SELAMAT DATANG DIBLOG BEJOSENTOSO

Minggu, 01 Januari 2012

10 Pembatal Keislaman

10 Pembatal Keislaman Diantara 10 hal yang bisa membatalkan seseorang dari keislaman adalah; syirik, tidak mengkafirkan orang musyrik, memperolok-olok agama Allah, sayang pada orang kafir dan memusuhi saudara Islam. Banyak orang mengira, setelah mengucapkan dua kalimat Syahadat predikat "Islam" langsung bersandar pada seseorang. Padahal, predikat itu bisa hilang alias batal jika tidak berhati-hati dalam menjaga amalan dalam hidupnya. Di bawah ini ada 10 amalan yang bisa menjadikannya pembatal keislaman seseorang; 1.Syirik dalam beribadah kepada Allah SWT Syirik adalah termasuk dosa besar. Karena dia menyamakan Allah (sebagai khalik) dengan manusia atau benda (sebagai makhluk). Allah berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa orang yang menyekutukan Dia dengan sesuatu, dan mengampuni dosa-dosa lainnya untuk yang dikehendaki." (An-Nisa ': 116) 2.Menjadikan suatu benda (makhluk) sebagai perantara antara dirinya dengan Tuhannya Orang-orang seperti ini, biasanya selalu menempatkan benda-benda atau makhluk ciptaan Allah sebagai perantara antara dirinya dengan Allah. Misalnya dengan berdo'a atau memohon ampun dan meminta syafaat melalui benda itu. Baik melalui benda mati atau benda hidup. Termasuk manusia atau hewan sekalipun. Meminta kaya dengan keris atau jimat. Meminta diberi panjang umur, cepat mendapat jodoh melalui makam-makan orang yang sudah mati. 3.Tidak mengkafirkan orang musyrik dan mengizinkan madzab mereka. Sikap Islam sudah jelas, orang musyrik adalah kafir. Sayangnya, perkembangan dunia sekarang ini justru terbalik. Hanya karena ingin sebutan kaum moderat atau entah karena kedekatan hubungan, sebagian kalangan Islam segan menyebut istilah musyrik dan kafir untuk orang yang keluar dari Islam. Sikap seperti ini merupakan salah satu pembatal keislaman. 4.Lebih mengutamakan hukum thoghut dari hukum Allah dan petunjuk RasulNya Saydina Umar mengatakan, taghut adalah setan. Jabir menjelaskan bahwa taghut itu adalah tukang-tukang tenung yang turun padanya setan-setan. Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauzi, taghut adalah setiap apa yang melampaui oleh seseorang hamba di dalam penyembahan, ikut dan taat, pada hukum selain yang diperintahkan dalam kitabullah dan Sunnah Rasulullah. Siapa yang berhukum kepada taghut mereka kufur dengannya. Imam Malik berkata, taghut adalah apa yg disembah selain Allah SWT. 5. Tidak menyukai, bahkan membenci sunnah Rasulullah Allah berfirman, Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) mereka membenci (apa yang menimbulkan keridhaannya; sebab itulah Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka. " 6. Mengejek atau mengolok Dinullah (agama Allah), al-Islam, baik menyangkut pahala-Nya atau tentang berbagai ketentuan hukum-Nya Kasus seperti ini sering terjadi. Entah untuk orang yang tidak mengerti agama atau yang mengenal sekalipun. Belakangan, sifat seperti itu justru terjadi pada orang-orang yang mengenal ilmu agama secara baik. Kebanyakan, orang-orang seperti ini adalah orang yang tidak memilik rasa percaya diri (PD) pada agamanya. Karena bernafsu agar orang lain menyebutnya pluralisme atau eklusif, terkadang untuk agamanya sendiri mereka main-main dan memperolokkannya. Bahkan kalau perlu menjual agamanya demi kedekatan dengan orang lain yang sudah jelas berbeda agama dan hukum-hukumnya. Perlakuan seperti ini sudah membatalkan keislaman. Allah berfirman, "Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab," Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja. "Katakanlah," Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok? "" Tidak usah kamu minta maaf, karena kafir sesudah beriman ... "(QS. At-Taubah: 65-66). 7. Mempelajari, terpikat dan mengamalkan ilmu sihir (guna-guna) Praktek seperti ini adalah praktek yang paling dibenci Allah. Karena itu dengan alasan apapun, jika seorang Muslim melakukannya, yakinlah, praktek itu telah membatalkan keislaman Anda. 8. Membantu dan menolong orang-orang Musyrik untuk memusuhi orang-orang Islam (Muslim) Sejak hidup sampai mati, sikap Rasulullah Muhammad cuma satu. "Keras terhadap kaum kafir dan lembut terhadap Muslimin." Tetapi, sebagaian dari kita (kaum Muslimin) ada yang justru menjadi 'duri dalam daging'. Mereka hidup dan mengaku sebagai Muslim, tapi amalannya digunakan justru untuk memusuhi saudara-saudaranya seiman. Banyak kasus tokoh-tokoh Islam-bahkan sebagaian disebut ulama-justru paling suka mengecam dan memojokkan kaum Muslimin dan hidupnya menjadi pembela orang-orang ghoirul Islam. Biasanya, mereka paling peka jika melihat sedikit kesalahan Muslimin dan menjadi pelindung orang ghoirul Islam. Orang-orang seperti itu, kata Allah, sudah termasuk golongan dari mereka alias keluar dari Islam. "Dan barangsiapa diantara kamu mengambil mereka (Yahudi dan Nasrani) menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk ke dalam golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang lalim. "(QS. Al-Maidah: 51) Menurut Qathlani, fitur-fitur orang yang seperti ini adalah; Muslim yang suka menyerahkan urusan Islam kepada orang musyrik dan mereka yang suka membela kedzaliman orang musyrik. Rasulullah bersabda, "Mencaci maki sesama muslim adalah perbuatan yang fasik, dan membunuh orang muslim adalah perbuatan kafir." (HR. Muslim) "Barangsiapa yang berkumpul dengan orang-orang musyrik dan tinggal bersama nya maka sesungguhnya ia seperti mereka." (HR. Abu Daud) 9. Berkeyakinan bahwa sebagaian manusia diperbolehkan tidak mengikuti syari'at Muhammad SAW Kelompok seperti ini belakangan semakin hari semakin meningkat jumlahnya. Mereka merupakan kelompok orang yang hobi mengutak-atik agama Allah menurut selera akal mereka. Mereka, mendudukkan wahyu di atas akal mereka. Argumen yang sering mereka kemukakan adalah, "Muhammad adalah manusia biasa, karenanya, dia bisa salah." Pernyataan itu kemudian mereka belokkan dengan bahasa lain; diperbolehkan tidak mengikuti syari'at Muhammad SAW. Dan mereka merusak sunnah-sunnah Nabi. "Barangsiapa menghendaki selain Islam sebagai agama, maka tak akan diterima agama itu dari-Nya, dan ia di akhirat tergolong orang-orang yang merugi." (QS: Ali Imron: 85) 10. Berpaling dari Dinullah (agama Allah) atau dari hal-hal yang menjadi syarat utama seorang Muslim Persyaratan seorang Muslim sejati adalah melaksanakan ajaran agama Allah sesuai al-Qur'an dan Sunnah. Tetapi sebagaian orang-karena kesombongannya-mereka melakukan rekayasa akal dengan cara 'menyelewengkan' pesan Allah dalam al-Qur'an dan Hadits. Mereka, biasanya bangga akan akalnya. Karenanya, mereka merasa, apa-apa yang sudah jelas diperintahkan oleh al-Qur'an tidak perlu dikerjakan jika tidak cocok dengan akalnya. Kesombongan mereka dihadapan Allah paling utama ketika mereka berusaha merubah al-Qur'an dan Sunnah karena dianggap tidak sesuai dengan akalnya. Orang-orang seperti ini, biasanya mudah membuat dan merekayasa hukum Allah untuk disesuaikan dengan akalnya. ".. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-KU dengan harga sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. "(QS: al-Maidah: 44).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar