SELAMAT DATANG DIBLOG BEJOSENTOSO

Minggu, 01 Januari 2012

Peringkat Habib Dalam Islam

بسم الله الرحمن الرحيم kita sering sekali mendengar kata kata Habib fulan bin fulan bin fulan dalam setiap penelitian islam. Penghormatan yang besar yang dilakukan kaum muslimin terhadap mereka. Sampai-sampai sepertinya Habib itu adalah orang yang istimewa sekali sampai tidak bisa kita untuk membantah perintahnya. Di indonesia ini para habib atau ... habaib biasanya hidup berkelompok dan Habib tersebut memimpin sekelompok manusia. Allah SWT berfirman: ياأيها الذين آمنوا إن تتقوا الله يجعل لكم فرقانا "Hai orang-orang yang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menjadikan untuk kalian furqan (pembeda)." (Al-Anfal: 29) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين "Barangsiapa yang Allah menginginkan kebaikan kepadanya, niscaya Allah akan menjadikan dia faqih dalam agama." من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريقا إلى الجنة "Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan mudahkan jalannya menuju surga." siapakah Habib? Habib adalah orang yang mengaku masih memiliki nasab (garis keturunan) sampai Nabi Muhammad صلى ا لله عليه وسلم. kemudian bagaimana posisinya dalam islam. Peringkat dalam islam. Bagaimana Peringkat Habib dalam islam. Apakah posisi mereka sama seperti posisi Ahlul Bait, apakah ada perintah untuk mencintai secara khusus kepada Habib tersebut. Berikut saya kutip dari buku "Keutamaan Keluarga Nabi صلى ا لله عليه وسلم dari kelompok riwayat yang shahih - penulis Ummu Syu'aib Al-Wadi'iyyah (Istri Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah)-Pustaka Ar Rayyan.Siapa sajakah Ahlul bait itu (untuk melihat dalil-dalilnya silahkan lihat buku tersebut) Allah subhanahu wata'ala berfirman yang artinya: النبي أولى بالمؤمنين من أنفسهم وأزواجه أمهاتهم "Nabi itu lebih berhak untuk dicintai kaum mukminin dari diri mereka sendiri, sedangkan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka (kaum mukminin)." (Al Ahzab: 6) firman Allah SWT dalam surat Al-Ahzab ayat 59: ياأيها النبي قل لأزواجك وبناتك ونساء المؤمنين يدنين عليهن من جلابيبهن ذلك أدنى أن يعرفن فلا يؤذين وكان الله غفورا رحيما "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka'. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " bahwasanya ayat tersebut dengan jelas menyebut istri-istri Nabi صلى ا لله عليه وسلم. Para Ahlul Bait adalah. Istri-istri Nabi muhammad صلى ا لله عليه وسلم (lihat surat al Ahzab: 28 - 34). Mereka adalah: Istri-istri Nabi زوجات النبي Khadijah binti Khuwailid (wafat 3 SH) Zainab binti Khuzaimah (wafat 1 SH) Aisyah binti Abu Bakar (wafat 57 H) Hafshah binti Umar (wafat 45 H) Juwairiah binti Harits bin Abu Dhirar (wafat 56 H) Maimunah binti Harits (wafat 50 H) Mariah Qibtiah (wafat 16 H) Saudah binti Zam `ah (wafat 23 H / 643 M) Shafiyyah binti Huyai bin Akhtab (wafat 50 H) Ummu Habibah binti Abu Sofyan (wafat 44 H) Ummu Salamah (wafat 57 H) Zainab binti Jahsy (wafat 20 H) kemudian setelah istri-istri nabi صلى ا لله عليه وسلم, adalah orang-orang yang drekomendasikan berdasarkan kata Nabi Muhammad صلى ا لله عليه وسلم, mereka adalah: Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu. Fatimah bintu Muhammad صلى ا لله عليه وسلم. Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu. Husain bin Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu. Ibrahim bin Muhammad صلى ا لله عليه وسلم. Ja'far bin Abi Thalib radhiallahu anhu. Abdullah bin Ja'far bin Abi Thalib radhiallahu anhu. Abbas bin Abdul Muthalib radhiallahu anhu. Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib radhiallahu anhu. Qutstsam bin Abbas bin Abdul Muthalib radhiallahu anhu. Khadijah bintu Khuwailid radhiallahu anha. Aisyah bintu Abu bakr as shiddiq radhiallahu anhu. Zainab bintu Jahsy radhiallahu anha. Ummu Salamah radhiallahu anha. Maimunah radhiallahu anha. Juwairiyah radhiallahu anha. Saudah bintu Zam'ah radhiallahu anha. Hafshah bintu Umar bin Khaththab radhiallahu anhu. Shafiyyah bintu Huyyai radhiallahu anha. Ummu Habibah Ramlah bintu Abu Sufyan radhiallahu anhu. Zainab bintu Muhammad صلى ا لله عليه وسلم. Shafiyyah bibi Muhammad صلى ا لله عليه وسلم. Ummu Hani bintu Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu. Al Mahdi, Muhammad bin Abdillah. Lho .... dimana para habib? ternyata mereka tidak termasuk Ahlul Bait yang direkomendasikan oleh Allah, bahwasanya Allah telah menyebut para istri Nabi muhammad صلى ا لله عليه وسلم (lihat surat al Ahzab: 28 - 34). , Dan Rasululllah صلى ا لله عليه وسلم tidak merekomendasikan mereka para Habib tersebut. Ahlul bait yang khusus diperintahkan oleh Nabi Muhammad صلى ا لله عليه وسلم untuk memuliakan mereka adalah mereka yang namanya disebut-sebut dari riwayat Hadits yang shahih (lihat di atas). Sedangkan secara umum, Ahlul bait tersebut adalah orang yang kita cintai dan muliakan mereka semata-mata karena iman dan kekerabatan mereka dengan Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: "Dan tidak ragu lagi bahwa mencintai Ahlul Bait adalah wajib." Al-Qadhi 'Iyadh rahimahullah berkata: "Dan termasuk memuliakan Nabi shallallahu' alaihi wa sallam adalah berbuat baik kepada keluarga dan keturunan beliau." Para sahabat adalah orang-orang yang sangat memuliakan Ahlul Bait baik dari kalangan para sahabat sendiri maupun para tabi'in. Demikianlah hendaknya sikap seorang muslim kepada mereka. Wajib atas dirinya untuk mencintai, menghormati, memuliakan dan tidak menyakiti mereka. Namun sudah barang tentu, tolok ukur kecintaan terhadap mereka semata-mata karena iman dan kekerabatan mereka dengan Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam. Tanpa iman tidak akan bermanfaat sama sekali kekerabatan seseorang dengan Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam. Allah 'Azza wa Jalla berfirman yang artinya: "Yaitu di hari (kiamat) yang harta dan anak keturunan tidak lagi bermanfaat. Kecuali seseorang yang menghadap Allah dengan hati yang lurus. "(Asy-Syu'ara` :88-89) Demikian pula bila ada Ahlul Bait yang jauh dari sunnah Rasul, maka martabatnya di bawah seseorang yang berpegang teguh dengan sunnah Rasul, walaupun dia bukan Ahlul Bait. Allah berfirman yang artinya: "Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa." (Al-Hujurat: 13) Kemudian terkadang para Habib tersebut terkadang menebarkan syubhat (keragu-raguan) pada kaum muslimin bahwa mereka adalah Ahlul Bait, namun kita katakan kepada mereka bahwa Abu Lahab yang kafir dan memerangi Nabi Muhammad صلى ا لله عليه وسلم itu adalah pamannya sendiri. Para Habib itu mereka adalah Ahlul Bait masuk dalam kategori yang umum (termasuk didalamnya Abu Lahab), bukan termasuk Ahlul Bait yang khusus di rekomendasikan oleh Allah dan juga direkomendasikan oleh Nabi Muhammad صلى ا لله عليه وسلم. Jadi posisi Habib tidak ada keistimewaan tersendiri dan mereka tidak ma'shum (terjaga dari dosa), dan tidak dapat merubah syariat ini. Peringkat mereka akan terangkat dengan keimanan mereka. kita cintai dan muliakan mereka semata-mata karena iman dan kekerabatan mereka dengan Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam. Bahkan dalam beberapa contoh kasus, kita ada beberapa Habib yang jauh dan menyimpang dari sunnah Nabi صلى ا لله عليه وسلم. Bukannya mengajarkan kepada manusia untuk melakukan praktek-praktek yang dilakukan dan diajarkan oleh Nabi Muhammad صلى ا لله عليه وسلم namun praktek-praktek baru yang membuat orang-orang menjauhi sunnah Nabi nya صلى ا لله عليه وسلم. Kita sangsi apakah Nasab mereka sampai kepada Nabi Muhammad صلى ا لله عليه وسلم, karena kita dapati diantara mereka saling menjual "Sertifikat Nasab" sehingga dikalangan mereka juga ada Habib palsu. Untuk itulah kita harus berhati-hati, tidak bisa berlebihan untuk memuliakan seseorang. Ya Habib bila engkau adalah termasuk Ahlul bait, tinggalkan julukan yang engkau sandang, Julukan yang membuat hati menjadi sombong. Julukan yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi kami shallallahu 'alaihi wa sallam, juga tidak pernah ada misalnya di generasi sebaik-baik manusia yaitu masa sahabat, tabi'in dan tabiut tabiin Ajarkankanlah kami Al-Qur'an dan As-Sunnah as-shahihah dengan pemahaman para pendahulu yang sholeh. Ajarkanlah kami, Sunnah Nabi kami shallallahu 'alaihi wa sallam bukan ajaran baru yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi kami shallallahu' alaihi wa sallam. Tunjukkan keimananmu. Ajarkanlah kepada kaum muslimin untuk mengenal Allah dan mengenal Rasul-Nya. Ajarkanlah manusia untuk bertauhid. Ajarkankan kami menjadi orang yang ittiba (mengikuti) kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, jangan jadikan kami orang yang taklid kepada seseorang, Karena tidak ada orang yang Ma'shum kecuali Nabi. Ingatlah Kalam Allah Azza wa jalla: "Yaitu di hari (kiamat) yang harta dan anak keturunan tidak lagi bermanfaat. Kecuali seseorang yang menghadap Allah dengan hati yang lurus. "(Asy-Syu'ara` :88-89)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar