SELAMAT DATANG DIBLOG BEJOSENTOSO

Rabu, 23 November 2011

Demokrasi dalam pandangan islam (sistem demokrasi islam apakah?) - Demokrasi tidak sesuai dengan ajaran islam Demokrasi dalam pandangan islam (sistem demokrasi islam apakah?) - demokrasi tidak sesuai dengan ajaran islam - jangan tertipu demokrasi - tidak ada demokrasi islam Diantara tipuan setan terhadap manusia , adalah menghiasi kebatilan dengan kebaikan: Syaithan menamai sesuatu yang haram yang merupakan maksiat terhadap Allah, dengan nama-nama yang disenangi jiwa manusia. Ini dimaksudkan untuk menipu mereka dan memalsukan hakekat sebenarnya. Seperti halnya pohon yang diharamkan itu dinamai dengan khuldi (kekekalan) supaya Adam memandang baik dan mau memakannya, disebutkan dalam Al Qur'an bahwa syaithan berkata: v "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepadamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?" [Thaaha: 120] Ibnu Qoyyim mengatakan: Diantara tipuan syetan adalah bahwa pengikut-pengikutnya mewariskan penamaan sesuatu yang diharamkan dengan nama-nama yang disukai jiwa manusia. Mereka menamai khmar dengan suka ria (al-afrah), sementara makanannya dinamai snack istirahat (luqmah ar rahah). Riba dinamai muamalah dan bea cukai dinamai hak-hak pemerintah " Dan kini riba mereka namai dengan bunga. Tari-tarian, nyanyian, drama dan sandiwara mereka namai dengan kesenian. Di Indonesia gejala ini sangat amat lumrah: Riba disebut bunga, Khamr disebut obat jamu, pelacur disebut WTS dan yang paling anyar PSK, pasangan zina disebut PIL atau WIL (Pria atau Wanita IDAMAN lain); sungguh rusak!!! pasangan zina kok disebut idaman (?) naudzubillahi min dzaalik. Gambar-gambar porno mereka namakan seni estetika, upacara sesaji kemusyrikan dinamai dengan sedekah bumi. Dukun tidak mau lagi disebut dukun kecuali dukun bayi, dukun pijat, mereka lebih sreg digelari paranormal, wong pinter, ajengan, Kiayi, Ki Gede, Metafisi; padahal mereka sejatinya penipu, budak dan memperbudak jin dan penyebar kemusyrikan walaupun berlindung pakai kopiah, pakai ayat -ayat, pakai sorban, berlabel Insya Allah dll, semua adalah tipu daya syaithan agar pembangkangan terhadap Rabbul Alamin ini diterima oleh umat. Variant ini semakin berkembang dengan gagasan sesat yang tidak kalah gencarnya dengan mengawinkan istilah batil dengan kata Islami agar telinga menjadi tentrem menerimanya, hati menjadi tenang terhadapnya, dan tidak sungkan memperdagangkannya. Sebutlah seperti filsafat Islam, sosialisme Islam, musik Islami, liberal Islam, dan lain-lain. Maka demikian pula dengan apa yang disebut demokrasi plus Islam alias sistem demokrasi islam, apalagi demokrasi sekuler seperti yang terjadi di indonesia, tidak beda dengan tipuan klasik pendahulunya agar bentuk kesyirikan demokrasi ini diterima dengan dada legowo, sehingga umat islam ikut berpartisipasi bahkan membela serta berjuang memperdagangkannya, .. kan yang dibela Islam juga,. begitulah alasannya. Dalam risalah bid'ah 559 disebutkan: # Jika dikatakan: samakah demokrasi dengan syura (musyawarah )? Jawab: sama sekali tidak sama karena beberapa sebab: 1. Syura adalah hukum Allah. Sedangkan demokrasi adalah ciptaan manusia kafir, musyrik dan jahil. 2. Syura ditegakkan demi kemaslahatan umat yang diputuskan oleh ahlul hilli wal aqdi, yang terdiri dari para ulama pewaris para Nabi.Sedangkan demokrasi ditegakkan demi kekuasaan dan kefanatikan terhadap golongan yang diputuskan oleh orang-orang kafir, musyrikin, ahli maksiat, laki-laki maupun perempuan meskipun di parlemen itu terdapat kaum muslimin bahkan ahli agama (?) bercampur dan bergabung bersama-sama dalam menentukan pilihan dengan suara terbanyak. 3. Anggota syura dalam Islam tidak menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal, dan tidak mengatakan yang haq itu batil atau yang batil itu haq. Kondisi ini 100% menyalahi para pengikut demokrasi yang telah menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal, dan mengatakan yang haq itu batil atau mengatakan yang batil itu haq. (Buktinya di indonesia para pezina tidak dihukum, begitu juga pemabuk, dll, karena para anggota DPR sebagai pembuat hukum telah mengizinkan berbagai kemaksiatan itu) 4. Syura didalam Islam jarang terjadi dan hanya didalam beberapa urusan yang musykil (sulit diputuskan atau dipahami). Adapun dalam hal-hal yang telah ada ketetapannya dari Allah dan RasulNya, maka tidak diadakan Syura, sedangkan demokrasi diletakkan sebagai kekuatan yang mengatur seluruh kehidupan berdasarkan hukum yang telah dibuat, sehingga manusia yang hidup disatu negeri dengan sistem demokrasi tidak bisa keluar atau bertentangan dengan hukum tersebut. Walhasil, demokrasi adalah sistem kufur dan syirik yang sangat bertentangan dengan Islam. Penggerak demokrasi adalah Yahudi untuk melawan Islam dan kaum muslimin.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar