SELAMAT DATANG DIBLOG BEJOSENTOSO

Minggu, 01 Januari 2012

Perjalanan Roh setelah Kematian

Hadist Rasulullah, Dari al Bara 'bin azib: Kami keluar bersama Nabi sallahu alaihi wasalam, menggiring jenazah seorang laki laki dari kaum Anshar, sehingga kami sampai pekuburan. Ketika sedang di kubur, Rasulullah sallahu alahi wasalam, duduk menghadap ke Kiblat, dan kamipun duduk disekelilingnya, seakan akan diatas kami ada burung. Sementara di tangan beliau ada dahan yang dicocokkan ke tanah (menampakkan wajah berpikir mendalam), lalu beliau memandang ke langit, dan memandang ke bumi. Lalu beliau bersabda, "mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur" sampai dua tiga kali. Lalu beliau menjelaskan, ".... Sesungguhnya seorang hamba mukmin yang saleh, bila meninggalkan dunia (akan wafat) dan mengalami akhirat. Turunlah kepadanya malaikat dari langit. Dengan wajah yang cerah laksana matahari, dengan mereka kain kafan, diambil dari kain kafan surga, wangi wangian dari surga, mereka duduk sejauh mata memandang. Kemudian malaikat maut berkata, "kesejahteraan / kedamaian bagimu" sampai malaikat duduk di atas kepalanya. Lalu malaikat berkata, "wahai jiwa yang baik, keluarlah kamu menuju maghfiroh (ampunan) dari Allah dan keridhoaanNya (cintaNya). Nabi berkata Saw., "Maka keluarlah jiwa itu (ruh itu), seperti mengalirnya air dalam siqo (tempat air), lalu malaikat mengambilnya. Dan tidak ada sekejap matapun di tangan malaikat itu kecuali meletakkannya dalam kafan dan ramuan wewangian. Yang mana keluar darinya bau yang sangat harum sekali seperti Misk (kasturi) yang ada dibelahan bumi. Lalu Nabi bersabda, "malaikat malaikat itu naik ke atas bersamanya (membawanya). Setiap kali melintas kelompok malaikat, pasti mereka bertanya, "apakah gerangan Jiwa yang baik (sangat harum) ini?". Mereka menjawab, "Fulan bin fulan (identitas mayit) dengan nama yang paling indah , yang mana memiliki nama lebih baik nama-namanya yang ia dinamainya selama di dunia. Sehingga pada akhirnya mereka sampai langit dunia, meminta untuk dibukakan pintu untuk nya (mayit), maka terbukalah pintu langit untuk mereka. Selanjutnya mereka miring lagi disetiap lapisan langit sampai langit berikutnya diiringi para malaikat. Pada akhirnya sampailah ke langit tujuh. Maka Allah azza wajalla berfirman, " tulislah kitab hambaKu ini dalam Illiyyin . Lalu kembalikanlah ia ke bumi. Sesungguhnya Aku menciptkannya (manusia) dari (bumi / tanah) dalam dikembalikan ke dalamnya (kuburan) dan Aku mengeluarkannya (membangkitkan kembali) lagi darinya ". Kemudian Nabi berkata, "maka dikembalikanlah ruhnya kedalam jasadnya, lalu didatangilah oleh dua malaikat, kemudian di duduki (dikembangkan untuk duduk). Kedua malaikat itu berkata, "siapakah Tuhanmu?. ia menjawab, "Allah Tuhanku". Lihat QS Ibrahim ayat 27. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan Ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat Keduanya bertanya lagi, "apakah agamamu?", Ia menjawab, "agamaku Islam". Mereka bertanya, "siapakah laki-laki yang diutus kepadamu?". Ia menjawab, "Rasulullah". Ditanya lagi, "apakah ilmumu?". Ia menjawab, "Aku baca Alquran lalu, kuyakini dan kubenarkan (amalkan). Maka terpanggilah panggilan dari langit (Allah); benar yang diucapkan hambaKu, maka berikanlah kepadanya kenikmatan pelaminan dari surga, dan berilah pakaian dari surga, bukalah baginya pintu menuju surga. Nabi bersabda, "maka datanglah malaikat dengan kesenangan dan kenikmatan lalu melapangkan kuburnya sepanjang mata memandang". Nabi bersabda, "datang kepadanya seseorang yang sangat menawan wajahnya, pakaian yang sangat indah, dan bau yang sangat harum dan berkata kepadany," berbahagialah kamu, dengan segala kenikmatan untukmu. Inilah hari yang telah dijanjikan untukmu. Iapun bertanya, "siapakah sesungguhnya kamu? wajahmu yang membawa wajah segala kebaikan? ". ia menjawab, "aku adalah amal sholehmu". Lalu ia berkata, "Ya Tuhanku, percepatlah kiamat, sehingga aku kembali kepada keluargaku dan hartaku". Kitab Illiyin Al Muthoffifiin 83 ayat 18. Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam 'Illiyyin. [1564] ayat 19. Tahukah kamu Apakah 'Illiyyin itu? ayat 20. (Yaitu) kitab yang bertulis, ayat 21. Yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah). ayat 22. Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga), [1564] 'Illiyyin: nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang yang berbakti. Yang Dimurkai Allah SWT. Sesungguhnya seorang hamba Kafir, bila meninggalkan dunia (akan wafat) dan mengalami akhirat. Turunlah kepadanya malaikat dari langit. Dengan wajah mengerikan yang hitam kelam dengan mereka alat pintalan kasar dari neraka, mereka duduk di atas kepalanya sejauh mata memandang. Lalu malaikat berkata, "wahai jiwa yang kotor, keluarlah kamu menuju kemurkaan dan kemarahan Allah. Nabi berkata, "maka diceraiberaikanlah jiwanya dalam tubuhnya dan melepaskan seperti mencabut seperti mencabut rembesan air yang banyak dari bambu domba yang basah, lalu ditariknyalah lalu malaikat mengambilnya dengan keras sampai terputuslah urat urat dan syarafnya .. Dan tidak ada sekejap matapun di tangan malaikat itu kecuali meletakkannya dalam deretan kasar Yang mana keluar darinya bau yang sangat busuk sekali dari bangkai yang paling busuk dibelahan bumi. Lalu Nabi bersabda, "malaikat malaikat itu naik ke atas bersamanya (membawanya). Setiap kali melintas kelompok malaikat, pasti mereka bertanya, "apakah gerangan Jiwa yang kotor ini?". Mereka menjawab, "Fulan bin fulan (identitas mayit) dengan nama yang sangat jelek, yang mana memiliki nama lebih jelek nama-namanya yang ia dinamainya selama di dunia. Sehingga pada akhirnya mereka sampai langit dunia, meminta untuk dibukakan pintu untuk nya (mayit), maka tidak terbuka pintu langit untuk nya. Rasulullah sallahu alaihi wasalam membacakan, "(surat al araf 40) sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, sampai unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. Maka Allah azza wajalla berfirman, "tulislah kitab hambaKu ini dalam sijjin di kerak bumi yang terbawah, lemparlah sekeras kerasnya. Kemudian Nabi membacakan "(surat al haj 31) Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. Kemudian Nabi berkata, "maka dikembalikanlah ruhnya kedalam jasadnya, lalu didatangilah oleh dua malaikat, kemudian di duduki (dikembangkan untuk duduk). Kedua malaikat itu berkata, "siapakah Tuhanmu?. ia menjawab, "ha? , Ha? aku tidak tahu ". Keduanya bertanya lagi, "apakah agamamu?", Ia menjawab, "ha? , Ha? aku tidak tahu ". Mereka bertanya, "siapakah laki-laki yang diutus kepadamu?". Ia menjawab, "ha? , Ha? aku tidak tahu ". Maka terpanggilah panggilan dari langit (Allah); ia telah mendustakan (kebenaran), maka berikanlah kepadanya siksaan pelaminan dari neraka, bukalah baginya pintu menuju neraka. Nabi bersabda, "maka datanglah malaikat dengan siksaan panas, dan racun racun neraka". Kuburnya disempitkan sehingga tulang tulang rusuknya bercampur baur ". Datanglah orang yang sangat jelek wajahnya, pakaian yang sangat jelek, bau yang sangat busuk. Lalu orang itu berkata, kuberitahukan kepadamu "bagimu dengan azab yang engkau akan raskan. Inilah hari yang engkau sudah dijamin. Lalu ia bertanya, "siapakah engkau ini? Yang berwajah jelek dan membawa kesengsaraan". Ia menjawab, "aku adalah praktek kamu yang jelek. Ia berkata, "ya Tuhanku janganlah datang hari kiamat. Dalam riwayat lain; Dalam kubur; dikirimlah seorang yang buta, tuli dan bisa yang ditangannya pemukul yang sangat keras dari besi jikala dipukulkan ke gunung maka akan hancur menjadi debu. Lalu dipukulkanlah kepadanya sampai terdengar antara Timur dan Barat kecuali dua (jin dan manusia) sampai menjadi tanah, lalu dikembalikan (diaktifkan lagi) ruhnya Kitab Sijjin Al Muthoffifiin 83 ayat 7. Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin [1562]. ayat 8. Tahukah kamu Apakah sijjin itu? ayat 9. (Adalah) kitab yang tertulis. ayat 10. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu untuk orang-orang yang mendustakan, ayat 11. (Yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. ayat 12. Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa, Tentang Ruh Mayit Nabi sallahu alaihi wasalam: "Sesungguhnya mayit itu mengetahui siapa yang membawanya, dan siapa yang memandikannya dan siapa yang mendatanginya di kuburannya.". Rasulullah sallahu alaihi wasalam, "saat jenazah diletakkan diatas pundak digotong orang-orang, saat ruh mayat yang sholeh, ia berkata, "ayo lekaslah secepatnya bawa diriku". Tapi bila tidak sholeh ia berkata, "celakah aku, akan kemana mereka ini membawa ku ? " suaranya terdengar semuanya kecuali manusia, ketika manusia dapat mendengarnya niscaya akan pingsan. Dialog Nabi Dengan Mayat Rasulullah sallahu alaihi wasalam sedang melihat lihat warga (kuburan) AlQolaibi, lalu beliau berkata, "apakah kalian mendapatkan yang dijanjikan Tuhan kalian dengan benar?". Lalu beliau ditanya, "apakah engkau mengajak berbicara dengan orang orang yang telah mati (apakah mereka mendengar?". Rasulullah menjawab, "kalian semua tidak lah bisa mendengar lebih dari pada mereka (maksudnya mayat lebih memiliki pendengaran yang hebat dibanding manusia hidup), akan tetapi mereka tidak mampu menjawab. Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda, "Sesungguhnya kuburan adalah persinggahan pertama dari persinggahan persinggahan akhirat. Barangsiapa yang selamat darinya maka selanjutnya lebih mudah baginya dan barangsiapa yang tidak aman di dalamnya, maka selanjutnya jauh lebih berat siksaannya. Rasulullah sallahu alaihi wasalam menambahkan,. "Dan tidak kumelilhat pemandangan yang sangat mengerikan kecuali pemandangan kuburan" Kata Kubur Kepada Mayat Suatu hari Rasulullah masuk dalam daerah perkuburannya lalu melihat perkumpulan orang orang yang sedang tertawa-tawa. Lalu beliau bersabda, "bila kalian semua mengingat kepada yang menghacurkan dengan cepat semua kenikmatan (duniawi), maka kalian akan disibukkan dengan itu dari apa yang aku lihat. Sesungguhnya seseorang bila memasuki kuburnya, kuburan itu akan berkata "aku adalah rumah keterasingan, aku rumah kesendirian, aku rumah tanah, aku rumah cacing. Dan bila hamba yang beriman sudah memasuki kubur maka ia akan mengatakan, "selamat datang dan engkau termasuk keluarga kami, dulu engkau sungguh aku mencintaimu telah berjalan diatas pundakku, karena apa yang telah engkau perbuat. Sekarang giliranku menghadapimu, engkau saat ini dihadapanku, maka akan engkau lihat apa yang aku perbuat kepadamu. Lalu Nabi menjelaskkan, "maka kuburan itu menjadi luas sepanjang mata memandang, dan terbuka pintu ke sorga . Dan bila hamba yang bermaksiat atau kafir sudah memasuki kubur maka ia akan mengatakan, "aku tidak menyambut kamu, dan kamu tidak termasuk keluarga kami, dulu engkau sungguh aku membencimu telah berjalan diatas pundakku, karena apa yang telah engkau perbuat. Sekarang giliranku menghadapimu, engkau saat ini dihadapanku, maka akan engkau lihat apa yang aku perbuat kepadamu. Lalu Nabi menjelaskkan, "maka kuburan itu menghempitnya sampai tulang rusuknya saling bertemu dan saling beradu. Nabi menjelaskan sambil mencengkramkan tangan memasukkan jari jemarinya satu sama lainnya. Lalu Allah memberikan kepadanya 70 ular yang sangat besar , apabila salah satu diantara nya menyemburkan hembusan di tanah, maka akan terbakar tidak akan dapat tumbuh lagi tanaman apapun diatasnya selama lamanya. Maka ia dilahap dengan gigitan ular itu dan dikoyak koyaknya kondisi ini terus sampai hari perhitungan . Rasulullah sallahu alaihi wasalam "kuburan bisa menjadi taman salah satu taman sorga, bisa juga menjadi lubang neraka". Jabir bin Abdullah Al Anshori mengatakan, "kami sedang keluar berjalan bersama Rasulullah sallahu alaihi wasalam suatu hari ke Saad Bin Muadz ketika wafat. Ketika Rasulullah sallahu alaihi wasalam menyolatkannya dan menempatkan di dalam kuburanya lalu menguburnya, beliau bertasbih, kamipun ikut bertasbih dalam jangka yang lama. Lalu Nabi bertakbir, kamipun ikut bertakbir. Lalu beliau ditanya, "Ya Rasulullah kenapa Engkau bertasbih dan bertakbir? "Sesungguhnya kuburan ini mempersempit hamba Allah yang sholeh ini, lalu Allah melapangkannya baginya". Jadi Nabi dapat mengetahui bahwa: kuburan menyempit walau untuk orang sholeh, tetapi tidak menyiksa, lain halnya orang kafir penyempitan sebagai siksaan, karena setelah itu kuburan orang sholeh dilapangkan Allah. Masuklah Rasullah sallahu alaihi wasalam kepada Abi Salamah yang terbelalak matanya, beliau bersabda, "Sesungguhnya roh itu bila ditarik (ajal) diikuti oleh mata". Dan setelah itu orang-orang berteriakan terkejut. Lalu Nabi mengatakan, "janganlah kalian mengatakan terhadap diri kalilan kecuali dengan kata yang baik!". Sesungguhnya para malaikat meng-amin kan apa yang kalian katakan! ". Lalu Nabi berdoa untuk Abi Salamah, "Ya Allah ampunilah Abu Salamah, angkatlah derajatnya sampai Mahdiyiin (derajat orang yang dipancarkan cahaya karena mengikuti petunjuk-) dan berilah kepadanya kesudahan dalam golongan yang ghobirin (kaum umat Nabi Muhammad yang terangkat derajatnya) dan ampuni pula kami dan dirinya wahai pengatur alam semesta, lalu lapangkanlah baginya dalam kuburnya kemudian pancarkanlah cahaya baginya di dalam kuburnya. HR Muslim Cahaya Dalam Kubur Ada seorang wanita berkulit hitam, selalu membersihkan (menyapu) masjid (dalam riwayat ini seorang pemuda). Lalu Nabi merasa kehilangan (tidak melihat lagi). Kemudian beliau bertanya pada wanita tadi. Kemudian para sahabat mengatakan, "sudah wafat!". Beliau bersabda "apakah kalian menyakitku?" (Seolah-olah orang orang meremehkan wanita itu). Lalu Nabi berkata, "tunjukkan kepadaku kuburannya!". Lalu mereka menunjukkan kepada Nabi. Kemudian Nabi menyolatkannya (shalat diatas kuburannya), kemudian beliau bersabda, "kuburan kuburan disini penuh dengan kegelapan untuk orang orang yang di dalamnya, sesungguhnya Allah azza wa jalla memancarkan cahaya ke kuburan kuburan ini untuk mereka yang ada di dalamnya karena sholatku kepada mereka". HR Muslim Adzab kubur dalam Quran Marilah kita simak QS At Taubah ayat 101. Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingmu [657] itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) kamilah yang mengetahui mereka. nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada siksa yang besar. [657] Maksudnya: orang-orang Badui yang berdiam di sekitar Madinah Siksaan: siksaan pertama di dunia lalu yang kedua siksaan disini adalah adzab kubur di alam barzakh. Lalu baru ke azab yang lebih besar lagi diakhirat. Kemudian diikuti QS Al Mukmin / Al Ghofir ayat 45. Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir'aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. ayat 46. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan sore [1324], dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras". [1324] Maksudnya: dinampakkan kepada mereka neraka pagi dan sore sebelum hari berbangkit. Fir'aun dengan pengikutnya selalu dikepung adzab kubur dan tersiksa lagi dengan ditampakkan kepada mereka "masa depan di neraka" pagi dan sore sampai kiamat disinilah disamping siksaan fisik dalam kubur juga siksaan mental yang dahsyat!!. Orang-orang yang Mati Syahid Mari kita simak QS Al Imran ayat 169. Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup [248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. [248] Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, di mana mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana Keadaan hidup itu. Mendengar dari Kubur Dalam hadist Riwayat Bukhori; bahwa Nabi menjelaskan orang yang kafir atau munafik akan disiksa dalam kubur dengan martil besi yang dipukulkan diatas kepalanya antara kedua telinganya sampai berteriak keras yang dapat didengar oleh yang disekitarnya kecuali manusia dan jin. Dimanakah Keberadaan Ruh si Mayit Para Nabi dan Rasul dalam Hadist shohih Bukhori Muslim: Derajat yang sangat tinggi di sebut dengan istilah rofiiq A 'laa yaitu derajat tertinggi di sisi Allah seperti yang dijelaskan Rasulullah "allahumma rofiiq A'laa". Seperti halnya dalam perjalanan Nabi ke sidratul muntaha saat Mi'raj bahwa penempatan manusia bertingkat tingkat. QS Al-Imran 169: Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup [248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. [248] Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, di mana mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana Keadaan hidup itu. Orang orang yang mati syahid dalam kenikmatan yang berlimpah dari Allah. Dalam riwayat yang sangat banyak menunjukkan: Arwah mereka dalam rongga burung yang kehidjau hijauan keluar masuk sorrga menuju sungai sungai sorga, memakan buah buahnya. Lalu pergi kembali lagi ke panci panci yang terbuat dari emas. Mereka bergelantungan di alam arsy. Bila mereka merasakan nikmatnya aroma makanan dan minuman, mereka mengatakan: sampaikanlah pada kondisi ini semua kepada suadara saudara kami, sungguh kami hidup dalam sorga yang penuh rezki. Ini agar mereka (orang yang masih hidup di dunia) tidak lari berpaling dari jihad perang. Kemudian Allah berfirman, "Aku akan beritahukan kepada mereka!" Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup [248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Al Imran 169. Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda, "tidak ada satupun masuk sorga lalu menginginkan untuk kembali ke dunia, dan tidak akan memiliki apapun di dunia kecuali hanya ingin mati syahid lagi, keinginannya kembali ke dunia hanya berperang meskipun sepuluh kali. Hal ini karena mereka mendapatkan kemuliaan dan karunia (buah dari syahid). Orang orang yang sholeh juga dalam kenikmatan yang diberikan Allah dalam hadist Rasulullah bersabda,: sesungguhnya arwah orang beriman dalam bentuk burung yang bergelantung di pepohonan sorga dan akan dikembalikan ke jasadnya hari kebangkitan nanti. HR Ahmad. Jadi dijelaskan kenikmatan dalam sorga barzakh sampai hari kebangkitan. Barulah memasuki fase selanjutnya. Ruh yang Dimurkai Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa arwah manusia yang dibenci Allah dalam siksaan kubur. Dalam beberapa riwayat hadist siksaan kubur sangat berbeda beda itu semua tergantung pada perbuatan dosa dosanya: Adzab tempaan besi panas. Adzab batu besar. Adzab cerobong panas. Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda, "jiwa orang beriman itu tergantung karena utangnya sampai dilunasi". HR Tirmidzi Rasulullah berdoa untuk mayit "Ya Allah ampunilah dirinya dan limpahkanlah rahmat dan berilah Afiah (keamanan) dan maafkanlah (pada kesalahanya), karuniakanlah kepada kemuliaan saat dimasukan dalam kubur, lapangkanlah kuburnya, mandikanlah dengan air, es dan embun. Bersihkanlah dari segala kesalahan kesalahan seperti bersihkan pakaian yang putih dari noda. Lalu berikanlah kepadanya pengganti rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia). Keluarga yang lebih baik dari keluarganya. Pasangan (suami / istri) yang lebih baik dari pasangannya (didunia). Kemudian masukkanlah dalam sorga, lindungilah ia dari adzab kubur dan adzab neraka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar