SELAMAT DATANG DIBLOG BEJOSENTOSO

Rabu, 23 November 2011

KELUARKAN POTENSI SPIRITUALMU Kalau waktu hidup ibarat modal uang yang dipinjamkan Tuhan kepada kita, bagaimana pilihan kita? Apakah menghabiskan modal waktu kehidupan yang diberikan tanpa hasil, ataukah menginvestasikan modal waktu hidup untuk memberikan hasil yang maksimal?. Saya yakin banyak diantara Anda akan memilih menginvestasikannya waktu hidup untuk memberikan hasil yang maksimal. Namun dalam realitas kehidupan, banyak kita saksikan orang-orang yang dengan sadar atau tanpa disadarinya telah memboroskan waktu hidupnya dengan sia-sia. Membuang-buang waktu hidupnya untuk kegiatan yang tidak memberikan makna bagi kehidupannya yang panjang kedepan. Mereka adalah orang-orang yang menggunakan waktu hidupnya tanpa memahami kemana sesungguhnya arah kehidupanya. Tanpa memahami kemana sesungguhnya tujuan tertinggi kehidupannya. Mungkin mereka terlihat sangat sibuk, penuh aktivitas, tetapi sesungguhnya aktivitasnya tidak memberikan arti bagi makna kehidupan yang jauh kedepan. Mereka ini adalah manusia yang berorientasi pada "kekinian" semata, dengan mengabaikan tujuan dasar spiritualnya (core purposes) dalam kehidupannya. Yang lahir kemudian adalah manusia yang menyenangi hal-hal yang serba instan, serba mudah dan cepat dalam menggapai tujuan kekinian hidupnya, dengan mengabaikan nilai-nilai dasar spiritual (core values). Inilah penyakit kronis manusia modern di abad digital dewasa ini, yang menghabiskan waktu hidupnya hanya untuk tujuan harta, kekuasaan, uang, jabatan, popularitas, yang bersifat asesories dunia semata, dengan mengabaikan nilai-nilai spiritual yang menjadi tujuan dasar hidupnya. Tujuan dasar spiritual ( core purposes) manusia adalah pengabdian hidup hanya kepada Allah Tuhan Yang Memiliki Kehidupan. Semua yang berhubungan dengan tujuan kepada jabatan, uang, harta, popularitas, kekayaan, dan berbagai prestasi kehidupan dunia lainnya, bukanlah tujuan utama, melainkan merupakan bagian dari pengabdian kepada Allah. Dengan demikian dalam usaha mencapai hal itu semua, harus dilandasi oleh nilai-nilai dasar spiritual (core values) yang sudah ada dalam hati manusia. Nilai-nilai dasar spiritual manusia yang sudah "built in" dalam hati itu diantaranya adalah, kasih sayang, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kebersamaan, keadilan, dll. Marilah bertanya kedalam hati kita terdalam, sudahkah waktu hidup kita gunakan untuk investasi yang dilandasi nilai -nilai spiritual ini? Kalau belum, marilah memulai meng-investasikan setiap waktu hidup yang dipinjamkan Tuhan untuk mengeluarkan nilai-nilai dasar spiritual itu dalam setiap langkah kehidupan kita. Marilah melandasi setiap keputusan waktu hidup dengan nilai-nilai dasar spiritual yang bersumber dari suara hati Illahiah dalam diri manusia. Keluarkan nilai-nilai dasar spiritual ini dalam langkah-langkah nyata kehidupan, bukan hanya dalam nilai yang dianut, namun dalam tindakan. Hal ini yang akan dapat mengarahkan waktu hidup kita menjadi investasi yang berlipatganda bagi tujuan kehidupan selanjutnya yang abadi. Jadi substansinya, mulailah mengenali seluruh potensi spiritual dalam hati, kemudian mengeluarkannya dalam langkah-langkah nyata kehidupan melalui tindakan dengan tujuan hanya pengabdian kepada Allah. Kalau Anda seorang karyawan, pertajam potensi dirimu dan lindungi diri dengan integritas dan kejujuran Kalau Anda seorang pengusaha, keluarkan potensi usahamu dilandasi azas manfaat bagi kebaikan banyak manusia Kalau Anda seorang guru, keluarkan potensi ilmumu untuk mencerdasakan banyak orang Kalau Anda seorang insinyur, keluarkan kreativitasmu untuk kesejahteraan kehidupan banyak orang Kalau Anda seorang dokter, keluarkan pengobatanmu dilandasi kasih sayang Kalau Anda seorang hakim, keluarkan keadilanmu untuk mereka yang membutuhkan Kalau Anda seorang kebijakan, keluarkan perlindunganmu dilandasi keadilan Dll ... ... Intinya, gunakan waktu hidup yang kita miliki untuk berbagai bidang kehidupan seperti kesehatan, keluarga, finansial, pekerjaan / bisnis, sosial senantiasa dilandasi nilai-nilai dasar spiritual dalam hati. Semua bidang ini penting dan harus seimbang, dengan tujuan untuk pengabdian tertinggi kepada Allah Tuhan Yang Maha Memiliki Kehidupan. Inilah makna tertinggi dalam kehidupan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar