SELAMAT DATANG DIBLOG BEJOSENTOSO

Minggu, 01 Januari 2012

Tauhid Wahai Para Da'i

Al-Ustadz Abdurrahman Abu Usamah bin Rawiyah an NawawiDakwah merupakan ibadah yg agung. Sayangnya dakwah telah banyak disalahgunakan utk membungkus kampanye politik dalam rangka mencari pengikut merekrut simpatisan dan kader partai atau sekedar mencari dunia. Di sisi lain ada da'i yg mengkhususkan pada persoalan-persoalan politik hingga melupakan hal-hal mendasar dalam Islam. Lalu bagaimana sesungguhnya dakwah Rasulullah itu? Terlalu banyak seruan atau 'dakwah' ilallah yg kita jumpai di sekeliling kita. Masyarakat pun dgn mudahnya mengatakan bahwa 'dakwah itu semuanya sama'. Benarkah? Lalu manakah seruan yg benar yg akan mendekatkan kepada Allah? Beragamnya seruan itu sendiri telah menjadi sunnatullah. Telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari shahabat Abdullah bin Mas'ud bahwasanya Abdullah bin Mas'ud bercerita di mana Rasulullah membuat satu garis lurus dan mengatakan: "Ini adl jalan Allah yg lurus." Lalu beliau membuat garis-garis yg banyak dari arah kanan dan arah kiri dan beliau mengatakan: "Ini adl jalan-jalan dan tidak ada satupun dari jalan tersebut kecuali setan menyerukan di atasnya." Kemudian beliau membacakan firman Allah: "Dan ini adl jalan-Ku yg lurus maka tempuhlah ia dan jangan kalian menempuh jalan yg banyak tersebut yg pada akhirnya akan memecah diri-diri kalian dari jalan-Nya. "As Sa'dy menjelaskan apa yg dimaksud dgn jalan yg lurus tersebut di dalam kitab tafsirnya:" Adalah jalan yg sangat jelas yg akan menyampaikan kita kepada Allah dan kepada surga -Nya. Jalan yg lurus itu adl mengenal yg hak dan mengamalkannya. "Rasulullah juga telah menjelaskan akan munculnya para da'i yg menyeru pada jurang neraka. Dalam hadits Hudzaifah bin Yaman yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari Hudzaifah mengatakan: "Orang-orang bertanya kepada Rasulullah tentang kebaikan dan aku bertanya kepada beliau tentang kejelekan yg khawatir akan menimpaku. Lalu aku berkata: "Ya Rasulullah tatkala kami berada dalam kehidupan jahiliyah Allah mendatangkan kebaikan ini. Apakah setelah kebaikan ini ada kejelekan? Rasulullah menjawab "Ya." Aku berkata lagi: "Apakah setelah kejelekan ini ada kebaikan?" Rasulullah menjawab "Ya akan tetapi ada asapnya." Aku mengatakan: "Apakah asapnya wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab "Kaum yang mengambil petunjuk selain petunjukku kamu kenal dan kamu ingkari. "Aku berkata:" Apakah setelah kebaikan ini ada kejelekan? "Rasulullah menjawab "Ya yaitu para da'i yg berada di pintu neraka dan barangsiapa yg memenuhi seruannya maka akan mencampakkannya ke jurang neraka tersebut." Kedua hadits di atas menjelaskan tentang adanya sunnatullah munculnya berbagai seruan yg semuanya mengangkat panji Islam dan mengatasnamakan Islam. Akan tetapi seruan yg benar adalah satu dan jalan yg benar adl satu dan tidak beberapa. Allah berfirman: "Tidaklah setelah kebenaran itu melainkan kesesatan." Hadits tadi juga menjelaskan bahwa jalan yg tidak benar itu lbh banyak dari jalan yg benar. Demikian juga dgn da'i yg menyeru kepada kesesatan lbh banyak dibanding dengan para penyeru kebenaran.Kedudukan TauhidTidak ada keraguan lagi bahwa tauhid memiliki kedudukan yg tinggi bahkan yg paling tinggi di dalam agama. Tauhid merupakan hak Allah yg paling besar pada hamba-hamba-Nya sebagaimana dalam hadits Mu'adz bin Jabal z. Rasulullah berkata kepadanya: "Hai Mu'adz tahukah kamu hak Allah atas hamba-Nya dan hak hamba atas Allah? Ia menjawab "Allah dan Rasul-Nya yg lbh mengetahui". Ia mengatakan: "Hak Allah atas hamba-Nya adl mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dgn sesuatu." {HR. Bukhari dan Muslim} 1. Tauhid merupakan dasar dibangunnya segala amalan yg ada di dalam agama ini. Rasulullah bersabda: "Islam dibangun di atas lima dasar bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yg benar kecuali Allah dan bahwa Muhammad adl Rasulullah mendirikan shalat menunaikan zakat berhaji dan puasa pada bulan Ramadhan." 2. Tauhid merupakan perintah pertama kali yg kita temukan di dalam Al Qur'an sebagaimana lawannya yg merupakan larangan paling besar dan pertama kali kita temukan di dalam Al Qur'an sebagaimana firman Allah: "Hai sekalian manusia sembahlah Rabb kalian yg telah menciptakan kalian dan orang- orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yg bertakwa. Yang telah menjadikan bumi terhampar dan langit sebagai bangunan dan menurunkan air dari langit lalu Allah mengeluarkan dengannya buah sebagai rizki bagi kalian. Maka janganlah kalian menjadikan tandingan-tandingan untuk Allah ". Dalil yg menunjukkan hal tadi dalam ayat ini adl perintah Allah "sembahlah Rabb kalian" dan "janganlah kalian menjadikan tandingan bagi Allah" .3. Tauhid merupakan poros dakwah seluruh para Rasul sejak Rasul yg pertama sampai penutup para Rasul yaitu Muhammad. Allah berfirman: "Dan sungguh Kami telah mengutus pada tiap umat seorang Rasul agar kalian menyembah Allah dan menjauhi thagut." 4. Tauhid merupakan perintah Allah yg paling besar dari semua perintah. Sementara lawannya yaitu syirik merupakan larangan paling besar dari semua larangan.Allah berfirman: "Dan Rabbmu telah memerintahkan agar kalian jangan menyembah kecuali kepada-Nya dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua." "Dan sembahlah oleh kalian Allah dan janganlah kalian menyekutukan-Nya dgn sesuatu apapun. "5. Tauhid merupakan persyaratan masuknya seseorang ke dalam surga dan terlindungi dari neraka Allah berfirman: "Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan agar mereka menyembah Allah dan mengikhlaskan untuk-Nya agama. "Tauhid Poros Dakwah Para RasulMenggali dakwah seluruh para rasul dan sepak terjang mereka dalam memikul amanat dakwah ini niscaya akan kita temukan keanehan di atas keanehan yg seandainya kita yg memikulnya sunggguh kita tidak akan sanggup.Dakwah membutuhkan keikhlasan agar bisa bernilai di sisi Allah dan utk mengikat diri kita dengan pemilik dakwah itu yaitu Allah dan mendapatkan segala apa yg dipersiapkan di negeri akhirat. Dakwah membutuhkan keberanian utk tidak gentar takut dan lari ketika menghadapi segala tantangan. Dakwah membutuhkan kesabaran terhadap segala ujian dan tantangan di atasnya. Dakwah membutuhkan istiqamah utk selalu bersemangat di atas dakwah meskipun kebanyakan orang tidak menerimanya. Dakwah membutuhkan iman yg kuat dan yakin terhadap pertolongan pemilik dakwah ini yaitu Allah. Dakwah membutuhkan tawakal kelembutan dan segala bentuk akhlak yg mulia.Allah telah menjelaskan di dalam Al Qur'an bahwa yg menjadi poros dakwah para rasul adl seruan utk mentauhidkan Allah sebagaimana firman Allah: "Dan sungguh Kami telah mengutus pada tiap umat itu seorang rasul agar kalian menyembah Allah dan menjauhi thagut. "Dari ayat ini Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab mengambil beberapa faidah di dalam kitabnya At Tauhid di antaranya: Hikmah dari diutusnya seluruh para rasul bahwa risalah itu mencakup seluruh umat dan agama para nabi itu adl satu.Dari semua faidah ini sangat jelas bahwa risalah para Rasul adl satu yaitu risalah tauhid. Tugas dan tujuan mereka adl satu yaitu mengembalikan hak-hak Allah agar umat ini menyembah hanya kepada-Nya. Atau dgn kata lain memerdekakan manusia dari penyembahan kepada manusia menuju penyembahan kepada Rabbnya manusia.Tauhid Wahai Para Da'i! Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albany mengatakan dalam risalahnya Tauhid Awwalan Ya Du'atal Islam: "Melihat jeleknya situasi yg menimpa saudara kita se-Islam maka kita mengatakan situasi yg jelek ini tidak lbh jelek dibanding dgn kejahatan situasi jahiliah dulu ketika Allah mengutus Rasulullah ... "Berdasarkan hal itu maka obatnya adl obat yg disebarkan oleh Rasulullah di masa jahiliah. Maka dari itu untuk tiap da'i agar tampil mengobati jeleknya pemahaman umat terhadap kalimat La ilaha illallah dan mengobati keadaan itu dgn obat tersebut. Yang demikian itu sangat jelas jika kita mencoba utk merenungi apa yg difirmankan Allah: "Sungguh telah nampak bagi kalian pada diri Rasulullah suri teladan yg baik untuk siapa yg mengharapkan Allah dan hari akhir dan untuk orang yg mengingat Allah. "Kemudian beliau mengatakan:" Maka Rasul kita Muhammad adl suri teladan yang baik dalam mengobati segala problem yg menimpa kaum muslimin di masa kita sekarang ini bahkan dalam tiap waktu dan kondisi. Yang demikian itu menuntut kita agar seharusnya memulai sebagaimana Rasulullah memulai yaitu pertama kali memperbaiki akidah kaum muslimin yg sudah rusak yg kedua ibadah mereka dan yg ketiga akhlak. Saya bukan berarti ingin memisahkan antara yg satu dari yg paling penting menuju yg penting kemudian yg di bawahnya lagi. Akan tetapi yg saya maksudkan adl agar tiap orang Islam terlebih khusus da'inya utk memberikan perhatian yg besar. "Pernyataan yg menimpa umat secara menyeluruh dan kaum muslimin secara khusus adl kerusakan hubungan mereka dgn Allah. Bahkan sampai ke puncak menyekutukan Allah dalam peribadatan dan mengangkat tandingan-tandingan untuk Allah baik itu dalam wujud manusia atau benda-benda yg tidak bisa bergerak dan berbuat apa-apa.Penyakit ini telah mendarah daging seperti pohon yg telah menancap akarnya. Bahkan telah menjadi penyakit kanker yg tiap saat merenggut nyawa manusia. Oleh krn itu sungguh sangat dibutuhkan obat yg tepat dan dokter yg telaten utk mengawali perombakan akar-akar pohon tersebut dan mengobati penyakit-penyakit kanker tersebut. Ketahuilah dokter umat ini adl mereka-mereka yg mengikuti langkah Rasulullah dalam berdakwah yg memulai dari tauhid yg merupakan dasar bangunan Islam ini sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Dan memberikan obat yg sesuai dgn kebutuhan mereka yaitu Tauhidullah.Wahai para da'i mulailah darimana Allah dan Rasul-Nya memulai dan persiapkan dirimu utk menghadapi segala kemungkinan gangguan dan cobaan yg dahsyat yg terkadang harus mengalami kegagalan di tengah jalan. Mulailah wahai para da'i dari Tauhidullah! Sumber Bacaan: 1. Al Qur'an2. Kitab Tauhid-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab3. Qaulul Mufid-Muhammad Al Wushabi4. Tauhid Awwalan Ya Du'atal Islam Syaikh Al Albany

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar