SELAMAT DATANG DIBLOG BEJOSENTOSO

Rabu, 23 November 2011

Nilai Tudung Seorang Wanita Kapan wanita menjaga auratnya dari pandangan pria bukan muhram, bukan saja dia menjaga kehormatan dirinya, bahkan martabat wanita mukmin keseluruhan. Harga diri wanita terlalu mahal. Ini karena syariat telah mengatur agar wanita berpakaian longgar dengan warna yang tidak menarik dan menutup seluruh badannya dari kepala sampai ke kaki. Kalau dibuat perbandingan dari segi harta dunia seperti intan dan berlian, ia dibungkus dengan rapi dan disimpan pula di dalam brankas yang berkunci. Begitu juga diumpamakan dengan wanita, Karena wanita yang terhormat tidak akan memamerkan tubuh di muka umum. Mereka masih bisa tampil di depan masyarakat sesuai dengan garis syariat. Wanita tidak seharusnya mengorbankan martabat dan dirinya semata-mata untuk mengejar pangkat, derajat, nama, harta dan kemewahan dunia. Menyentuh tersebut pakaian wanita, alhamdulillah sekarang telah banyak wanita yang menjaga auratnya, setidaknya dengan memakai jilbab. Dapat kita saksikan di sana sini wanita mulai memakai jilbab. Jilbab penutup aurat sudah melanda dari tingkat bawahan sampai ke tingkat atas. Apakah dari kalangan pelajar-pelajar sekolah sampai karyawan kantor-kantor. Meskipun berbagai gaya kerudung diperaga dan dipakai, namun pemakaiannya masih tidak lengkap dan sempurna. Masih lagi menampakkan batang leher, dada dan sebagainya. Ada yang memakai jilbab, tetapi pada waktu yang sama memakai kain belah bawah atau bercelana ketat dan sebagainya. Berbagai warna dan berbagai model jilbab juga direncanakan untuk wanita-wanita Islam kini. Ada desain tudung yang dipakai dengan songkok di dalamnya, dihias pula dengan kerongsang (broach) yang menarik. Labuci warna-warni dijahit pula di atasnya. Dan berbagai gaya lagi yang ditampilkan dalam majalah dan surat kabar fesyen untuk tudung. Desain itu semua bukan bertujuan untuk menghindari fitnah, sebaliknya menambah fitnah terhadap wanita. Padahal seharusnya pakaian untuk seorang wanita mukmin itu adalah bukan saja menutup auratnya, bahkan sekaligus menutup maruahnya sebagai seorang wanita. Yaitu pakaian dan jilbab yang tidak menampakkan bentuk tubuh wanita, dan tidak berhias-hias yang mana akan menjadikan daya tarik kepada pria bukan muhramnya. Sekaligus pakaian bisa melindungi wanita dari menjadi bahan pelecehan pria yang tidak bertanggung jawab. Bilamana wanita bertudung tetapi masih berhias-hias, maka terjadilah pakaian wanita Islam sekarang meskipun bertudung, tetapi semakin membesarkan riak dan bangga dalam diri. Sombong makin bertambah. Jalan mendabik dada. Terasa tudung kitalah yang paling cantik, up-to-date, canggih, bergaya, ada kelas dan sebagainya. Bertudung, tapi masih ingin bergaya. Kesimpulannya, tudung yang kita pakai tidak membuahkan rasa kehambaan. Kita tidak merasakan diri ini hina, banyak berdosa dengan Tuhan maupun dengan manusia. Kita tidak terasa bahwa menegakkan syariat dengan bertudung ini hanya satu amalan yang kecil yang mampu kita laksanakan. Kenapa hati harus berbunga dan bangga bila bisa memakai tudung? Ada orang bertudung tetapi default atau tidak shalat. Ada orang yang bertudung tapi masih lagi berkepit dan keluar dengan teman pria. Ada orang bertudung yang masih terlibat dengan pergaulan bebas. Ada orang bertudung yang masih menyentuh tangan-tangan pria yang bukan muhramnya. Dan bermacam-macam lagi maksiat yang dilakukan oleh orang-orang bertudung termasuk kasus-kasus besar seperti zina, khalwat dan sebagainya. Jadi, nilai tudung sudah dicemari oleh orang-orang yang seperti ini. Orang Islam lainnya yang ingin ikut jejak orang-orang bertudung pun macet melihat sikap orang-orang yang mencemari hukum Islam. Mereka rasakan bertudung atau menutup aurat sama saja dengan tidak bertudung. Lebih baik tidak bertudung. Mereka rasa lebih bebas lagi. Orang-orang bukan Islam pula tawar hati untuk masuk Islam karena sikap umat Islam yang tidak menjaga martabat hukum-hukum Islam. Meskipun bertudung, perangai mereka sama saja dengan orang-orang bukan Islam. Mereka tidak nampak perbedaan agama Islam dengan agama mereka. Lihatlah betapa besarnya peran tudung untuk dakwah orang lain. Selama ini kita tidak sadar diri kitalah agen untuk Islam. Kita sebenarnya dakwah Islam. Dakwah kita bukan seperti da'i lain tapi hanya melalui pakaian. Kalau kita menutup aurat, tetapi tidak terus memperbaiki diri lahir dan batin dari waktu ke waktu, kitalah penyebab gagalnya pesan Islam untuk disampaikan. Jangan lihat orang lain. Islam itu dimulai dari diri kita sendiri. Ini tidak berarti kalau akhlak belum bisa jadi baik tidak bisa pakai tudung. Aurat, wajib ditutup tapi dalam waktu yang sama, perbaikilah kesalahan diri dari waktu ke waktu. Tudung di luar tudung di dalam (hati). Hapus perangai suka mengumpat, berdengki, bangga, ego, riak dan lain-lain penyakit hati. Apapun, kewajiban berjilbab tidak terlepas dari tanggung jawab setiap wanita Muslim. Apakah baik atau tidak akhlak mereka, itu adalah antara mereka dengan Allah. Amat tidak wajar jika kita mengatakan si polanah itu meskipun bertudung, namun tetap berbuat kemungkaran. Berbuat kemungkaran adalah satu dosa, sementara tidak menutup aurat dengan menutup aurat adalah satu dosa lain. Kalau sudah mulai menutup aurat, menghindari-elaklah diri dari suka bertengkar. Hiasi diri dengan sifat toleransi. Selalu bermanis muka. Hindari pergaulan bebas pria perempuan. Jangan lagi berjalan ke hulu ke hilir dengan teman lelaki. Serahkan pada Allah tentang jodoh. Memang Allah sudah tetapkan jodoh masing-masing. Yakinlah pada ketentuan qada 'dan qadar dari Allah. Kapan sudah menutup aurat, mencoba kita tingkatkan amalan lain. Coba jangan tinggal shalat lagi terutama dalam waktu bekerja. Coba didik diri menjadi orang yang lemah-lembut. Hapus sifat kasar dan sifat suka berbicara dengan suara meninggi. Hapus sikap suka mengumpat, suka mengeji dan mengata hal orang lain. jaga tertib sebagai seorang wanita. Jaga diri dan martabat sebagai wanita Islam. Barulah nampak Islam itu indah dan cantik karena indah dan cantiknya akhlak yang menghiasi pribadi wanita muslimah. Barulah orang terpikat untuk mengamalkan Islam. Dengan ini, orang bukan Islam akan mulai hormat dan mengakui "Islam is really beautiful." Semuanya bila individu Islam itu sudah cantik pribadinya. Oleh itu wahai wanita-wanita Islam sekalian, Anda harus memulai langkah sekarang sebagai agen pengembang agama melalui pakaian.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar