SELAMAT DATANG DIBLOG BEJOSENTOSO

Rabu, 23 November 2011

Godaan harta Ketahuilah, bahwa pemberian-pemberian Allah SWT yang berupa makanan, harta benda, anak, dan semisalnya merupakan tes untuk manusia. Allah SWT berfirman (artinya): "Dan ketahuilah bahwa harta-harta kalian dan anak-anak kalian itu tidak lain hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar." (Al-Anfal: 28) Disamping itu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya pada setiap umat ada fitnah dan fitnah umat-Ku adalah harta." (HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani) Godaan Dari Cara Mencari Harta Godaan harta ini akan datang dari berbagai sisi. Di antaranya adalah dari cara mencarinya. Dari sisi ini, sebenarnya Allah SWT telah mensyariatkan berbagai cara dalam mendapatkan harta, yang semuanya dibangun di atas keadilan dan jauh dari perbuatan lalim, jahat, atau menyakiti orang lain. Maka orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT tentu akan senantiasa memperhatikan batasan-batasan syariat dalam mendapatkannya. Jauh dari unsur riba, judi, dan bentuk-bentuk kezaliman lainnya, yang semuanya termasuk dalam bentuk memakan harta orang lain dengan cara yang batil. Mereka mengetahui bahwa hal ini dilarang oleh Allah SWT, di antaranya dalam firman-Nya: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan bisnis yang dilakukan dengan suka sama suka di antara kalian. "(An-Nisa ': 29) Karena perhatian terhadap batas dan aturan-aturan Allah SWT dalam mencarinya, maka harta yang diperoleh pun menjadi berkah. Harta yang diperolehnya akan menjadi sebab kebaikan untuk yang memilikinya, baik saat diinfakkan, disedekahkan maupun di saat hartanya nanti menjadi warisan untuk ahli warisnya. Sehingga hartanya menjadi kebaikan bagi dirinya di dunia dan akhirat. Sedangkan orang-orang yang tidak bertakwa, mereka tidak memedulikan halal atau tidaknya mata pencaharian mereka. Yang halal untuk mereka adalah segala cara yang bisa mereka lakukan, meskipun di dalamnya ada unsur penipuan, riba, judi maupun menzalimi orang lain. Sehingga hartanya pun tidak barakah dan tidak ada manfaatnya. Bila dimakan atau diinfakkan maka dia telah memakan atau menafkahi dengan harta yang haram. Bila disedekahkan tidak akan diterima oleh Allah SWT. Bila meninggal, maka hartanya akan menjadi sebab masuknya dia ke dalam neraka. Nas'alullaha as-salamah (Mudah-mudahan Allah SWT menyelamatkan kita dari siksa neraka). Godaan Harta Dari Cara Mencintainya Godaan karena harta ini juga bisa datang dari sisi perhatian dan keinginan seseorang terhadapnya. Sehingga sebagian orang ada yang keinginannya terhadap harta membuat dirinya berambisi terhadapnya. Hal ini membuat kesibukannya hanyalah untuk mencari dunia. Dari saat memulai aktivitasnya setelah bangun tidur sampai dia kembali ke rumahnya untuk beristirahat, yang dipikirkannya hanyalah dunia. Di saat duduk, berdiri, maupun berjalan, yang di hatinya hanya mencari dunia. Bahkan saat tidurnya pun yang diimpikan adalah menemukan dunia. Lebih dari itu, saat shalat pun pikirannya dipenuhi dengan dunia. Seakan-akan dirinya diciptakan untuk sekedar mencari dunia. Padahal dengan perhatian dan keinginan yang berlebihan sampai melalaikan akhirat seperti itu, seseorang tidak akan mendapatkan rezeki kecuali yang telah Allah SWT tetapkan untuk dirinya. Maka orang yang demikian keadaannya, tentunya adalah orang yang tertipu dan terjatuh pada godaan dunia. Sehingga dia memusatkan seluruh pikiran dan kesibukannya untuk dunia. Dia menjadikan dunia bersemayam di hatinya sehingga melalaikan dia dari beribadah kepada Allah SWT. Godaan Harta Dari Cara Menggunakannya Godaan harta ini akan muncul dari sisi penggunaannya. Dari sisi ini, kita dapatkan sebagian orang yang berharta memiliki sifat pelit sehingga tidak mau mengeluarkan zakatnya, tidak mau menjalankan kewajiban berinfak kepada kerabatnya yang wajib untuk dibantu, dan yang semisalnya. Sedangkan sebagian yang lainnya atau pada sisi lainnya, justru mengeluarkan hartanya tanpa ada perhitungan dan dihambur-hamburkan sia-sia. Padahal Allah SWT menyebutkan di dalam firman-Nya: "Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat haknya (mereka), (begitu pula) kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) sia -sia. Sesungguhnya orang-orang yang menghambur-hamburkan hartanya sia-sia adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya. "(Al-Isra ': 26-27) Terkait dengan ayat ini, sebagaimana dinukilkan oleh Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullahu dalam tafsirnya, sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata: "menghambur-hamburkan harta adalah mengeluarkannya tidak pada tempatnya." Al-Imam Mujahid rahimahullahu berkata: "Seandainya seseorang mengeluarkan seluruh hartanya pada tempat yang benar, maka dia bukanlah seorang yang menghambur-hamburkan harta. Namun seandainya seseorang mengeluarkan satu mud / cakupan tangan (dari hartanya) untuk sesuatu yang tidak pada tempatnya, maka dia telah menghambur-hamburkan hartanya dengan sia-sia. " Cara Menyelamatkan Diri Dari Godaan Harta Oleh karena itu, siapa pun di antara kita harus hati -hati dan senantiasa takut terkena godaan harta ini. Betapa banyak orang yang lebih berilmu dari kita telah terjatuh pada penyimpangan-penyimpangan karena godaan ini. Bahkan ada pula orang yang sebelumnya istiqamah membela As-Sunnah dan melawan kebatilan dan bid'ah, namun kala tergoda dengan harta, kemudian terjatuh pada penyimpangan-penyimpangan. Hal itu di antaranya disebabkan oleh ketidakhati-hatian dan perasaan aman dari bahaya godaan harta. Padahal harta secara umum akan menarik pemiliknya untuk memenuhi keinginan-keinginan syahwatnya. Maka akibat adanya kemampuan untuk memenuhi keinginannya, seseorang akan terseret untuk hidup bermewah-mewah yang kemudian membuat dirinya sombong dan angkuh, dan akhirnya membuat dirinya tidak peduli dengan kemaksiatan-kemaksiatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT dan berupaya untuk senantiasa takut dari bahaya fitnah yang ada di depan kita. Sikap hati-hati dan rasa takut ini, insya Allah akan menjadi sebab yang mendorong seseorang untuk berusaha mencari jalan keluar dari fitnah yang ada di hadapannya. Dengan sebab itu, dia pun akan senantiasa mengharapkan datangnya pertolongan Allah SWT. Adapun orang-orang yang lalai dari mengingat Allah SWT dan merasa aman dari ancaman dan bahaya godaan, sangat besar kemungkinannya untuk terjatuh dan terbawa oleh godaan sehingga semakin jauh dari petunjuk Allah SWT. Maka seseorang yang ingin selamat dari godaan, dia harus berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Yaitu hendaknya dia senantiasa bersemangat dalam membaca dan mempelajarinya dan menerapkan apa yang terkandung di dalamnya. Dengan kembali dan berpegang teguh kepada keduanya, seseorang akan mengetahui bagaimana dia harus mencari harta dan bagaimana pula dia cara menginfakkannya. Dengan kembali kepada keduanya, seseorang akan tahu apa akibat dari pelanggaran terhadap batas-batas syariat Allah SWT dan apa prioritas orang yang senantiasa memperhatikan syariat dalam mendapatkan maupun menginfakkan hartanya. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan-Nya dan memudahkan kita untuk senantiasa berada di atas syariat-Nya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar