapatnya waktu di Baqi. Tatkala itu Nabi mengantar jenazah seorang sahabat, Salman sengaja mengitari Nabi berusaha melihat punggung Nabi. Rupanya Nabi paham dan menjatuhkan kain yang menyelimuti punggungnya sehingga Salman dapat melihat tanda kenabian itu. Segera dia memeluk Nabi, menciumi beliau sambil menangis. Itulah perjalanan panjang Salman menemukan kebenaran. Berbahagialah Salman al-Farisi pada hari kematiannya, dan berbahagia pula dia kelak pada hari dibangkitkan kembali di akhirat.
Tetap optimistis
Akhir perjalanan sudah pasti, sedangkan bekal belum lagi terisi. Maka, jika napas masih berdesah dan mentari masih hangat dirasakan, tak perlu berkeluh kesah meratapi masa lalu yang telah pergi. Tak juga berkhayal melukis langit tiada bertepi. Masa lalu adalah lembaran kertas yang telah terbakar yang tidak meninggalkan apa pun, kecuali kenangan keceriaan atau pahit getirnya pengalaman. Hari kemarin telah berlalu, hari esok belum lagi tentu. Maka, anggap saja hidup kita hanyalah hari ini, agar diri kita sibuk mengisi bekal menuju hari nanti. Kekasih abadi mengetuk nurani, "Hai orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan harus setiap diri memperhatikan apa yang dipersiapkannya untuk hari esok ...." (59: 18). Sambil mempersiapkan bekal, seorang yang hatinya berpaut cinta Ilahi akan melepaskan pandangannya sejenak ke masa lalu, membuka album tua yang telah kusam. Bukan untuk berhenti atau terjebak dalam nostalgia tanpa prestasi, melainkan sebagai penyegar semangat dengan menimba pengalaman membaca sejarah. Sungguh sudah berlalu sunah-sunah Allah untuk menjadi berita pelajaran untuk orang-orang yang beriman. (QS Ali Imran [3]: 137). Membaca sejarah berarti menimba hikmah untuk dijadikan pedang kelewang menebas segala kebodohan dan kebatilan. Dan sejatinya, cara kita menyikapi sejarah harus bertanya, "Mengapa, bagaimana, dan apa akibatnya? Bukan hanya berhenti pada siapa, kapan, dan di mana?" Kita harus mampu menganalisis dengan bertanya. Mengapa peristiwa itu terjadi? Bagaimana caranya agar hal-hal yang tidak kita inginkan dapat kita hindari? Apa akibat atau resikonya untuk eksistensi dan keberhasilan cita-cita kita? Dengan pendekatan seperti ini, sejarah akan menjadi inspirasi dan motivasi terbaik untuk mengoptimalkan kinerja "ulil al-bab" sebagai bentuk pertanggungjawaban manusia dalam kedudukannya sebagai khalifah fil ardhi (divine vicegerency). Hanya bangsa yang besar yang memahami makna kesejarahannya. Dan bangsa yang memutus tali kesejarahannya akan lenyap ditelan gelombang peradaban yang tak kenal belas kasihan. Berbekal sejarah, ia tak kenal rasa takut menatap masa depan. Karena untuk dirinya, setiap hari adalah saat terbaik mengerahkan segala potensi meraih prestasi. Hari ini tidak bisa digugat. Sepiring nasi yang terhidang hari ini lebih berarti dari emas permata di hari esok. Ya, hari inilah milikmu. Bukankah ada pepatah indah, "Bekerjalah kamu seakan kamu akan hidup selamanya dan beribadahlah kamu seakan kamu akan mati esok hari." Karena milikmu hanya ada di hari ini, maka tebarkanlah benih amal manfaat betapa pun esok bekal kiamat tak ada kata henti menikam hasrat. Tetaplah optimistis menanti semburat cahaya mentari. Orang optimis itu sungguh jauh dari sifat berkeluh kesah. Karena, ratapan penyesalan hanya merobek jiwa dan menambahkan sesaknya dada. Mereka yakin, di setiap bercak dosa dan nista sesunguhnya selalu ada pintu-pintu pengampunan-Nya. Di setiap penyakit ada obatnya. Di setiap kegagalan ada sukses yang menunggu. Maka tetaplah optimistis.
Antara Setan Dan Malaikat
Segala sesuatu mempunyai dua kutub berbeda. Ada kanan ada kiri. Ada bawah ada atas, ada pintar ada pula bodoh, ada baik ada buruk, ada malaikat dan ada pula setan. Begitu juga manusia, dalam dirinya manusia punya dua sisi tersebut. Terkadang malaikat yang lebih dominan, namun di lain waktu setanlah yang menguasai.
Saat kita melihat seseorang dengan pakaian compang-camping mengais sampah untuk mencari nasi, hati ini tergugah untuk memberinya makan makanan yang layak seperti yang kita makan. Degan memberinya sepiring nasi sepertinya kita sudah menjadi malaikat yang telah menjadi penolong orang lain.
Di sisi lain saat ada seseorang berbuat kesalahan, kita sulit sekali memaafkannya, menampakkan muka angkuh di hadapannya, menyiratkan pandangan kebencian terhadapnya, bahkan menyapanyapun tidak mau. Tetapi saat itu kita tidak merasa diri ini setan bukan?
Rasulullah mengajarkan “saat tangan kanan memberi maka tangan kiri tidak boleh tahu”. Tetapi apa yang kita lakukan? Saat tangan kanan memberi, dengan sengaja ia mengundang tangan kiri untuk mendampinginya. Apakah manusia merasa dirinya setan dalam situasi seperti ini?
Ada orang merasa dirinya besar jika ia mampu pergi ke Tanah Suci. Berdoa dan didoakan menjadi haji yang mabrur. Menunaikan haji dan pulang membawa air zam-zam dan pernak-perniknya, mengajak kumpul para tetangga dan mengeluarkan banyak harta untuk disedekahkan. Namun, ia berbangga dengan gelar hajinya, tidak boleh orang memanggilnya “Bapak Fulan” tetapi harus “Bapak Haji Fulan”. Orang-orang dibuat bingung akan kehadiran Fulan ini. Haruskah ia dipuji seperti malaikat ataukan dicaci seperti setan?
Manusia selalu merasa dirinya malaikat tetapi tidak pernah merasa dirinya setan meskipun ia seorang pembunuh, koruptor, perampok, ataupun perampas hak-hak orang kecil. Topeng malaikat terlalu kuat melekat dalam hati manusia sehingga menyamarkan jatidirinya. Orang-orang tidak dapat lagi membedakan yang mana malaikat dan yang mana setan. Mereka memuji-muji sang setan dan mencaci sang malaikat. Mengikuti yang salah dan mengabaikan kebenaran sehingga membentuk topeng-topeng malaikat baru dalam jiwa-jiwanya.
Kita tidak pernah menyadari yang mana setan dan yang mana malaikat dalam diri ini. Namun yang harus kita sadari adalah mereka ada dalam jiwa kita. Manusia itu sendirilah yang menghidupkan salah satu dari mereka. Malaikat akan hidup dengan cinta, kasih sayang, memaafkan, rendah hati. Sedangkan setan akan hidup dengan benci, dendam, prasangka, dan kesombongan. Kembali kepada manusia itu sendiri sisi mana yang ingin ia hidupkan. Wallahua’lam.
Dunia dan Ilusinya
Nilai kehidupan dunia tidak diukur dari melimpahnya harta, tingginya jabatan, atau kesenangan duniawi belaka, semua itu bersifat sementara. Karena itu, janganlah menjadikan semua itu sebagai tujuan akhir dari kehidupan dunia. Alquran menggambarkan kehidupan yang menunjukkan hakikat kehidupan dunia sebenarnya tidak terlena dalam urusan dunia, dan melupakan kehidupan akhirat. Pertama, al-la'b wa-lahwu (permainan dan senda gurau) . Kesenangan dunia hanya sebentar, tidak tetap. Untuk itu, jangan mudah terpedaya olehnya, dan default dari memperhatikan urusan akhirat. Sesungguhnya kenikmatan dunia itu hanya sebagai penghilang kepedihan, dan tidak lebih dari permainan dan senda gurau belaka. Allah SWT berfirman, "Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertaqwa. Maka apakah kamu memahaminya? "(QS Al-An'am [6]: 32). Kedua, al-zinah (perhiasan). Kehidupan dunia berupa wanita, keturunan, harta dari jenis emas dan perak, kuda pilihan, binatang ternak, sawah ladang, dan sejenisnya hanyalah sebuah perhiasan, bukan suatu nilai. Semuanya adalah sarana, bukan tujuan. llah SWT berfirman, "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). "(QS Ali Imran [3]: 14). Ketiga, al-ghurur (tipuan). Penggambaran dunia dengan al-ghurur, karena dunia dapat menundukkan manusia, membuat mereka condong kepadanya, dan default dari apa ang seharusnya dipersiapkan untuk menghadap Allah SWT. Allah SWT berfirman, "Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (QS Ali Imran [3]: 185). Keempat, al-aradh (harta benda). Harta benda tidak akan kekal dan tidak akan abadi. Kehidupan dunia datang hanya untuk memberi peringatan akan ketidakabadiannya (QS Annisa '[4]: 94). Rasulullah SAW menegaskan, "Kekayaan sejati bukanlah terletak pada harta benda, akan tetapi terletak pada kelapangan hati." (HR Muslim). Para penghuni dunia selalu ingin saling membanggakan kekayaan, kekuasaan, kekuatan, keturunan, posisi, dan sebagainya. Mereka ingin menjadi populer dalam urusan dunia, karena ketidaktahuannya. Sedangkan untuk mereka yang senantiasa waspada dan mengetahui hakikat kehidupan dunia, akan menjadi sebagai jembatan penyeberangan. Dunia bukan tujuan akhir, tetapi sebagai sarana yang dapat mengantarkannya menuju kebahagiaan yang hakiki. Wallahu a'lam.
Mualaf Clay Saat Ingin Pengaruhi Teman Muslimnya, Ia Justru Tercerahkan
Nikmat Islam dan Iman akan diberikan Allah kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Clay, termasuk salah satunya. Tak pernah ia menyangka, selama 20 tahun memeluk Kristen evangelis, ternyata ia hanya membutuhkan waktu kurang dari dua tahun sebelum menyatakan beriman kepada Allah. Kini, sudah 4,5 tahun mantan mahasiswa Universitas Arizona ini memeluk agama Islam.
Ia mengaku tak pernah tahu apa-apa tentang Islam. “Kecuali apa yang mereka katakan kepadaku saat masih di kelas lima. Yang mereka ajarkan kepadaku adalah Alquran itu hal besar,” ujar dia.
Saat masih berkuliah (18-20 tahun), ia sering berlajar bersama teman di ruang bawah tanah perpustakaan. Kelompok belajarnya berasal dari campuran beberapa agama.
Saat belajar, mereka tak hanya mendiskusikan pelajaran. Topik lain seperti politik dan agama juga menjadi santapan. Di antara teman kelompoknya itu, ada satu orang muslim. Kepada kawan muslimnya, ia pernah menyimpan niat untuk ‘mengkristenkan’ orang itu. Dalam hati, ia berujar, “Aku akan membawa orang ini menuju Kristus,” katanya.
Ia pernah beberapa kali memberi masukan tentang Kristen. Sebagai orang Kristen, ia merujuk pada perjanjian baru Alkitab. Temannya mendengarkan dengan saksama. Sampai kemudian mereka berpisah, Clay mendoakan agar si muslim bisa masuk Kristen.
Melihat ada gelagat aneh untuk mengkristenkan temannya, sang kawan yang Muslim lantas menanyakan apa yang sebenarnya diinginkan Clay. "Dengar, aku akan melakukan apa pun yang Anda inginkan. Jika anda ingin saya untuk membelikan anda mobil, aku akan membelikanmu mobil,” ujar Clay menirukan kawannya. Lalu Clay hanya menjawab bahwa ia tak menginginkan apapun dari teman muslimnya kecuali ia menjadi Kristen.
Siapa sangka, pengalaman sang teman muslim justru memberikan pencerahan pada Clay. Sambil mengobrol, Clay baru tahu latar belakang si Muslim yang ternyata seorang atheis. Sebelum menjadi Muslim, dari atheis ia memeluk Kristen, kemudian ke Katolik, baru akhirnya memeluk Islam.
Meski informasi itu sempat mengusiknya, Clay tetap pergi ke gereja hingga usianya 20 tahun. Menjelang usia 30-an, ia merasakan sesuatu terjadi dalam dirinya. Ia penasaran tentang Islam.
Saat panggilan itu muncul, timbul pula rasa ragu antara ‘ya dan tidak’ untuk mempelajarinya lebih lanjut. Butuh waktu sembilan bulan baginya untuk memutuskan akan mencari tahu tentang Islam. “Jadi aku pergi ke toko buku dan membeli terjemahan bahasa Inggris dari ALquran dan mulai membacanya,” ujar dia.
Ia hanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk menyadari ada gambaran yang berbeda tentang Tuhan dari kitab suci yang belum lama ia baca itu. Saat ia membaca terjemahan Alquran, ia menyadari Islam adalah agama yang sangat terfokus dan bahwa Tuhan adalah sumber dari segala kekuatan yang ada.
“Tak satu pun dari kekuasaan diperuntukkan bagi orang lain. Semua takdir yang baik, buruk, jelek, indah dan yang akan terjadi, hanya Allah yang punya kuasa,” kata dia. Entah karena apa, ia merasa keinginan untuk memuji Allah seperti tumbuh saja pada dirinya. Awalnya Clay tak yakin bahwa Alquran sebagai satu-satunya sebab yang membuatnya masuk Islam, ia berpikir Islamnya ia hari ini terjadi pada kehendak Allah. "Saya tidak pernah tahu bagaimana pikiran saya bisa berubah. Allah yang mengendaki saya suatu hari akan masuk Islam. Alhamdulillah, setelah 18 bulan, aku tiba-tiba terbangun dengan rasa iman di dada dan (tiba-tiba) mengenali-Nya, "kata dia. Clay mulai memeluk Islam setelah 18 bulan mempelajari Islam. Keislamannya seperti sesuatu yang spontan. Ia tiba-tiba terbangun di tengah malam dan berujar, "Hei, subhannallah, saya muslim!". Mengutip hadis, ia mengatakan bahwa siapa yang diberi hidayah oleh Allah maka tidak seorangpun yang bisa menyesatkannya. Sebaliknya, siapa yang disesatkan oleh Allah maka tida seorangpun yang bisa memberinya petunjuk (HR. Ahmad, Abu Dawud, at Tirmidzi).
Ketika menjadi muslim ia bahagia mengetahui Islam menghormati Nabi Isa. Clay tidak memungkiri hak-hak ilahiah yang diberikan kepada Yesus (Isa). "Ketika saya tahu bagaimana Islam menggambarkan tentang Yesus, aku senang melihat bahwa Yesus digambarkan sebagai seorang nabi (Isa / Yesus juga disebut Mesias)," kata dia. Salah seorang Muslim pertama yang ia temui selama 18-bulan masa belajar Islam pernah melontarkan satu hal . "Yesus adalah seorang nabi Allah yang harus dihormati. Meninggal dengan cara disalib bukanlah cara yang baik untuk mati. Dan ini tidak cocok untuk seorang nabi Allah," ujar dia. Saat itu ia baru menydari bahwa umat Islam begitu menghormati Yesus. Setelah memeluk Islam, ia berharap semua umat Islam di dunia mendapatkan hidayah agar ibadah yang dilakukan semakin baik dan sempurna. Ia merasa sedih dengan pemberitaan tentang Islam yang beredar di media, misalnya tentang teroris. "Sangat menyedihkan bahwa orang tidak mendapatkan gambaran yang jelas tentang Islam dalam berita dan media , "ujar dia. Jika ada sesuatu yang salah tentang Islam, media langsung memberitakannya. Menurutnya, media pintar sekali membisniskan berita." Padahal seorang muslim sejati tidak akan pernah menjadi teroris. Dan teroris itu bukanlah muslim sejati, "katanya
Bukti Al - Quran Bukan Buatan Manusia
Al-Quran adalah kalam Allah yang merupakan sebuah Mu'jizat yang diturunkan kepada Nabi akhir jaman Muhammad. Tidak ada yang menandingi keindahan bahasa Al-Quran dan keindahan ketika kita melantunkan Al-Quran. Banyak orang yang hatinya tergetar jika di bacakan ayat-ayat Al-Quran, sehingga kemudian dia mendapatkan brosur kebenaran. Al-Quran adalah satu-satunya kitab yang terjaga keasliannya walau telah diturunkan 14 abad yang lalu akan tetapi tetap terjaga dalam satu bahasa dan satu huruf yang terangkai didalamnya.
Banyak usaha-usaha yang di lakukan oleh orang-orang kafir untuk memalsukan Al-Quran, namun usaha itu selalu kandas dan sia-sia. Al-Quran yang berjumlah 30 juz, 112 surat, 6666 ayat dan 51.900 kata itu dengan mudah di hafalkan oleh orang-orang yang beriman dan memiliki hati yang bersih.
Al-Quran adalah sumber ilmu yang tidak pernah ketinggalan zaman bahkan selalu mendahului zaman, karena kebenarannya baru terbukti ketika zaman sudah mampu menciptakan tekhnologi mulai dari ilmu matetamtika, Biologi, kedokteran, fisika, kimia, bahasa, sejarah dll, segala ilmu telah terbukti sebelum ditemukan alquran telah menafsirkan dan menuliskannya. Keajaiban lain dari Al-Quran yang tak kalah mencengangkan adalah bahwa Al-Quran ternyata tersusun menurut perhitungan Matematis yang sangat teliti dan sangat cerdas!!
Berikut ini sejumlah perhitungan yang benar-benar merupakan mukjizat.
Kata "Yaum" (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, yang sama jumlahnya dengan jumlah hari pada tahun Syamsyiyyah
Kata "Yaum" (hari) dalam bentuk jamak sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu bulan
Kata "Syahr" ( bulan) sebanyak 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun.
Kata "Sab'u (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu
Jumlah "Saah" (jam) yang didahului dengan "Harf" sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari
Kata "Sujud" disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah rakaat dalam sholat 5 waktu
Kata "Shalawat" disebutkan 5 kali, sama dengan jumah sholat wajib sehari semalam
Kata "Aqimu" yang diikuti kata "Shalat" sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah rakaat shalat fardhu.
Kata "al-Dunya" disebutkan sebanyak 115 kali, begitu juga kata "al-Akhirah" sebanyak 115 kali
Kata "Al-israf" disebutkan 23 kali, begitu juga kata kebalikannya "al-Sur ' ah "
Kata "Malaikat" disebutkan 88 kali, kata kebalikannya "al-Syayathin" juga 88 kali
Kata "al-Sulthan" disebutkan 37 kali, kata kebalikannya "al-Nifaq" juga 37 kali
Kata "Harb" (panas) sebanyak 4 kali , kebalikannya "al-Bard" (dingin) juga 4 kali
Kata "al-Harb" (perang) sebanyak 6 kali, kebalikannya "al-Husra" (tawanan) 6 kali
Kata "al-Hayat" (Hidup) sebanyak 145 kali, kebalikannya "al-Maut" (mati) 145 kali
Kata "Qalu" (mereka mengatakan) sebanyak 332 kali, kebalikannya "Qul" (katakanlah) juga sebanyak 332 kali
Kata "Al-sayyiat" (keburukan) yang menjadi kebalikannya kata "al- Shahihat "(Kebajikan) masing-masing 180 kali
Kata "Al-Rahbah" (cemas / takut) yang menjadi kebalikan kata "Al-Ragbah" (harap / ingin) masing-masing 8 kali
Kata "Al-Naf'u" yang menjadi kebalikan kata "Al-fasad" masing-masing 50 kali
Kata "al-Nas" yang menjadi kebalikan kata "Al-rusul" masing-masing 368 kali
Kata "al-Asbath" yang menjadi kebalikan kata "Al-Awariyun" masing-masing 5 kali
Kata "Al-Jahr" yang menjadi kebalikan kata "Al-Alaniyah" masing-masing 16 kali.Masih banyak lagi, yang tidak dapat disebutkan satu-persatu
Sekarang lakukan perhitungan sebagai berikut:
Dengan mencari persentase jumlah kata "bahr" (lautan) terhadap total jumlah kata (bahr dan barr) kita dapatkan: (32/45) x 100% = 71.1111111%
Dengan mencari persentase jumlah kata "barr (daratan) terhadap total jumlah kata (bahr dan barr) kita dapatkan: (13/45) x 100% = 28.888888889% Kita akan mendapatkan bahwa Allah SWT. Dalam Al-Quran pada 14 abad yang lalu menyatakan bahwa persentase air di bumi adalah 71.11111111%, dan persentase daratan adalah 28.8888888889, dan ini adalah rasio yang riil dari air dan daratan.
Itulah sebagian kecil keajaiban dan kemukjizatan Al-Quran. Keajaiaban yang lain merupakan misteri yang akan insyaAllah akan dipecahkan oleh orang-orang yang berilmu.
Seorang ahli biokimia berkebangsaan Amerika keturuna Mesir dan seorang ilmuwan Muslim, Dr. Rashad Khalifa, adalah orang yang pertama yang menemukan sistem matematika pada desain Al-Quran. Dia memulai meneliti komposisi Matematika dari Al-Quran pada tahun 1968, dan memasukka Al-Quran ke dalam sistem komputer pada tahun 1969 dan 1970, yang diteruskan dengan menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris pada awal 70-an. Dia tertantang untuk memperoleh jawaban dalam menjelaskan inisial pada beberapa surat dalam Al-Quran (seperti Alif Lam Mim) yang sering diberi penjelasan "hanya Allah yang mengetahui maknanya". Dengan tantangan ini, dia memulai riset secara mendalam pada inisial-inisial tersebut setelah memasukkan teks Al-Quran ke dalam sistem komputer, dengan tujuan utama mencari pola matematis yang mungkin akan menjelaskan pentingnya inisial-inisial tersebut. Setelah beberapa tahun melakukan riset, Dr. Khalifa mempublikasikan temuan-temuan pertamanya dalam sebuah buku berjudul "MIRACLE OF THE QURAN: significance of the Mysterious Alphabet" pada Oktober 1973., Bertepatan dengan Ramadhan 1393
Sementara itu Angka yang sering keluar daalam alquran adalah angka 19
Dalam Al Qur'an. Keistimewaan angka 19 di dalam Al Qur'an ini, di antaranya:
1. Kata bismillahirrahmanirrahim, yang merupakan kata pembuka dari surat Al Qur'an terdiri dari 19 huruf.
2. Paket wahyu pertama (QS. Al Alaq (96) ayat 1-5), diturunkan sebesar 76 huruf atau 19 x 4.
3. Ayat pertama kali turun, (QS. Al Alaq ayat 1), terdiri dari 19 huruf.
4. Jumlah surat Al Qur'an ada 114 atau 19 x 6.
Angka 19 inilah yang menjadi alat kontrol huruf di dalam Al Qur'an, sehingga Al Qur'an terpelihara dari perubahan yang dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab. Tidak akan pernah sedikitpun meleset dari hitung-hitungan, Anda bisa bandingkan dengan kitab suci lain. perhatikan bagaimana Angka 19 dalam mengontrol Al Qur'an:
Surat ke-68, yang diawali huruf nun. Jumlah nun dalam surat tersebut 133 atau 19 x 7.
Surat ke-36, yang diawali huruf ya sin, memiliki huruf ya sebanyak 237 dan huruf sin 48. Kapan dijumlahkan mejadi 285 atau 19 x 15.
Surat ke-13, yang diawali huruf alif lam mim ra ', di mana jumlah alif = 605, lam = 480, mim = 260 dan ra' = 137, total keempat huruf tersebut 1482 atau 19 x 78.
Sebagian besar ahli tafsir menafsirkan 19 sebagai jumlah malaikat. Menurut Dr. Rashad Khalifa, menafsirkan bilangan 19 sebagai jumlah malaikat adalah tidak tepat. Bagaimana mungkin jumlah malaikat dapat dijadikan untuk cobaan untuk orang-orang kafir (QS. Al Muddassir ayat 30-31).
"Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). Dan Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat, dan Kami menentukan jumlah mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan), 'Apakah yang diinginkan Allah dengan (jumlah) ini sebagai suatu perumpamaan?' Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia. "
Selain penjelasan di atas, dalam beberapa kejadian di alam ini dan juga dalam kehidupan kita sehari-hari, ada yang mengacu kepada jumlah 19, di antaranya sebagai berikut:
Bumi, matahari dan bulan berada pada posisi yang relatif sama setiap 19 tahun.
Komet Halley mengunjungi sistem tata surya kita pada setiap 76 tahun (19 x 4).
Tubuh manusia memiliki 209 tulang atau 19 x 11.Selain berhubungan dengan kejadian di alam, jumlah 19 juga terkait dengan ibadah umat Islam, seperti:
Sholat, jumlah rakaat pada shalat Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya 'masing-masing adalah 2, 4, 4, 3, dan 4 rakaat. Jika jumlah rakaat tersebut disusun menjadi sebuah angka 24434 merupakan bilangan kelipatan 19 atau 19 x 1286.
Di abad modern pun banyak orang-orang yang memang ingin mengubah isi alqur'an akan tetapi sampai detik ini alquran masih asli dari pertama diturunkan karena alquran adalah tuntunan dan mukjizat terbesar yang di ciptakan Allah kepada Umat Muhammad Umat akhir jaman!
Langganan:
Postingan (Atom)
