SELAMAT DATANG DIBLOG BEJOSENTOSO

Rabu, 23 November 2011

Yang Tua Mengerti Bismillahirrahmanirrahim .. Alkisah di suatu rumah, seorang anak yang sering sibuk dengan urusannya. Sering kali lupa bahwa ibunya ada di rumah itu. Begitupun menantunya, sibuk dengan urusannya masing-masing. Mereka belum di karuniai anak, maka rumah itu hanya di huni tiga orang. Ibunya, anaknya dan menantunya. Namun karna Ibunya yang sudah tua sering merepotkan, maka Anaknya memiliki maksud untuk memasukkan ibunya ke Panti Jompo. Sudah di duga sebelumnya oleh si anak, ibunya terkejut, namun sang ibu hanya terdiam. Maka di laksanakanlah maksud si anak tadi. Dia akan segera memasukkannya ke panti jompo. "Ibu lagi apa di dapur" anaknya melihat sang ibu sedang memasak sesuatu. "Enggak perlu lah bu membawa makanan, ntar di sana juga di kasih. Ayo bu, biar enggak kemaleman" kata anaknya. Ibunya hanya tersenyum lantas berkata. "Sebelum ibu kamu antar ke Panti jompo, Ibu ingin memasak makanan ke sukaanmu nak, ibu enggak mau kamu selalu beli makanan di luar terus karna kesibukanmu dan istrimu. Paling tidak ini kasih sayang yang ingin ibu berikan sebelum ibu berpisah denganmu " Menangislah sang anak, di saksikan menantunya yang tak tahan juga untuk membendung penyesalannya. Sang anak bersimpuh meminta maaf atas kelancangannya pada ibunya. Sang Ibu dengan mudahnya memaafkan, tak ada dendam atau pun rasa sakit hati. Hanya kasih sayang yang di rasakan mereka. ============================== ============== Sering kali kita lupa akan ibu kita, bahkan dengan semena-mena kita memperlakukannya. Tanpa di sadari bahkan yang kita sadari sekali pun, kita masih sering menyakitinya. Kisah di atas hanya sebagian kisah di mana seorang muslim kadang semena-mena terhadap ibunya. Mereka lupa bahwa Ibu mereka yang merawat mereka siang malam, bahkan dengan waktu istirahat yang kurang. Terbangun tengah malam, bangun pagi hari, bahkan mencuci bekas Hapus Air. Kita sering lupa akan itu semua. Yang kita tahu bahwa ketika kita telah dewasa, maka kita bebas lepas. Kita bisa menghidupi diri kita sendiri. Itu lah kita. Ibu .. adalah sosok malaikat dunia yang tak akan tergantikan dengan siapapun. Ibu lah yang selalu ada untuk kita dari saat dia bertaruh nyawa saat kita lahir, menyusui, saat kita belajar jalan, bahkan ketika kita membutuhkan seorang sahabat. Kenapa ada Hari Ibu?? Sebenarnya tak harus ada hari ibu, namun di balik makna hari ibu ada maksud yang teramat dalam. Kita di tuntut untuk mengingat perjuangan ibu kita. Ahh .. kita kan bisa mengingatnya kapan saja, enggak perlu pas hari ibu. Benarkah?? Berapa persen dari sehari kita mengingat ibu, bagaimana dalam seminggu, bahkan dalam setahun. Berapa kali kamu mengingat perjuangan ibumu?? Memang tidak perlu ada hari ibu, namun kita harus di ingatkan karna kita memang seorang pelupa. Udah di ingatkan ada hari ibu pun, kita masih jarang mengingatnya. Padahal ibu kita selalu mendoakan dalam sujud malamnya.mendoakan kesehatan kita, mendoakan apa yang kita impikan. Berapa kali kita mendoakan ibu kita dalam sujud malam kita?? (Itu juga kalo bangun malam) So .. sahabat. Maknai hari ini untuk mengingat perjuangan ibu. Agar kita tidak hanya ingat adanya hari ibu adalah hari ini. Tapi hari besok, lusa dan hari-hari berikutnya. Dari Abu Hurairah ra., Ia berkata: Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah saw dan bertanya kepada beliau, "Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berhak aku pergauli?" Beliau menjawab, "Ibumu! Ia bertanya lagi," Lalu siapa? "Rasul menjawab lagi," Ibumu! "Ia balik bertanya," Siapa lagi? "Rasul kembali menjawab," Ibumu! "Ia kembali bertanya," Lalu siapa lagi? " beliau menjawab, "bapakmu! "(Bukhari-Muslim).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar