SELAMAT DATANG DIBLOG BEJOSENTOSO

Minggu, 01 Januari 2012

Pengertian Hidup menurut Al Qur'an

Berbagai macam ajaran tentang hakekat hidup dan tujuan hidup telah berkembang. Masing-masing berbeda pada pengertian dan tujuan hidup. Hanya Al Qur'an lah yang dapat menjelaskan arti dan tujuan hidup manusia secukupnya sehingga dapat dipahami oleh setiap individu yang membutuhkannya. Orang atheis mendasarkan doktrinnya pada teori naturalism tidak dapat memberikan alasan kenapa adanya hidup kini, kecuali sebagai kelanjutan dari hukum evolusi pada setiap benda yang sejak dulu telah mengalami perubahan alamiah. Sementara mereka berbantahan pula mengenai hukum evolusi itu sendiri disebabkan banyaknya benturan (dead lock) dalam analysa dan teorinya. Benturan itu mereka namakan Missing Link. Untuk tujuan hidup mereka juga tidak memiliki arah dan alasan yang tepat. Tetapi mereka semua sama berpendapat bahwa yang ada kini akan musnah dengan sendirinya di ujung zaman sesuai dengan menusut dan habisnya alat kebutuhan hidup dan karena terganggunggunya stabilitas susunan bintang di alam semesta. Mereka berkesimpulan bahwa hidup kini dimulai dari kekosongan, telah terwujud secara alamiah, dan sedang menuju ke arah kekosongan alam semesta dimana setiap individu hilang berlalu tanpa bekas dan tidak akan hidup kembali. Dalam hal ini mereka melupakan unsur Roh yang ada pada setiap individu. Pihakyang menganut paham plurality atau Trinity, walaupun tidak membenarkan teori evolusi, malah mengakui manusia ini memulai hidupnya dari satu diri yang sengaja diciptakan Tuhan, tetapi mereka tdak dapat memberikan alasan tentang maksud apa yang terkandung dalam perencanaan penciptaan itu. Sebagai tujuan hidup, mereka sama sependapat bahwa nanti akan terjadi kehidupan balasan sesudah mati, tetapi dalam kedaan gaib bukan konkrit, dimana setiap pribadi baik akan menerima kebahagiaan jiwa dan pribadi jahat akan merana. Pihak pertama pada tadi bertntangan dengan dengan ajaran Al Qur'an tentang asal hidup dan juga bertentangan mengenai tujuan hidup, sedangkan pihak kedua bersamaan dengan ajaran Al Qur'an tentang asal usul hidup juga bersamaan tentang tujuan hidup tetapi berbeda dalam hal gaib dan konkrit. Sebaliknya kedua pihak (Islam dan plurality / Trinity) sependapat tentang arti hidup yang tidak lain hanyalah berjuang untuk kebutuhan dan kelanjutan generasi, tetapi mereka (plurality / Trinity) melupakan bahwa pendapat demikian akan berujung dengan pemusnahan generasi mendatang karena setiap individu lebih mementingkan kondisi sekarang tanpa ancaman resiko konkrit yang akan dihadapi di akhirat nanti. Al Qur'an yang menjadi dasar ajaran hidup dalam Islam, memberikan alasan dan keterangan secukupnya mengenai sebab, arti dan tujuan hidup manusia. A. Sebab adanya hidup Semesta raya ini dulunya dari kekosongan total, tidak satupun yang ada kecuali Allah yang ESA yang senantiasa dalam kondisi gaib. DIA memiliki maksud agar terjadi penyembahan terhadapnya yang tentu harus dilaksanakan oleh makhluk yang memiliki logika Maka perlulah diciptakan jin dan manusia yang akan menjalani tes dimana dapat ditentukan terjadinya pengabdian dimaksud. Kedua macam makhluk ini membutuhkan tempat hidup dimana segala kebutuhan dalam pengujian tersedia secara alamiah atau ilmiah, maka diciptakanlah benda angkasa berbagai bentuk, waktu dan fungsi. Semuanya terlaksana secara logis menurut rencana tepat, dan saatnya dimulai penciptaan Jin dan Manusia, masing-masing berbeda di segi abstrak dan konkret. Allah itu Pencipta segala sesuatu dan DIA menjaga tiap sesuatu itu. (QS 39/62) DIA pelaksana untuk apa yang DIA inginkan. (QS 85/16) Dan tidaklah AKU ciptakan jin dan manusia itu kecuali untuk menyembah AKU (di akhirat utamanya). QS 51/96. B. Arti Hidup KINI Al Qur'an memberikan ajaran tentang arti hidup bahwa harus menghubungkan dirinya secara langsung kepada Allah dengan cara melaksanakan hukum-hukum tertulis dalam al quran, dan menghubungkan dirinya pada masyarakat sesamanya dalam melaksanakan tugas amar makhruf nahi munkar. DIAlah yang menciptakan kematian dan kehidupan agar DIA menguji kamu yang mana diantara kamu yang lebih baik perbuatannya, dan DIA Mulia dan Pengampun. (QS 67 / 2) Bahwa Kami menunjukkan garis hukum padanya (manusia itu), terserah padanya untuk bersyukur atau kafir. (QS 76 / 3) C. Tujuan hidup Al Qur'an menjelaskan bahwa kehidupan kini bukan akan berlalu tanpa akibat tetapi berlangsung dengan catatan atas semua gerak zahir dan batin yang menentukan nilai setiap indivisu untuk kehidupan konkrit nantinya di alam akhirat, dimana kehidupan terpisah antara yang beriman dan yang kafir untuk selamanya. Dan berlombalah kepada keampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya sama dengan luas planet-planet dan Bumi ini, dijamin untuk para muttaqien. (QS 3 / 133) Sungguh kami ciptakan manusia itu pada perwujudan yang lebih baik. Kemudian kami tempatkan dia kepada kerendahan yang lebih rendah. Kecuali orang-orang beriman dan beramal shaleh, maka untuk mereka upah yang terhingga. QS 95/4-6) Dengan keterangan singkat ini, jelaslah bahwa Al Qur'an bukan saja menjelaskan kenapa adanya hidup kini, tetapi juga memberikan arti hidup serta tujuannya yang harus dicapai oleh setiap diri. Keterangan Al Qur'an seperti demikian dapat diterima akal sehat dan memang hanyalah kitab suci itulah yang mungkin memberikan penjelasan demikian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar