SELAMAT DATANG DIBLOG BEJOSENTOSO

Rabu, 23 November 2011

Maksiat Menghinakan Pelakunya "Perbuatan baik memiliki dampak bagi bersinarnya wajah, cahaya di hati, lapangnya rezeki (yang baik), kuatnya ibadah, dan dicintai oleh sesama. Sedangkan perbuatan buruk memiliki dampak bagi suramnya wajah, gelapnya hati, lemahnya badan, sempitnya rizki (yang baik) dan dibenci oleh sesama. Bukan hanya itu, maksiat akan memiliki dampak dan pengaruh lainnya untuk kehidupan pelakunya, baik di dunia ini, maupun di akhirat. (Abdullah bin Abbas ra) Maksiat akan membawa pelakunya merasa malu kepada siapa saja. Sungguh maksiat dapat menistakan manusia sampai tingkat yang terendah. Tidakkah Anda perhatikan bahwa Adam As tengah berada di surga, namun karena ia bermaksiat kepada Tuhannya maka ia pun ternistakan ke dunia. "Dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia." (Thaha [20]: 121) Sementara iblis laknatullah alaihi, adalah makhluk yang akrab dengan rahmat Allah. Namun dengan kesombongannya ia membangkang perintah Allah. Ia pun bermaksiat kepada Allah Swt, karenanya ia pun terusir dari rahmat-Nya. Bukankah ini menjadi sebuah pelajaran untuk orang-orang yang berakal? Saudaraku ..., para ulama mencatat untuk kita beberapa dampak dari tindak maksiat. Sungguh dari semua poin yang akan saya tampilkan, tidak satupun dampak maksiat yang memberi keuntungan buat kita. Karena itu, berniatlah untuk meninggalkan maksiat semampumu. Semoga rahmat & bimbingan Allah Swt senantiasa menaungi kita semua. Amien. Dampak-Dampak Maksiat: 1. Murka Allah. Dalam sebuah hadits qudsi Allah kita Allah Azza wa Jalla berfirman: "Aku adalah Allah. Tidak ada Tuhan melainkan Aku. Jika Aku ditaati maka Aku akan ridha. Jika Aku ridha maka Aku akan memberkahi, dan keberkahan-Ku tidak ada batasnya. Jika Aku dimaksiati maka Aku akan murka. Jika Aku telah murka maka Aku akan melaknat. Dan laknat-Ku akan terus bertahan sampai tujuh turunan. "HR Ahmad Berhentilah berbuat maksiat dan janganlah Anda mengundang murka Allah Swt. 2. Berkurangnya Rezeki. Pola hidup berikut ini sering kita temukan di tengah masyarakat. Ada manusia yang memiliki harta banyak, rumah dan mobil mewah. Banyak orang yang beranggapan bahwa hidup seperti itu amatlah enak. Namun sayang, orang yang menjalankan hidup sedemikian malah berkata, "Andai saya tidak seperti ini, pasti saya tidak terlibat utang dan bisa hidup tenang ...!" Rupanya harta yang banyak tidak membuat orang merasa cukup atas rezeki yang diberikan. Malah harta yang berlimpah dengan mudah membuat orang berbuat maksiat dan bangga atas kemaksiatan yang dilakukannya. Karenanya, harta yang ia miliki akan terus terasa berkurang Rasulullah Saw bersabda: "Harta tidak akan berkurang kecuali karena sebab maksiat." 3. Berkurangnya Ilmu. Maksiat akan mengirimkan pelakunya untuk rahasia menerima ilmu pengetahuan. Mengapa demikian? Sebab ilmu adalah milik Allah. Dia adalah cahaya Allah. Sungguh cahaya Allah tidak akan pernah diberikan kepada orang yang bermaksiat. Itulah yang dikatakan oleh Imam Syafi'i dalam sebuah baitnya. 4. Merasa Jauh dari Manusia : Salah seorang tabiin mengakatakan, "Aku dapat merasakan dampak maksiat pada akhlak istri, anak dan hewan peliharaanku!" Jika Anda bermaksiat kepada Allah Swt, pernahkah Anda merasakan pengalaman yang sama. Rumah tangga yang suka berkelahi. Anak yang tidak taat. Kendaraan sering nyerempet atau nabrak. Kapan ini terjadi, mungkin kita sudah terlalu sering melakukan maksiat kepada Allah Swt! 5. Wajah & Hati yang Gelap. Apakah Anda memperhatikan wajah orang yang sering melakukan maksiat? Kebanyakan dari mereka bertampang kusut dan awur-awuran. Tidak seperti mereka yang taat kepada Allah Ta'ala. Inilah sebuah cerminan. Sedangkan hati mereka yang sering bermaksiat akan keras bahkan melebihi batu. Sulit sekali kebenaran dan cahaya masuk ke dalamnya. Kapan sudah demikian akan kemana mereka mencari jalan? "Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul -Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. "(An Nisaa [4]: 14) 6. Melakukan Maksiat yang Lain. Ketahuilah bahwa maksiat membawa pelakunya untuk bermaksiat lagi. Siapa yang berani melakukan maksiat atau dosa kecil, maka ia akan terbiasa melakukannya sampai ia mencoba untuk melakukan yang lebih besar lagi. Terus dan terus ia melakukannya sampai Allah Swt memberikan pelajaran dengan tiba-tiba. Siapa yang memulai bermaksiat kepada Allah swt dengan rokok, maka ia akan terus menganggap bahwa rokok itu tidak mendatangkan bahaya untuk dirinya. Maka begitu ia yakin pada hal itu, maka ia akan mencoba yang lebih hebat lagi semisal narkoba dan seterusnya. Sampai ia bukan saja kehilangan akalnya, bahkan ia dapat kehilangan harta, keluarga yang ia cintai bahkan ia kehilangan nyawanya. Ketahuilah bahwa maksiat akan terus dilakukan oleh pelakunya, sampai Allah Swt memberinya pelajaran dengan tiba-tiba yang sangat mengagetkan. Naudzubillah! "Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami-pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. "(Al An'aam [6]: 44) 7. Merasa Hina Diri: Sungguh, tidak ada seorang pun yang bermaksiat mampu menatap wajah Allah Swt. Sebab wajah-Nya amat mulia dan seorang yang nista tak berani mengangkatkan wajahnya demi menatap wajah Allah swt. Maksiat membawa kenistaan. kenistaan ​​itu tidak akan tertebuskan kecuali bila sudah mendapatkan ampunan dari Dzat Yang Maha Pengampun. Anda dapat merasakan atmosfir kehinaan diri pelaku maksiat dalam kisah yang termaktub di hadits berikut ini: Dari Umraan Bin Hushoin Radhiallahu Anhu: Bahwa seorang wanita dari Juhainah datang kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam dalam keadaan mengandung hasil perbuatan berzina. Wanita itu berkata: "Wahai Rasululah, aku terkena Batas - hukuman dalam Islam yang harus dilaksanakan terhadap pelaku zina, sedangkan hukuman untuk pelaku zina muhshan (yang sudah menikah) adalah dirajam- maka laksanakanlah hukuman itu kepadaku! " Wanita ini datang ke Rasulullah Saw sebab tak kuat menanggung dosa dan rasa malu akibat perzinahan yang ia lakukan. Kemudian Rasulullah Shallaahu Alaihi Wasallam memanggil wali dari wanita itu (yaitu orang yang dapat bertanggung jawab, baik itu ayah, saudara atau yang lainnya). Lalu Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda, "Persiapkan wanita itu, saat selesai bawa kembali kepadaku!" Mereka lalu melaksanakan perintah Rasulullah, dan membawanya kembali kepada Rasulullah. Lalu Rasulullah menyuruh agar mengencangkan pakaian wanita itu dan hukuman rajam dilaksanakan. Setelah meningal, Rasulullah menshalatkan wanita itu. Umar bertanya kepada Rasulullah, "Kenapa engkau menshalatkannya wahai Rasulullah, bukankah ia telah berzina?" Rasulullah menjawab, "Wanita itu meminta ampun dengan bertobat. Kapan engkau untuk ke tujuh puluh orang penduduk Madinah akan terlalu luas taubatnya, dan apakah engkau menemukan wanita yang sungguh-sunguh dengan menyerahkan dirinya ingin bertobat kepada Allah Subhaanahu Wata'aala. "HR. Muslim Itulah beberapa dampak maksiat yang kerap dirasakan untuk orang yang melakukannya. Tidak satu pun wahai saudaraku keuntungan yang kau dapat dari berbuat maksiat. Karenanya, tinggalkanlah segera! Semoga Kita Semua dimudahkan meninggalkan maksiat, Amieen


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar