SELAMAT DATANG DIBLOG BEJOSENTOSO

Rabu, 23 November 2011

Rasa Aman Yang Hakiki Banyak manusia di zaman ini hidup dalam kecemasan, ketakutan ... kengerian ... was-was, hati tak tenang ... merasa selalu kekurangan ... tak pernah puas ... Sayangnya mereka tidak mengetahui sebab yang pasti dari semua ini. Perasaan itu menghantui mereka, baik di rumah atau benteng mereka, apalagi saat diluar rumah, dalam perjalanan atau di lingkungan pekerjaan mereka. Sesungguhnya jauhnya mereka dari rasa aman (keamanan) merupakan komitmen (konsekwen) dari hilangnya keimanan dalam diri mereka. Allah telah memperingatkan hal ini dalam firman-Nya: "Artinya: Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik) , mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk "[QS, Al-An'am: 82] Rasa Aman (Keamanan) Sekaligus Hidayah (Petunjuk Yang Lurus) Dari ayat tersebut diatas terlihat bahwa keamanan ... dan petunjuk ... adalah dua hal yang terdekat (satu paket) yang tidak dapat dipisahkan jika lenyap salah satu dari keduanya maka lenyaplah yang lain ... bahkan jika salah satu dari keduanya tipis maka tipislah yang lain. Rasa Aman Hanya Ada Pada Orang Yang Beriman Ayat diatas terdaftar untuk ".. Orang-orang yang beriman ..." Dengan demikian keamanan yang hakiki hanyalah timbul karena jiwanya telah mutma'innah (jiwa yang tenang). Jiwa ini beriman, meridhai Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul. Rasa aman merupakan buah dari keimanan. Keamanan yang hakiki adalah rasa aman dari hal-hal yang menakutkan, aman dari siksa, dan kesengsaraan, sekaligus ia dikaruniai hidayah, mendapatkan petunjuk kepada jalan yang lurus. Berbagai permasalahan dunia ia hadapi dengan tenang dan penuh fasilitas. Ia tidak resah ketika miskin, tidak khawatir hartanya dirampas, tidak takut nyawanya hilang di jalan Allah. Rasa tenang yang timbul karena jalan ikhlas yang ia tempuh, yang dijamin 'rasa aman akhirat' yang tak terbayangkan indahnya. Jadi keamanan yang hakiki bukanlah dengan banyaknya pasukan dan tentara ... dan bukan pula dengan harta dan teman ... Syaratnya Ia Tidak Mengotori Keimanannya Dengan Kesyirikan "... dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik) ..." Rasa aman yang hakiki akan diperoleh orang-orang yang beriman bila ia tidak mengotori keimanannya dengan perbuatan syirik. Kapan terjadi sedikit kotoran maka semakin tipislah rasa amannya, sekaligus semakin tipis pula hidayah yang akan ia nikmati. Disisi lain, jika mereka tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kesyirikan saja, akan tetapi mereka melakukan perbuatan buruk, maka mereka masih memperoleh dasar-dasar keamanan dan hidayah, namun mereka tidak mampu mendapatkan kesempurnaan rasa aman dan nikmatnya hidayah. Rasa Tidak Aman Pada Sebagian Umat Islam Tak dapat dipungkiri sebagian dari umat Islam juga memiliki berbagai bentuk rasa tidak aman, padahal ia merasa telah beriman. Muslim seperti ini hendaknya ia melakukan evaluasi diri, lebih giat menuntut ilmu Islam dan menjaga kualitas ibadahnya. Hendaknya ia kembali pada makna surat Al-An'am ayat 82 tersebut diatas, bahwa rasa aman pada dirinya hanya bisa ditimbulkan dan ditingkatkan bila ia meningkatkan kualitas keimanannya dan menjaga dirinya dari kemungkinan melakukan kesyirikan yang tidak ia sadari. Dengan menuntut ilmu, ia akan menyadari persyaratan yang diperlukan untuk meningkatkan keimanan, dan ia akan lebih memahami bentuk-bentuk kesyirikan yang dapat menurunkan bahkan membatalkan timbulnya rasa aman pada dirinya, dunia dan akhirat. Rasa Takut Di Dunia Pada Orang-orang Yang Tidak beriman Sebaliknya, jika mereka tidak beriman dan (biasanya) sekaligus mencampurkan iman mereka dengan berbagai kesyirikan, maka mereka ini bukan saja tidak memperoleh hidayah dan keamanan, bahkan mereka akan berada dalam kesesatan dan rasa takut (di dunia dan akhirat). Dan ayat yang agung ini (Al-An'am: 82) menjelaskan kepada kita pemahaman yang nyata pada firman Allah. "Artinya: Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu "[Ali-Imran: 151] Rasa takut (tidak pernah tenang dan puas, was was, perasaan terancam jiwa dan harta bendanya) ini terjadi di dunia, meskipun mereka (orang-orang kafir) memiliki benteng yang sangat tinggi lagi kokoh serta terjaga, dan memiliki harta benda, persenjataan, tentara, para server dan kekuasaan yang berlimpah .... Rasa Takut Di Akhirat Pada Orang-orang Yang Tidak Beriman "Artinya: Tempat kembali mereka adalah neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang lalim" [Ali-Imran: 151] Rasa Aman Di Akhirat Bagi Orang-orang Yang Beriman Dan janji yang benar datangnya dari Allah yang Haq maka bagi orang-orang yang beriltizam (berpegang teguh) untuk mendapat keamanan yang hakiki. "Artinya: Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan mengganti (kondisi) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku "[An-Nur: 55]


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar