SELAMAT DATANG DIBLOG BEJOSENTOSO

Minggu, 01 Januari 2012

Tahukah Siapa Orang yang bangkrut itu?

"Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu' alaihi wasallam bertanya: Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut (pailit) itu? Maka mereka (para sahabat) menjawab: orang yang pailit di antara kita adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: orang yang pailit dari ummatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakatnya, namun dia datang dan (dahulu di dunianya) dia telah mencela si ini, menuduh (berzina) si itu , memakan harta si ini, menumpahkan darah si itu dan telah memukul orang lain (dengan tidak hak), maka si ini diberikan kepadanya kebaikan orang yang membawa banyak pahala ini, dan si itu diberikan sedemikian juga, maka saat kebaikannya sudah habis sebelum dia melunasi segala dosanya (kepada orang lain), maka kesalahan orang yang didzalimi di dunia itu dibebankan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke api neraka. HR. Muslim. 1. Keterangan singkat. Di dunia ini, mungkin banyak orang-orang yang merasa kuat dapat membebaskan diri mereka dari jeratan hokum akibat perbuatan dzalim mereka terhadap orang lain, baik berupa hutang, membunuh tanpa alasan yang dibenarkan oleh Allah, mencaci maki orang lain dan sebagainya, namun tidak demikian dengan hukum dan keadilan yang Allah tegakkan di hari kiamat, pada saat itu tidak seorang-pun yang dapat membebaskan diri dari kesalahannya selama di dunia yang dia tak pernah bertobat dan menyesalinya, orang yang mereka dzalimi datang kehadapan Allah mengadukan kedzaliman orang tersebut sedang ia bergantung dengan kepala saudaranya sambil berkata: wahai Tuhan-ku tananyakan kepada orang ini (yang telah membunuhku) kenapa dia telah membunuhku di dunia? dan sebagainya, sehingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwasiat kepada ummatnya dengan sabdanya: Barangsiapa disisi ada perbuatan dzalim terhadap saudaranya, maka hendaklah ia meminta dihalalkan (dimaafkan) sekarang sebelum datang hari yang tidak terjadi pada saat itu emas atau perak.sebelum diambil darinya kebaikannya untuk membayar kedzalimannya terhadap saudaranya, dan jika dia tidak memiliki kebaikan, maka dibebankan kepadanya keburukan saudaranya itu kepadanya. HR.Bukhari. 2. Konten hadits: • Hadits ini menjelaskan akan adanya pembalasan di hari kiamat. • Orang yang mendzalimi saudaranya di dunia, sedang dia belum bertobat dari kedzaliman tersebut dengan meminta maaf atau mengembalikan haknya, maka dia harus membayarnya dengan kebaikannya. Jangan sampai kita semua termasuk di dalamnya .. Oleh karena itu, segeralah kita membabaskan diri kita dari mendzalimi orang lain, penuhilah setiap yang memiliki hak akan haknya, dan jangan menunggu hari hari esok karena tidak seorangpun yang mengetahui akan keberadaannya di esok hari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar