SELAMAT DATANG DIBLOG BEJOSENTOSO

Rabu, 23 November 2011

Hedonisme Masyarakat Modern Hedonisme adalah istilah yang menunjukkan faham mementingkan kesenangan dan kemewahan fisik. Dalam kamus Collins Gem dinyatakan bahwa hedonisme adalah doktrin yang menyatakan bahwa kesenangan adalah hal yang paling penting dalam hidup. Atau hedonisme adalah paham yang dianut oleh orang-orang yang mencari kesenangan hidup semata-mata. Budaya modern saat ini memang cenderung hedonis, perkembangan teknologi selalu disajikan dengan fasilitas dan kemegahan. Keinginan punya harta melimpah, rumah mewah, mobil banyak, deposito di bank, punya tanah kebun dan sawah di mana-mana, mengejar semua itu memang tidak dilarang. Dalam Surat al-Qassash ayat 77 disebutkan, "Carilah negeri akhirat tapi jangan lupakan bagian duniawi . "Karena menemukan kehidupan dunia merupakan bagian dari kebutuhan hidup dan sisanya untuk membuat amal kebaikan menemukan pahala akhirat. Tapi harus diakui dengan jujur ​​bahwa banyak di antara kita yang sehari-hari pikirannya hanya pada dunia. Setiap bertemu orang yang dibicarakan hanya materi, pekerjaan, rumah, mobil, tabungan, atau kekuasaan. Berita-berita yang disiarkan setiap hari hanya menyediakan sajian yang penuh dengan gemerlap materi dunia. Hal demikian tidak dapat ditolak, dan diakui memang ada, tetapi dunia materi itu tidak ada artinya sama sekali. Allah berfirman: Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanya kemenangan yang menipu (al-Hadid: 20). Rasulullah menambahkan, alangkah mengherankan untuk orang yang mengizinkan rumah akhirat tetapi berusaha dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan rumah tipuan (dunia). gemerlapnya dunia akan menimbulkan penyakit -penyakit hati yang kronis seperti timbul penyakit munafik, sombong, pelit, senang dengan pujian, suka berfoya-foya dan sebagainya. Rasulullah beserta para sahabatnya hidup sangat sederhana, meskipun mereka menguasai wilayah yang luas. Umar bin Khattab pernah melihat Rasulullah berbaring di atas tikar dan melihat bekas tikar di pinggang Rasulullah, dan Umar pun menangis melihat kondisi itu. Kemudian Rasulullah bertanya, mengapa engkau menangis wahai Umar? Umar menjawab: saya teringat pada raja dan pemimpin dengan kemegahan dunia, sedangkan engkau seorang utusan Allah tidur dengan seadanya dan terlihat bekas tikar di badan. Maka Rasulullah berkata: mereka adalah orang-orang yang langsung diberi kesenangan dunia tapi kita adalah orang-orang yang ditunda kesenangannya di akhirat. Isa As pernah berkata, perumpamaan dunia seperti orang yang minum air laut, ketika banyak minum maka dia bertambah haus sehingga mematikan dirinya. Orang yang mencintai dunia tidak berpikir panjang dan akalnya tidak sampai kepada hakikat kehidupan, orientasinya jangka pendek karena tidak memikirkan kehidupan setelah mati. Rasulullah mengatakan bahwa suatu saat ummatku akan terkena penyakit al-wahn, al-wahn itu adalah cinta dunia dan takut kematian, tentu hal ini sudah kita lihat pada masa sekarang. Apakah Hedonisme terkait dengan gangguan kejiwaan? Gangguan jiwa siap memangsa para hedonis, karena jiwa yang stabil adalah jiwa yang mengenal dirinya sendiri, mengenal orang lain, mengenal lingkungan dan mengenal kehidupan. Tanpa sebuah konsep yang benar tentang kehidupan maka kehidupan akan dimaknai secara berbeda, kehidupan akan menjadi sebuah ajang perlombaan, kehidupan menjadi sebuah kompetisi untuk mengungguli orang lain dalam berbagai hal. Sehat jiwa adalah sebuah perjalanan panjang kedewasaan psikologis untuk mencapai tataran nyaman secara psikologis. Semua masalah berawal dari pikiran, jika merasa memiliki masalah maka lepaskan masalah dari genggaman. Lepaskan keserakahan, lepaskan artikel untuk menyakiti orang lain, lepaskan semua keinginan jahat untuk melanggar hak orang lain, lepaskan diri dari keinginan korupsi, menipu orang lain, merusak alam lingkungan, kembali ke jalan yang benar, kembali ke fitrah manusia sebagai hamba Allah. Sehat jiwa adalah kombinasi fisik, psikologis, sosial dan spiritual, mencapai kesehatan jiwa adalah kunci menggapai kebahagiaan. Jika kita menggabungkan kombinasi tersebut maka semua hal dalam kehidupan akan membawa kita ke sebuah muara , yang wajib disadari 'dari mana kita berasal dan kemana kita akan kembali'. Apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Menghilangkan sama sekali dorongan ke arah pemuasan kebutuhan jasmani adalah tidak mungkin. Karena jasmani merupakan landasan untuk kesempurnaan hidup manusia. Hanya segelintir orang yang bahagia tanpa dipenuhi dengan kepuasan materi, dan segelintir orang yang sadar bahwa kesenangan jasmani tidak punya arti jika tidak diiringi kebahagian ruhani. Dalam Islam harta yang kita miliki hanya titipan dari Allah, ada amanah dan ada sebagian hak orang lain yang harus kita berikan. Dan yang tidak kalah penting harta adalah tes untuk yang memilikinya digunakan untuk apa saja harta tersebut. Harta ini adalah hiasan hidup yang harus diwaspadai agar tidak menyilaukan sampai membutakan hati dan membuat manusia lupa kepada Allah. Dan harta adalah bekal beribadah kepada Allah, sebab itu semua perangkat duniawi, baik meteril maupun nonmateril, tercipta sebagai sarana yang bisa digunakan manusia untuk beribadah. kekayaan adalah salah satu sarana ibadah. Ia bukan hanya menjadi ibadah ketika dinafkahkan di jalan Allah, ia bahkan sudah bernilai ibadah kala manusia dengan ikhlas mencari nafkah untuk keluarganya dan selebihnya untuk kemaslahatan umat, membantu masyarakat miskin. Harta bukan untuk disimpan saja dan dinikmati sendiri dan dihambur-hamburkan untuk memenuhi nafsu jasmani , jika harta dipergunakan sebaik-baiknya, pahala yang amat besar menanti. Namun jika tidak, siksa Allah amatlah pedih.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar