SELAMAT DATANG DIBLOG BEJOSENTOSO

Minggu, 01 Januari 2012

GAMBARAN SURGA MENURUT AL-QURAN

Para ulama bersepakat syurga itu terletak pada dari langit yang ketujuh. Dalam surat An-Majm ayat 13-15 Allah berfirman: Sesungguhnya ia (Muhammad) telah melihat Jibril sekali lagi, yaitu di Sidratul Muntaha, dan di dekatnya ada surga tempat kembali. Ketika Rasulullah dalam perjalanan Mi'raj, Ia telah berhenti di Sidratul Muntaha. Menurut Rasulullah saw, Sidratul Muntaha itu berada jauh di luar alam langit (di luar ruang angkasa). Di situlah Rasulullah saw mendapati terletak surga. Kemudian dikatakan surga itu luasnya seluas langit dan bumi sebagaimana difirmankan Allah dalam surat Ali Imran ayat 133: Kejarlah oleh kamu ampunan Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Di surga juga udaranya nyaman tidak panas dan tidak pula dingin menggigit. Allah berfirman: Mereka beristirahat didalam surga dengan bertelekan pada pelamin-pelamin (yang berhias), mereka tidak nampak di situ adanya matahari (dan tidak panas), dan tidak juga merasakan suasana yang bersangatan sejuknya. (Al-Insan: 13) Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda: "Bahwa dinding-dinding surga itu batu-bata dari perak dan emas. Tanahnya pohon kimkuma (Za'faran) dan buminya kasturi. "(HR. Al-Bazzar). Dalam sebuah hadis lain diceritakan bahwa Rasulullah bersabda: "Tanah surga itu licin putih, kasturi murni." (HR. Muslim). Harumnya bau surga ini dapat dicium dari jarak perjalanan 100 tahun. Sungai-Sungai di surga Sungai-sungai surga pula memancar dari bawah-bawah bukit. Di dalam Al-Quran, Allah banyak menyebut tentang macam-macam sungai di surga ini antara lain firman dalam Surah Muhammad ayat 15 yang artinya: Sifat surga yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa (adalah seperti berikut): Ada padanya beberapa sungai dari air yang tidak berubah (rasa dan baunya), dan beberapa sungai dari susu yang tidak berubah rasanya, dan beberapa sungai dari arak yang lezat untuk orang-orang yang meminumnya, dan juga beberapa sungai dari madu yang disucikan. Dan ada pula untuk mereka di sana segala jenis buah-buahan, serta keridhoan yang tinggal permanen di dalam surga yang sedemikian itu keadaannya) sama seperti orang-orang yang tinggal permanen di dalam neraka dan diberi minum dan air yang menggeledak sehingga membuat isi perut mereka hancur ? (Sudah tentu tidak sama!). Ayat di atas memberi pengertian bahwa sungai-sungai di surga bukanlah mengandung air-air biasa seperti di dunia ini, sebaliknya ada sungai yang berair susu, ada yang berair anggur (arak) yang tidak memabukkan, ada yang dari madu dan sebagainya. Sungai-sungai ini semuanya mengalir dengan tenang melalui rumah-rumah di surga, di kebun-kebun dan di celah-celah pohon. Bahkan ada juga mata-mata air yang mengalir. Jadi Allah telah menjanjikan untuk orang yang bertakwa itu sungai yang airnya memiliki fitur-fitur sebagai berikut: = Airnya tidak berubah rasa dan baunya. = Air susu yang tidak berubah rasa dan warnanya = Air anggur (arak) yang lezat dan tidak memabukkan untuk peminumnya. = Madu yang disaring Saat Isra dan Mi'raj, Rasulullah saw pernah melihat sungai yang dinamakan Al-Kausar. Sungai ini dilingkari oleh bukit-bukit yang terdiri dari permata-permata dan tanahnya dari wewangian yang paling harum. Tepian sungai ini terdiri dari emas sedangkan anak-anak batunya dari mutiara. Barangsiapa meminum air dari Al-Kausar ini walau hanya satu kali saja, dia tidak merasa haus untuk selamanya. Tentang nama-nama sungai di surga, tidak ada disebut dengan jelas di dalam al-Quran. Tetapi dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda: Bahwasanya di surga ada suatu sungai yang disebut sungai rajab, airnya lebih putih dari air susu dan rasanya lebih manis dari madu. Siapa yang puasa satu hari dari bulan Rajab, maka Allah memberikan minuman dari sungai itu. Yang jelas sungai yang bersama Rajab dengan sifat-sifatnya yang luar biasa ini belum pernah dilihat dan dirasakan airnya oleh manusia di dunia ini. Namun di dalam keterangan-keterangan lain disebutkan bahwa di surga ada sungai-sungai seperti Al-Kausar dan Al-Firdaus. Tentang Al-Kausar, Anas ada bercerita bahwa Rasulullah saw tidur di atas tikar jerami, tiba-tiba sambil mengangkat kepalanya beliau tersenyum. Anas bertanya: "Mengapa engkau tertawa ya Rasulullah?" Rasulullah saw menjawab: "Ayat yang diturunkan kepadaku tadi (yang berarti): Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak (Al-Kausar), maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus. (Al-Kausar: 1-2-3). Kemudian Rasulullah bertanya: "Apakah engkau tahu apa itu Al-Kausar?" Anas menjawab: "Allah dan RasulNya yang lebih tahu." Lalu Rasul menjelaskan: "Al-Kausar itu satu sungai yang dijamin kepadaku oleh Allah, di sungai itu banyak kebajikan. Di atasnya sebuah kolam (Al-Haudi) yang akan datang umatku kepadanya. Bejananya banyak sebanyak bintang-bintang di langit. "(Riwayat Muslim). Selanjutnya Imam At-Termizi meriwayatkan, Nabi bersabda: "Bahwa masing-masing nabi itu memiliki kolam. Mereka ini bangga membanggakan manakah yang lebih banyak orang datang. Dan aku mengharap, bahwa adalah aku yang terbanyak orang datang. " Mendengar tentang banyaknya kenikmatan yang terdapat pada Al-Kausar ini, tentu banyak di antara kita yang berharap untuk dapat menjadi golongan orang-orang yang dapat datang ke tempat tersebut. Agar harapan ini menjadi nyata, harus kita berusaha mencari keridhoan Allah dalam kehidupan ini dari segala segi. Surga itu Bertingkat-Tingkat Surga itu bertingkat-tingkat dan setiap tingkat berbeda-beda pula. Jarak antara satu tingkat dengan tingkat yang lain adalah seperti jarak antara bumi dan langit. Adapun tingkatan surga yang paling tinggi derajatnya disebut "Al-Firdaus". Pada Al-Firdaus inilah terletak "Arsy Rahman (Mahligai Tuhan). Selain itu, keistimewaan surga Al-Firdaus adalah para penghuninya akan dapat melihat wajah Allah dua kali dalam sehari yaitu pada waktu pagi dan petang. Sedangkan nikmat yang tertinggi di dalam surga adalah ketika manusia dapat menatap wajah Allah. Adapun cara melihat Allah bukanlah seperti halnya kita melihat dengan mata biasa seperti yang lazim terjadi, tetapi caranya adalah dengan penglihatan mata yang telah ditentukan Allah buat para penduduk surga. Segala yang ada di surga itu indah-indah belaka jauh lebih indah dari apa yang ada di atas bumi ini. Tetapi yang terindah di surga adalah pandangan terhadap Allah, tidak sesuatu kenikmatan lain yang dapat melebihi keistimewaannya. Coba kita bayangkan di dunia ini saja, jika kita diberikan kesempatan bertemu dan bersenda gurau dengan salah seorang pemimpin negara, tentu kita akan sangat senang dan bahagia dengan pengalaman tersebut. Inikan pula akan bertemu dengan Allah yang menciptakan dunia ini. Firman Allah dalam surah Al-Qiyamah ayat 22-23 yang artinya: Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat. Rasulullah pernah bertanya kepada Jibril: "Hai Jibril pernahkah kau melihat Allah?"? "Jawab Jibril:" Bahwa di antara saya dan Tuhan ada 79 tutup yang terdiri dari lapisan-lapisan cahaya. Kapan terbuka tutup yang paling luar, maka akan terbakarlah aku memandangnya. Sedangkan antara engkau dan Tuhan ada 71 lapisan tutup dari cahaya. Kapan terbuka tutup yang paling luar, engkau akan terbakar pula memandangnya. " Dalam hal ini pernah Musa meminta kepada Allah untuk melihatNya. Tetapi baru saja Allah menunjukkan diri kepada gunung, gunung itu bergegar dan hancur sehingga Musa jatuh pingsan. Ini membuktikan gunung yang bagaimana juga kukuhnya akan hancur bila Tuhan menunjukkan diriNya, apalagi manusia yang lemah. Kemudian dalam satu riwayat lain digambarkan surga itu sebagai berikut: Tingkatan surga pertama yang dibuat dari bahan perak baik kampung, rumah, pintu dan kuncinya. Tingkatan surga kedua yang dibuat dari bahan emas baik kampung, rumah, pintu dan kuncinya. Tingkatan surga ketiga yang kampung, rumah, pintu dan kuncinya dibuat dari bahan yakut dan lukluk (mutiara). Taman-Taman Di Surga Allah menciptakan hal-hal yang luar biasa indah dan nikmatnya kepada orang-orang yang bertakwa sehingga menurut Nabi Muhammad saw di surga itu ada apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga serta tidak pernah pula terlintas di hati manusia. Kalau di dunia ini kita selalu melihat macam-macam taman yang dihiasi indah dengan aneka macam tumbuhan dan bermacam-macam bunga, di situ kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam sambil menikmati keindahannya juga mencari ketenangan. Maka begitu juga di surga, Allah menciptakan taman-taman untuk penghuninya. Ada dua bentuk taman di surga: (1) Dua taman yang dibuat Allah dari perak dengan segala apa yang ada padanya. (2) Dua taman yang dibuat Allah dari emas dengan segala apa yang ada padanya. (Riwayat Bukhari Muslim). Pada taman-taman ini ada bermacam-macam buah-buahan apakah kurma atau delima, air mata air dan sungai yang terus-menerus mengalir airnya dengan tenang. At-Tabrani meriwayatkan bahwa di taman-taman tersebut ada pohon-pohon yang rindang, besar, tinggi dan luas. Kapan bidadari-bidadari bernyanyi di bawahnya, daun-daun dan ranting-ranting pohon-pohon itu bergerak-gerak sambil mengeluarkan bunyi-bunyian yang amat merdu pula. Bila angin berhembus lalu menyentuh daun dan ranting, maka akan terdengar desiran yang sangat merdu pula. Sehingga tidak dapat dibanding manakah yang lebih merdu antara suara bidadari-bidadari atau bunyi desiran pohon-pohon tersebut. Pintu-pintu surga Sebelum masuk ke surga, penghuni-penghuninya akan melalui pintu-pintu surga terlebih dahulu. Pintu-pintu ini ada bermacam-macam pula jenisnya. Hal ini disebutkan di dalam al-Qur'an Surah Shaad ayat 49-50 yang artinya: Ini adalah kehormatan bagi mereka dan sesungguhnya untuk orang-orang yang bertakwadengan sebenarnya-benar takwa (tersedia) tempat kembali yang baik, (yaitu) surga dan yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka. Kemudian Abu Hurairah ada meriwayatkan sebuah Hadis Rasulullah saw bersabda: Dan untuk surga itu delapan pintu. Maka siapa yang termasuk dari orang yang menegakkan ibadah shalat, dia akan dipanggil dari pintu shalat. Untuk orang berpuasa ia akan dipanggil dari pintu puasa. Orang yang brsedekah akan dipanggil dari pintu sedekah. Dan yang berjihad akan dipanggil dari pintu jihad. (Riwayat Bukhari dan Muslim) Oleh karena itu kalau seorang saat hidupnya benar-benar melaksanakan segala hal yang disebut tadi, maka ia akan dipanggil untuk masuk melalui ke semua pintu-pintu tersebut. Adapun pintu surga untuk orang yang melakukan ibadah puasa dinamakan Ar-Rayyan. Sedangkan setiap Muslim yang pernah kematian tiga orang anak-anaknya yang masih kecil diberi kebebasan untuk masuk ke surga melalui pintu mana saja yang disukainya. Penghuni-penghuni surga setiap orang memiliki pintu-pintu tersendiri. Satu pintu untuk tempat masuknya sendiri. Satu untuk istrinya. Satu untuk tamu-tamu (malaikat dan teman-temannya). Satu menuju ke neraka untuk rasa nikmat Allah atas dirinya, dan satu pintu ke Arsy (Mahligai Allah untuk melihat wajah Allah). Dalam buku "Anggota surga dan kenikmatannya" dijelaskan, selain yang tersebut di atas ada lagi pintu-pintu yang diberi nama: = Pintu para rasul dan nabi = Pintu zakat = Pintu haji = Pintu syahadat dan selawat = Pintu syuhada = Pintu salihin = Pintu Siddiqin = Pintu ilmu dan iman = Pintu rahmat = Pintu taubat Dalam hadits riwayat Bukhari-Muslim, Rasulullah bersabda: Demi Allah, demi antara dua pintu surga itu bagaikan jarak antara Makkah dan Basrah. Jelaskan pada kita betapa luasnya pintu-pintu yang ada di dalam surga. Kamar-Kamar, Rumah dan Istana di Surga Untuk lebih jelasnya lagi, maka pada penghuni-penghuni surga diberikan kamar-kamar khusus, rumah dan istana yang terbuat dari permata-permata yang tembus dipandang mata seperti kaca. Di dalamnya penuh dengan kenikmatan dan kelezatan yang tidak pernah dilihat mata dan didengar telinga. Pernah pada suatu hari para sahabat bertanya kepada Rasulullah: "Untuk siapakah Allah menyediakan kamar-kamar seperti itu ya Rasulullah?" Rasulullah menjawab: "Bagi mereka yang menyebarkan salam, menyumbangkan makanan, terus berpuasa dan berjaga malam salat sedangkan orang lain tidur nyenyak." Lalu sahabat-sahabat bertanya lagi: "Siapakah yang tahan dan sanggup berbuat demikian ya Rasulullah?" Jawab beliau lagi: "Umatku! Dengarlah ... siapa yang bertemu sesama Muslim lalu ia memberi salam, itu berarti telah menyebarkan salam. Barang siapa yang memberi makan anak-anak dan istrinya sampai kenyang, berarti ia telah menyumbangkan makanan. Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadan dan ditambahkan dengan tiga hari pada setiap bulan, itu berarti ia terus menerus berpuasa. Dan siapa yang menunaikan shalat Isya 'terakhir dengan berjamaah, berrti dia telah shalat malam sedang manusia tidur. "(Riwayat Abu Naim dari Jabir). Untuk penghuni surga ini, tersedia kamar-kamar sebagaimana yang dijanjikan Allah dalam Surah Az-Zumar ayat 20: Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janjinya. Kemudian di dalam firmanNya Surah Muhammad ayat 6 yang artinya: Dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenankannya kepada mereka. Selain menjelaskan kondisi kamar-kamar di surga, ayat di atas juga menjelaskan bahwa setiap orang yang masuk ke surga itu mengetahui tempat mereka masing-masing tanpa harus ditunjukkan seolah (kamar rumah dan istana-istana itu) sudah lama dikenalnya. Kemudian dalam surat Al-Furqan ayat 10, Allah berfirman: Maha suci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya dijadikan bagimu yang lebih baik dari yang demikian, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, dan dijadikan (pula) untukmu istana-istana. Ayat ini mengisyaratkan bahwa di dalam surga ada istana tetapi tidak dijelaskan bagaimana bentuk rupa istana tersebut, apakah bertingkat-tingkat menjulang atau sebaliknya. Di samping kamar dan istana dan pula rumah-rumah. Nabi Muhammad saw bersabda: Siapa yang membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak 10 kali, maka Allah tersebut membangunkan baginya rumah di surga. (Riwayat Muslim). Pohon-Pohon dan Buah-Buahan di surga Keindahan alam dengan pohon-pohon yang rimbun menghijau serta aneka macam jenis bunga-bunga yang menawan dapat memberikan kedamaian jiwa untuk siapa yang memandangnya. Bayangkanlah kalau kita berada di tengah-tengah kebun bunga yang seperti itu ditambah pula dengan pohon-pohon yang mengeluarkan bermacam-macam jenis buah-buahan, tentu kita akan asyik dan enggan pergi atau meninggalkan tempat tersebut. Di surga, Allah memberikan kepada penghuni-penghuninya lebih dari itu sebagaimana firmanNya: Dan kaum kanan, alangkah bahagianya kaum kanan itu, berada di antara pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya dan naungan yang terbentang luas; dan air yang tercurah; dan buah-buahan yang banyak tidak berhenti (buah yang banyak tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya. (Al-Waqiah: 27-33). Kedua surga itu memiliki pohon-pohonan dan buah-buahan. (Ar-Rahman: 48). Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima. (Ar-Rahman: 68) Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya. (Al-Insan: 14). Di surga juga ada sejenis pohon yang dinamakan tuba. Abu Hurairah berkata: Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat sebatang pohon yang disebut "tuba" dan Allah berfirman kepadanya: "Keluarkanlah untuk hambaKu apa Ibnu Hibban meriwayatkan Hadis dari Abu Said yang menceritakan seorang pria datang kepada Rasulullah dan bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah tuba itu?" Beliau menjawab: "Ialah pohon yang sangat rindang. Rindangnya sejauh 100 tahun perjalanan, (sedangkan) pakaian-pakaian penghuni surga adalah dari kelopak-kelopaknya. " Keistimewaan pohon-pohon di surga ini semua umbi-umbinya diciptakan Allah dari emas. Adapun pohon bidara di surga itu bercabang-cabang. Setiap cabangnya mengeluarkan sebuah biji, kemudian dari buah ini keluar pula 72 jenis makanan yang berbeda. Sedangkan pohon-pohon kurma pula diciptakan Allah dalam bentuk yang sangat luar biasa sebagaimana Abdullah bin Al-Mubarak, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Abid Dunya dan Al-Hakaim meriwayatkan kata Ibnu Abbas ra: "Pohon kurma surga itu batangnya dari permata Zamrud yang hijau, pangkal-pangkal pelepahnya dari emas yang merah dan setiap pelepahnya menjadi pakaian penghuni surga, daripadanyalah pakaian dan perhiasan-perhiasan mereka dipotong dan dijahit. Sedangkan buahnya seperti tempayan, lebih putih dari susu, lebih manis dari madu dan lebih lembut dari buih dan tidak memiliki benih. " Berkata Abu Darda ra bahwasanya Nabi saw telah bersabda: Allah telah berfirman: "Sesungguhnya Aku dengan jin dan manusia dalam suatu berita besar (Hari Kiamat). Aku yang menciptakan, tetapi mengapa orang lain yang disembah? Aku yang memberi rezeki, mengapa pula orang lain yang disyukuri. "(Riwayat Baihaqi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar